Samarinda— Pemerintah Provinsi akan memantau secara ketat warga yang mudik dari luar pulau atau pulang kampung ke Kaltim. Hal ini ditegaskan Pelaksana Tugas (Plt) Sekprov Kaltim M. Sa’bani menanggapi kebijakan Presiden RI yang menegaskan tidak ada larangan resmi bagi pemudik lebaran 1441 H.

Namun menurutnya, pihaknya telah membuat surat edaran bagi seluruh masyarakat di Bumi Etam agar tidak melakukan perjalanan keluar Kaltim, maupun ke dalam Kaltim.

“Jadi orang Kaltim yang berada di luar, jangan dulu mudik. Istirahat dulu di mana tempat dia sekarang berada. Kalau memaksa untuk pulang ke Kaltim, ya silakan. Tapi akan diperiksa ketat di pintu dia masuk,” kata Sabani, Minggu (5/4/2020).

Pemprov Kaltim, dibantu Kabupaten/Kota, dan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), akan melakukan penjagaan ketat di seluruh pintu masuk, seperti pelabuhan dan bandara.

Warga yang datang atau pulang ke Bumi Etam, akan diperiksa kesehatan dan riwayat perjalanannya secara rinci. Bagi yang tidak memiliki gejala medis, warga bersangkutan akan masuk kategori ODP, dan diminta melakukan karantina mandiri.

Untuk warga yang punya masalah kesehatan, pihaknya akan langsung merujuk yang bersangkutan ke rumah sakit terdekat untuk dilakukan isolasi, dengan status pasien dalam pengawasan (PDP).

“Kami lakukan pemeriksaan, kalau dia ada masalah kesehatan akan langsung dibawa ke rumah sakit. Otomatis diisolasi, kategori PDP dia. Kalau tidak ada gejala medis akan masuk ODP, dan melakukan karantina mandiri di rumah selama 14 hari,” tegasnya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *