Samarinda- Adanya Pembatasan perjalanan udara dan laut yang masuk ke Wilayah Kalimantan Timur, guna menekan penyebaran Virus Covid-19. Pemerintah dimasing-masing wilayah Kabupaten/kota dalam hal ini  berkoordinasi dengan Pelabuhan dan Bandar Udara.

Hadi Mulyadi selaku  Wakil Gubernur Kaltim ditemui seusai Rapat Vicon di Kantor Gubernur dengan DPRD Provinsi , menanggapi keresahan masyarakat terhadap  maraknya pendatang dari luar Kaltim melalui jalur pelabuhan Samarinda, (6/4/2020).

Beliau menyebutkan bahwa Walikota Samarinda sudah melayangkan surat ke Syahbandar otoritas pelabuhan untuk menertibkan para penumpang yang baru datang dengan melakukan pemeriksaan kesehatan mereka.

“Tidak ada lockdown hanya saja ditertibkan, karena penutupan jalur tansportasi itu keputusan dari pusat,” pungkas Wagub Kaltim.

Pemerintah sudah berusaha untuk melakukan pembatasan , sehingga Bandar Udara APT Pranoto di Samarinda hanya  sisa 2 (dua) Maskapai saja yang beroperasi. Untuk itu, Masyarakat diimbau tidak memandang remeh social distancing ini. Karena penyebaran virus Covid-19 ini sangat cepat.

“Masalah virus corona ini hal yang serius, kita harus mengantisipasi dalam keadaan yang terburuk. Menurut analisis beberapa pakar kesehatan yang menangani virus , sampai akhir bulan Mei masih belum menemui puncak wabah covid yang melanda Indonesia, ” tutup Hadi Mulyadi.

Diharapkan masyarakat bersabar dan berdoa dalam menghadapi wabah virus ini . Dengan melakukan jaga jarak, kita bisa melewati musibah Covid-19 ini, pesan Hadi seraya mengajak.

Samarinda— Pemerintah Provinsi Kaltim akan menyiapkan anggaran Rp 388,28 miliar untuk penanganan Covid-19. Anggaran tersebut diambil dari dana tak terduga dan realokasi anggaran kegiatan organisasi perangkat daerah (OPD).

Wakil Gubernur Kaltim Hadi Mulyadi mengatakan meskipun dana ini tidak besar namun diharap cukup untuk memenuhi kebutuhan penanganan Covid-19.

“Mungkin dana yang disiapkan tidak besar. Jika nanti situasi makin parah, Pemprov Kaltim akan menyiapkan dana tambahan. Saat ini beberapa pos anggaran cadangan sudah disiapkan, di antaranya pemotongan SPPD. Salah satunya SPPD tiga bulan perjalanan dari DPRD Kaltim,” katanya, Senin (6/4/2020).

Dijelaskan Hadi, dari total anggaran Rp 388,28 miliar tersebut, sudah teralokasi sebesar Rp 36,67 miliar dari dana tidak terduga, untuk alokasi penanganan Covid-19 tahap pertama. Anggaran itu diperoleh dari belanja tidak terduga sebesar Rp 19,33 miliar dan realokasi anggaran OPD sebesar Rp 17,13 miliar.

“Anggaran itu sudah disalurkan untuk pengadaan APD, konsumsi tenaga medis, dan operasional kegiatan satgas Covid-19 di Kaltim,” jelasnya.

Sementara itu, untuk tahap kedua, Pemprov Kaltim akan gelontorkan anggaran penanganan Covid-19, sebesar Rp 351 miliar.

Anggaran tersebut diambil dari rasionalisasi perjalanan dinas dalam dan luar daerah sebesar 148,45 miliar, pembatalan hibah KONI sebesar Rp 75 miliar. Pembatalan kegiatan keikutsertaan Kaltim di Penas Tani Nelayan di Sumatera Barat, sebesar Rp 2,2 miliar, dan terakhir pemotongan dan pembatalan kegiatan di OPD Kaltim, sebesar Rp 125,74 miliar.

Anggaran itu akan digunakan untuk pembelian APD dan rapid test, vitamin, pemberian insentif tenaga kesehatan, perbaikan sarana fasilitas kesehatan, dan bantuan dampak ekonomi kepada warga yang memiliki risiko sosial.

“Bantuan dampak sosial ini akan dikomandoi oleh Dinsos Kaltim. Sudah didata, ada sekitar 9.611 jiwa, yang masuk kategori terdampak. Selain itu, dana tahap dua tersebut juga digunakan untuk stimulus ekonomi dan penguatan modal bagi UMKM dan industri kecil yang terdampak,” imbuhnya.

Samarinda— Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia mengeluarkan surat edaran mengenai panduan ibadah selama bulan Ramadhan dan Idul Fitri 1441 H di tengah pandemi Covid-19.

Dalam surat edaran itu, terdapat juga panduan mengenai cara pengumpulan dan penyaluran zakat. Surat edaran juga bertujuan memberikan panduan beribadah yang sejalan dengan Syariat Islam sekaligus mencegah, mengurangi penyebaran, dan melindungi pegawai serta masyarakat muslim di Indonesia dari risiko Covid-19.

Beberapa panduan ibadah saat Ramadhan dalam surat edaran tersebut, yakni:

  1. Umat Islam diwajibkan menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan dengan baik berdasarkan ketentuan fikih ibadah.
  2. Sahur dan buka puasa dilakukan oleh individu atau keluarga inti, tidak perlu sahur on the roadatau ifthar jama’i (buka puasa bersama)
  3. Salat Tarawih dilakukan secara individual atau berjamaah bersama keluarga inti di rumah.
  4. Tilawah atau tadarus Alquran dilakukan di rumah masing-masing berdasarkan perintah Rasulullah SAW untuk menyinari rumah dengan tilawah Alquran.
  5. Buka puasa bersama baik dilaksanakan di lembaga pemerintahan, lembaga swasta, masjid maupun musala ditiadakan.
  6. Peringatan nuzulul quran dalam bentuk tablig dengan menghadirkan penceramah dan massa dalam jumlah besar, baik di lembaga pemerintahan, lembaga swasta, masjid maupun musala ditiadakan.
  7. Tidak melakukan iktikaf di 10 (sepuluh) malam terakhir bulan Ramadan di masjid atau musala.
  8. Pelaksanaan Salat Idul Fitri yang lazimnya dilaksanakan secara berjemaah, baik di masjid atau di lapangan ditiadakan, untuk itu diharapkan terbitnya Fatwa MUI menjelang waktunya.

Agar tidak melakukan kegiatanseperti:

  1. Salat Tarawih keliling (tarling)
  2. Takbiran keliling. Kegiatan takbiran cukup dilakukan di masjid/musala dengan menggunakan pengeras suara
  3. Pesantren Kilat, kecuali melalui media elektronik.
  4. Silaturahmi atau halal bihalal yang lazim dilaksanakan ketika hari raya Idul Fitri, bisa dilakukan melalui media sosial dan video callatau conference.

Kemenag juga mengimbau kepada umat muslim agar membayarkan zakat hartanya segera sebelum puasa Ramadan sehingga bisa terdistribusi kepada Mustahik lebih cepat.

Kemenag meminta kepada Organisasi Pengelola Zakat untuk sebisa mungkin meminimalkan pengumpulan zakat melalui kontak fisik, tatap muka secara langsung dan membuka gerai di tempat keramaian.

Hal tersebut diganti menjadi sosialisasi pembayaran zakat melalui layanan jemput zakat dan transfer layanan perbankan.

Sebagai bentuk meminimalisir penyebaran Covid-19, Organisasi Pengelola Zakat, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dan panitia Pengumpul Zakat Fitrah dan atau ZIS yang berada di lingkungan masjid, musala dan tempat pengumpulan zakat lainnya yang berada di lingkungan masyarakat untuk melakukan penyaluran dengan memberikan secara langsung kepada mustahik.

Agar efektif, Organisasi Pengelola Zakat, Unit Pengumpul Zakat (UPZ) dan panitia Pengumpul Zakat Fitrah atau ZIS yang berada di lingkungan masjid, musala dan tempat pengumpulan zakat lainnya yang berada di lingkungan masyarakat untuk pro aktif dalam melakukan pendataan Mustahik dengan berkoordinasi kepada tokoh Masyarakat maupun Ketua RT dan RW setempat.

Lalu Kemenag juga meminta kepada Organisasi Pengelola Zakat untuk bisa berkomunikasi melalui unit pengumpul zakat (UPZ) dan panitia Pengumpul Zakat Fitrah yang berada di lingkungan masjid, musala, dan tempat pengumpulan zakat lainnya yang berada di lingkungan masyarakat untuk menyediakan sarana untuk cuci tangan pakai sabun dan alat pembersih sekali pakai seperti tisu di lingkungan sekitar.

Organisasi Pengelola Zakat, lingkungan masjid, musala dan tempat lainnya juga diminta untuk melakukan pembersihan ruangan dan lingkungan penerimaan zakat secara rutin, khususnya handel pintu, saklar lampu, komputer, papan tik (keyboard), alat pencatatan, tempat penyimpanan dan fasilitas lain yang sering terpegang oleh tangan. Gunakan petugas yang terampil menjalankan tugas pembersihan dan gunakan bahan pembersih yang sesuai untuk keperluan tersebut.

Lebih lanjut Kemenag juga mengingatkan para panitia Pengumpul Zakat Fitrah dan/atau ZIS  untuk meminimalkan kontak fisik langsung, seperti berjabat tangan ketika melakukan penyerahan zakat.

Berau – Ditengah pandemi virus corona membuat stok darah di PMI Kabupaten Berau, Kalimantan Timur jadi berkurang. Hal itu disebabkan masyarakat mulai berkurang datang untuk mendonorkan darahnya.

Ketua PMI Kabupaten Berau, Agus Tantomo menyebutkan bahwa masyarakat yang biasanya rutin melakukan donor darah kini berkurang karena virus Corona.

“Sebelum merebahnya virus ini sehari itu stok darah antara 80 sampai 100 darah beku. Sekarang dalam sepekan hanya dibawah 40 saja,” ujar Agus Tantomo.

Untuk mengantisipasi hal tersebut, Ketua PMI yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Berau itu menyampaikan jika aksi donor darah tidak ada hubungannya dengan virus Corona.

“Saya imbau kepada masyarakat untuk tetap datang ke PMI untuk mendonorkan darahnya,” pungkasnya.

 

 

Jakarta – Upaya pemerintah Indonesia dalam menangani persebaran Covid-19 di tanah air lewat kebijakan jaga jarak fisik, pengurangan aktifitas di ruang publik dan gerakan bersama “Di Rumah Saja”, menjadikan siaran televisi dan radio sebagai salah satu pilihan masyarakat untuk memperoleh hiburan dan informasi selain internet. Dalam situasi seperti ini, lembaga penyiaran mestinya menyediakan porsi lebih banyak untuk penayangan program-program siaran yang baik, edukatif dan berkualitas.

Menurut Komisioner KPI Pusat, Hardly Stefano, ketika masyarakat harus menjaga jarak sosial serta bekerja dan belajar dari rumah, mereka akan lebih banyak mengakses siaran televisi atau radio dibandingkan ketika aktifitas berjalan dengan kondisi normal. Hal ini dinilai lumrah karena dalam kondisi tidak kemana-mana, kebutuhan masyarakat akan hiburan dan informasi akan meningkat.

“Dan, ini artinya konten siaran berkualitas merupakan sebuah kebutuhan, khususnya di saat masyarakat menjalankan imbauan pemerintah untuk di rumah saja. Apalagi penonton anak-anak dan remaja akan bertambah karena mereka juga lebih banyak di rumah,” kata Komisioner bidang Kelembagaan KPI Pusat, Senin (6/4/2020).

Menyikapi hal itu, KPI telah meminta konfirmasi dari 16 stasiun televisi induk jaringan tentang program siaran berkualitas yang masih ditayangkan. “Program Siaran yang dikonfirmasikan ke stasiun televisi tersebut berasal dari database program siaran berkualitas berdasarkan Riset Indeks Kualitas Siaran Televisi dan nominasi dari tiga ajang penganugerahan yang diselenggarakan KPI sepanjang tahun 2019,” jelasnya.

Hardly mengatakan, terdapat 127 program siaran yang terbagi dalam 6 kategori yang akan dipublikasikan melalui media sosial KPI Pusat mulai Selasa, 7 April 2020 nanti. Setiap hari KPI akan mempublikasikan 1 kategori program siaran. “Publikasi program siaran berkualitas ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi masyarakat dalam memilih program siaran yang akan ditonton. Selain itu, publikasi program siaran berkualitas ini merupakan bagian dari kampanye bicara siaran baik dan gerakan literasi sejuta pemirsa,” tegasnya.

Seiring dengan publikasi 127 program siaran berkualitas tersebut, KPI akan mengadakan tantangan atau “Challenge Bicara Siaran Baik” melalui Facebook dan Instagram. Hardly berharap, netizen dapat terlibat dengan memberikan sedikit review dan memposting program siaran yang dinilai baik dan berkualitas di akun Facebook dan Instagram. Semangatnya adalah setiap pemirsa dapat menjadi influencer siaran berkualitas.

“Selain itu, program siaran yang dinilai buruk dapat dilaporkan kepada KPI dengan menggunakan bahasa yang baik. KPI akan menindak-lajuti setiap laporan masyarakat secara terukur berdasarkan Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran. Sikap kritis dan kapasitas apresiasi pemirsa, diharapkan dapat menjadi stimulan bagi industri penyiaran untuk senantiasa memproduksi konten yang berkualitas,” tambah Hardly.

Dalam kesempatan itu, Hardly menyampaikan, pihaknya tak hanya melulu melakukan dan memberikan sanksi kepada lembaga penyiaran yang konten siarannya melanggar P3SPS, tapi juga terus berupaya meningkatkan kapasitas literasi pemirsa sehingga mampu memilah dan memilih konten siaran, bersikap kritis dengan melaporkan konten yang buruk ke KPI. “Namun yang tidak kalah penting dan juga harus dilakukan adalah memberikan apresiasi dan memviralkan program siaran yang baik,” tuturnya.

Hardly juga mengapresiasi berbagai upaya yang telah dilakukan oleh lembaga penyiaran dalam memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat tentang pencegahan dan penanganan pandemi Covid-19 baik melalui iklan layanan masyarakat, pemberitaan maupun program siaran hiburan.

 

Sumber : http://kpi.go.id

Samarinda—– Penyebaran Covid-19 di Provinsi Kalimantan Timur dalam sehari mengalami kenaikan yang signifikan dari 25 kasus kini menjadi 31 kasus.

“Kalau kemaren terjadi kesalahan data, maka kali ini ada penambahan 6 pasien terkonfirmasi positif Covid-19,” Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim Andi Muhammad Ishak saat video conference melalui aplikasi zoom cloud video meeting, Senin (6/4/2020).

Andi menjelaskan penambahan 6 orang diantaranya 2 orang dari Kota Balikpapan dan 4 dari Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

2 pasien dari Balikpapan jelasnya 1 Kasus berjenis kelamin perempuan umur 30 tahun merupakan pelaku perjalanan dari Sukabumi dan di rawat di RS Bhayangkara. Sedangkan 1 Kasus berjenis kelamin perempuan 60 tahun merupakan kasus yang mengikuti kegiatan kerohanian dan berobat pada tanggal 1 april 2020. Kasus di rawat di RSUD Kanudjoso Djatiwibowo.

Selanjutnya 4 pasien dari PPU menurutnya merupakan pelaku perjalanan yang termasuk dalam kluster Iljtima Dunia Zona Asia 2020, di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan dan di rawat di RSUD Aji Putri Botung Penajam Paser Utara. Dimana PPU 1 berjenis kelamin laki-laki 31 tahun, PPU 2 laki-laki 16 tahun, PPU 3 laki-laki 17 tahun dan PPU 4 laki-laki 19 tahun.

Dengan penambahan 4 kasus dari Klaster Iljtima Gowa, pihaknya akan menggenjot upaya tracing kepada orang-orang yang diduga mengikuti acara tersebut. Hingga saat ini sudah terdata 639 orang, 147 berstatus Orang Dalam Pengawasan (ODP), 18 Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan 9 Orang Tanpa Gejala (OTG).

Lanjut Andi, per 6 April 2020 terjadi penambahan kasus lain pada kategori PDP sebanyak 8 kasus, dimana 2 kasus dari Kabupaten Paser dan 6 Kasus dari Balikapapan.

Sementara itu, juga terjadi pebambahan pada ODP sebanyak 71 kasus, 2.238 kasus selesai pemantauan dan 2.393 kasus dalam proses.

Tambahnya, untuk hasil negatif per 6 April 2020 juga ada penambahan sebanyak 7 Kasus dari Balikpapan yaitu, 1 Kasus merupakan PDP yang dirawat di RST Hardjanto Balikpapan, 4 Kasus merupakan PDP yang dirawat di RSUD Kanudjoso Djatiwibowo dan 2 Kasus merupakan PDP yang dirawat di RSUD Beriman.

Samarinda—-Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Kaltim Andi M Ishak meminta semua masyarakat Kaltim untuk memakai masker saat keluar rumah.

“Sesuai rekomendasi dari WHO kepada pemerintah Indonesia untuk menggunakan masker bagi mereka yang berada diluar rumah. Tidak terkecuali bagi siapapun,” ucapnya saat video conference melalui aplikasi zoom cloud video meeting, Senin (6/4/2020).

Dikatakan Andi, karena hal itu dia meminta seluruh masyarakat yang keluar rumah wajib memakai masker demi mencegah penularan virus Covid-19.

Dirinya menjelaskan, ada tiga jenis masker, yaitu  ada dua jenis yang digunakan untuk tenaga medis, masker N95, masker bedah dan masker kain. Pertama masker N95 diperuntukan bagi tenaga medis yang menangani pasien Covid-19, kedua masker bedah digunakan untuk tenaga kesehatan dan orang yang sakit dan masker kain digunakan masyarakat saat berbeda di tempat umum.

Untuk memutus mata rantai penyebaran Virus Corona-19, dirinya meminta masyarakat selalu menggunakan masker apabila berada diluar serta selalu menjaga jarak dengan orang 1,5 meter dan rajin mencuci tangan dengan sabun.

Andi juga mengimbau kepada pemerintah kabupaten/kota beserta jajarannya agar secara rutin menyemprotkan disinfektan ke tempat-tempat yang terkontaminasi Virus Corona.

Disinfektan ini khusus dipermukaan benda mati, jadi tidak dianjurkan pada permukaan tubuh atau mengenai langsung manusia. Karena bisa terjadi iritasi pada kulit jika terkena langsung cairan disinfektan,” jelasnya.

Selain itu, terkait penerapan PSSB (Pembatasan Sosial Skala Besar) maka Pemprov Kaltim mendorong kabupaten/kota untuk menyiapkan tempat karantina bagi mereka (pendatang) yang masuk ke Kaltim.

“Tetaplah menjaga jarak saat berkomunikasi dan bersosialisasi, kurangi kegiatan diluar rumah jika tidak terlalu pentingn, sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, konsumsi makanan yang sehat serta vitamin,”pintanya.

SAMARINDA- Pendapatan driver Ojol (ojek online) kian menurun akibat terdampak penyebaran Virus Corona termasuk di Samarinda Kalimantan Timur, Senin (6/4/2020).

Hal inilah yang mendorong anggota Denkesyah (Detasemen Kesehatan Wilayah) 06.04.01 Samarinda, Peltu Achmad Ghazaly berbagi. Berbagi dengan membagikan ratusan paket makan siang bagi driver ojol (grab, gojek, maxim, dan kurir) yang ada di Kota Samarinda di Jln. Anggur depan Akper Pemprov Kaltim Samarinda.

Driver Ojol dari berbagai perusahaan pun terlihat singgah dan mengambil makanan yang di letakkan di mobil pribadi yang bertuliskan gratis nasi bungkus untuk ojek online.

Sebelum mengambil makanan, semua Driver pun diwajibkan untuk mencuci tangan menggunakan sabun yang sudah disiapkan.

Peltu Achmad Ghazaly menuturkan Awalnya ide dari keluarga yang mau berbagi dengan ojek online dikarenakan mendengar keluh kesah para ojek online akibat adanya wabah Virus Covid-19, penghasilan sangat menurun.

“Kemudian kami membuka donasi dan alhamdulillah banyak donatur yang mau menyumbangkan rejekinya baik dari kalangan Militer, PNS dan warga sipil,”ujarnya.

Pihaknya sudah 2 (dua) kali melaksanakan bagi-bagi makan dengan ojek online pertama hari jumat tanggal 3 April 2020 dan yang kedua hari ini Senin 6 April 2020 dan rencana akan ada lagi di hari Jum’at 10 April 2020, alhamdulillah setiap bagi-bagi kita bisa habiskan hingga 200 sampai dengan 250 kotak nasi.

“Kami merasa prihatin dan salah satu yang kami rangkul disini ialah teman – teman Driver Ojol, dimana teman – teman ini salah satu yang terdampak langsung dari sisi ekonomi atas wabah ini,”ujarnya.

Kemudian, Driver Ojol yang ada di lokasi Ahmad mengapresiasi atas aksi yang dilaksanakan oleh Anggota Denkesyah 06.04.01. Samarinda Berbagi.

“Pendapatan menurun drastis sekali, karena banyaknya rumah makan yang tutup. Kemudian,  banyaknya orang yang biasanya menggunakan jasa Ojol, karena ada himbauan Social Distancing, jadi customer takut kontak secara dekat, sehingga orderannya juga berkurang,”ujarnya.

Ia mengaku dalam sehari saat ini pendapatannnya hanya berkisar puluhan ribu rupiah dengan estimasi waktu kerja sejak pagi hingga tengah malam, namun pendapat tersebut masih belum di potong dengan BBM.

Penrem 091/ASN