Jakarta—Presiden Joko Widodo menjelaskan bahwa dalam situasi pandemi virus Corona atau Covid-19 saat ini, semua pengambilan keputusan haruslah didasarkan pada sikap kehati-hatian dan tidak terburu-buru. Hal tersebut juga berlaku bagi penetapan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang diajukan oleh pemerintah daerah.

“Saya kira kita semuanya dalam kondisi seperti ini jangan sampai mengambil keputusan itu salah, semuanya harus hati-hati dan tidak grasah-grusuh,” ujar Joko Widodo dalam keterangan persnya di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis, (9/4/2020)

Menurut Presiden, pelaksanaan PSBB juga tidak diberlakukan secara seragam di seluruh Indonesia. Pemerintah akan melihat kondisi masing-masing daerah sebelum nantinya Menteri Kesehatan menetapkan status PSBB di daerah tersebut, sesuai dengan peraturan dan undang-undang yang berlaku.

Seperti diketahui, dalam Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 dijelaskan bahwa PSBB paling sedikit meliputi peliburan sekolah dan tempat kerja, pembatasan kegiatan keagamaan, dan/atau pembatasan kegiatan di tempat atau fasilitas umum.

Presiden menjelaskan bahwa keputusan menetapkan status PSBB di suatu daerah didasarkan pada pertimbangan berbagai hal.

“Kita tahu, bahwa keputusan memberikan PSBB atau tidak, baik itu yang berkaitan dengan peliburan sekolah, penutupan kantor, pembatasan kegiatan keagamaan, pembatasan kegiatan-kegiatan di (tempat) umum ini harus melihat beberapa hal, yaitu jumlah kasus yang ada, jumlah kematian di setiap, baik kabupaten/kota maupun provinsi, dan tentu saja didasarkan pada pertimbangan epidemiologi, besarnya ancaman, dukungan sumber daya, pertimbangan ekonomi, sosial, budaya, dan keamanan,” kata Presiden.

“Ini penting sekali. Sekali lagi, kita tidak ingin memutuskan itu grasah-grusuh, cepat tetapi tidak tepat. Saya kira lebih baik kita memutuskan ini dengan perhitungan, dengan kejernihan dan kalkulasi yang detail dan mendalam,” pungkasnya.

Sumber : www.setneg.go.id

Youtube (Sekretariat Presiden)

Jakarta—Pandemi Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) yang melanda dunia, termasuk Indonesia membawa berbagai dampak negatif bagi masyarakat baik itu dari pengusaha, pegawai, pekerja pabrik, para pengrajin, pedagang kecil, pelaku usaha mikro, dan lain-lain.

“Oleh sebab itu, pemerintah ingin memberikan perhatian besar dan memberikan prioritas utama untuk menjaga pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat dan meningkatkan daya beli masyarakat di lapisan bawah,” ucap Presiden RI Ir. H Joko Widodo saat memberikan keterangan pers melalui video confrence di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (9/4/2020).

Pada tanggal 31 Maret yang lalu, dirinya telah menyampaikan kebijakan mengenai penerima manfaat dari Program Keluarga Harapan (PKH) yang diberikan kepada 10 juta keluarga penerima dengan total anggaran sebesar Rp 37,4 triliun.

Kemudian berkaitan dengan Kartu Sembako, akan diberikan kepada 20 juta penerima. Per orang diberikan Rp200.000 tiap bulannya dengan total anggaran sebesar Rp 43,6 triliun.

“Sementara itu untuk Kartu Prakerja, yang sudah saya sampaikan yang lalu juga, 5,6 juta orang, insentif pasca pelatihan sebesar Rp600.000 selama 4 bulan dengan anggaran yang disiapkan sebesar Rp20 triliun,”tutur Presiden.

Selain itu pemerintah juga memberikan diskon tarif bagi Pelanggan 450 VA dan 900 VA Subsidi dengan nilai total Anggaran yang disiapkan sebesar Rp3,5 triliun.

Dari data, Rumah Tangga daya 450 VA adalah sebanyak 24 Juta pelanggan, dan akan diberikan pembebasan biaya listrik.
Sedangkan untuk Rumah Tangga daya 900 VA subsidi sebanyak 7 Juta pelanggan akan diberikan keringanan biaya listrik sebesar 50%. Masa berlaku keringanan ini adalah untuk Bulan April-Juni 2020

Kebijakan Tambahan Baru

Dalam minggu ini, pemerintah telah memutuskan beberapa kebijakan bantuan sosial (bansos) yang baru, pertama bantuan Khusus Bahan Pokok (sembako) dari Pemerintah Pusat untuk masyarakat di DKI (Jakarta) yang dialokasikan untuk 2,6 juta jiwa atau 1,2 juta KK, dengan besaran Rp 600.000 per bulan selama 3 bulan. Anggaran yang dialokasikan tersebut sebesar     Rp 2,2 triliun.

Kedua, bantuan sembako untuk wilayah Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi. Diberikan kepada 1,6 juta jiwa atau 576 ribu KK, sebesar Rp 600.000 per bulan selama 3 bulan, dengan total anggaran Rp1 triliun.

Ketiga, bagi masyarakat di luar Jabodetabek, akan diberikan Bantuan Sosial Tunai kepada sembilan juta Kepala Keluarga (KK) yang tidak menerima Bansos Program Keluarga Harapan (PKH) maupun Bansos Sembako.

“Sekali lagi, kepada 9 juta KK, sebesar Rp 600.000 per bulan selama 3 bulan, dan total anggaran yang disiapkan adalah Rp16,2 triliun,”imbuh Jokowi.

Kemudian juga (Keempat) sebagian Dana Desa juga segera dialokasikan untuk bantuan sosial di desa. Diberikan kepada kurang lebih 10 juta keluarga penerima dengan besaran Rp 600.000 per bulan selama 3 bulan dan total anggaran yang disiapkan adalah Rp21 triliun.

Kelima, Sejalan dengan hal tersebut Pemerintah juga akan memperkuat Program Padat Karya Tunai di kementerian-kementerian, yang total anggarannya adalah Rp16,9 triliun.

“Ini nanti ada di Kementerian Desa dengan Program Padat Karya Tunai Desa, ini targetnya adalah 59 ribu tenaga kerja,”Jelas Presiden.

Kementerian PUPR dengan Program Padat Karya Tunai juga, targetnya 530 ribu tenaga kerja, dengan total nilai kurang lebih Rp10,2 triliun.

Kemudian di kementerian-kementerian yang lain, Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, kemudian Kementerian Perhubungan.

Dan yang terakhir Keenam, Presiden menyampaikan tentang pelaksanaan Program Keselamatan dari Polri dengan mengkombinasikan antara bantuan sosial dan pelatihan.

“Targetnya adalah 197 ribu pengemudi taksi, sopir bus atau truk, dan kernet, akan diberikan insentif Rp 600.000 per bulan selama 3 bulan. Anggaran yang disiapkan di sini adalah sebesar Rp 360 miliar,”terangnya.

Dari sejumlah Program-Program bantuan tersebut, Sambung Jokowi, Pemerintah akan terus berupaya untuk menyisir lagi anggaran-anggaran yang tersedia untuk menambah lagi bantuan sosial, memperluas peluang kerja bagi masyarakat di lapisan bawah untuk program padat karya.

Diakhir Keterangan Persnya, Presiden juga mengajak para pengusaha untuk berusaha keras mempertahankan para pekerjanya dan mengajak semua pihak untuk peduli kepada masyarakat yang kurang mampu.

“Kita harus sadar bahwa tantangan yang kita hadapi tidak mudah, kita harus hadapi bersama-sama. Dengan bergotong-royong secara nasional kita bisa mempertahankan capaian pembangunan dan memanfaatkannya untuk lompatan kemajuan,”ucap Jokowi.

Dan tak lupa Jokowi juga turut memberikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh jajaran yang bergerak di depan, dalam hal ini dokter, para perawat, tenaga medis yang berada di rumah sakit, dalam berperang melawan COVID-19 ini.

Sumber:
– Youtube (Sekretariat Presiden)
– https://setkab.go.id

Samarinda— Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak mengatakan jumlah pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kaltim hingga hari, Kamis 9 April 2020 tidak ada penambahan.

“Hari ini tidak ada penambahan kasus positif, total masih 32 kasus, sembuh 6 orang dan meninggal dunia 1 orang,”ungkapnya saat video conference melalui aplikasi zoom cloud video meeting.

Sementara itu, Andi menyebutkan kasus kategori Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bertambah sebanyak 5 kasus, sehingga total PDP saat ini berjumlah 234 kasus.

Dari 5 kasus PDP tersebut andi menerangkan berasal dari Samarinda 3 kasus yaitu laki-laki 22 tahun, laki-laki 50 tahun, dan laki-laki 50 tahun merupakan pelaku perjalanan dari Gowa (Sulawesi Selatan), masing-masing dengan keluhan demam, batuk, dan sesak nafas. Kasus dirawat di RSUD AW Syahranie.

2 kasus berikutnya dari Kutai Timur, dimana 1 kasus Perempuan 8 tahun merupakan kontak erat dari KTM 2 yang memiliki keluhan batuk dan memiliki gambaran broncopneumonia. Pasien melakukan isolasi mandiri di rumah dan 1 kasus Perempuan 17 tahun merupakan pelaku perjalanan dari Jogjakarta, memiliki keluhan demam, batuk, pilek dan sakit tenggorokan.

“PDP yang berusia 8 tahun dari Kutim untuk saat ini kami belum dapat penjelasan apakah ada hubungan keluarga dengan KTM 2 yang sudah sembuh dirawat di Bontang,” ucap Andi

Kedua PDP baru asal Kutim ini menjalanai isolasi mandiri di rumahnya masing-masing.

“Kenapa dikarantina dirumah, karantina ini disesuaikan dengan kondisi dan status pasien. PDP dengan gejala ringan dapat melakukan isolasi mandiri dirumah, apabila berkondisi sedang dan berat wajib dilakukan isolasi dirumah sakit,” sebutnya.

Kemudian untuk Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada penambahan sebanyak 182 orang, selesai menjalani masa pemantauan 200 orang. Sehingga total pasien ODP ada 5.110 orang, yang menjalani masa pemantauan sebanyak 2.197 orang.

MAHULU — Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh memberikan instruksi kepada Pj Sekretaris Kabupaten untuk mengarahkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK), mendampingi pemerintah kampung dalam pencegahan penyebaran COVID-19.

“Pj Sekkab Mahulu saya instruksikan memberikan arahan kepada DPMK melakukan pendampingan ke pemerintah kampung (desa) dalam merevisi sebagian kegiatan sebagai upaya penanganan wabah Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) di setiap kampung,” ujar Bonifasius di Ujoh Bilang, Kamis.

Instruksi lainnya adalah memberikan prioritas kepada seluruh pemerintahan kampung dalam proses pencairan Dana Desa Tahap I, termasuk memberikan petunjuk dalam penyelesaian seluruh rangkaian dokumen laporan akuntansi keuangan tahun anggaran sebelumnya.

Sedangkan di tingkat kabupaten, Penjabat (Pj) Sekkab Mahulu juga diminta mendampingi secara ketat semua kegiatan yang harus dilakukan oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19, terutama pada aspek koordinasi antarunit kerja dan masalah keuangannya.

Sebelumnya, saat melantik Pj Sekkab Mahulu Stephanus Madang yang menggantikan Yohanes Avun karena masuk pensiun, bupati mengatakan tanggal 29 Maret 2020 Mendagri menerbitkan Surat Edaran Nomor 440/2622/SJ tentang Pembentukan Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 di daerah.

Selain itu, Mendagri juga menerbitkan Instruksi Mendagri Nomor 1 tahun 2020 tentang Pencegahan Penyebaran dan Percepatan Penanganan COVID-19 di lingkungan pemerintah daerah.

“Surat edaran dan instruksi Mendagri ini kemudian kita tindak lanjuti dengan menerbitkan surat keputusan tentang gugus tugas tingkat Kabupaten Mahakam Ulu, lengkap dengan petunjuk teknis pelaksanaannya,” ucap Boni.

Ia melanjutkan, pada 16 Maret 2020 pemerintah menerbitkan kebijakan work from home (kerja dari rumah). Diikuti penerbitan Keputusan Gubernur Kaltim Nomor 360/K.246/2020, tanggal 20 Maret 2020, tentang Penetapan Kalimantan Timur sebagai daerah berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB) akibat COVID-19.

Sedangkan Menteri Desa, Pebangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mengeluarkan Surat Edaran Nomor 8 tahun 2020, tanggal 24 Maret 2020 tentang Desa Tanggap COVID-19 dan Penegasan Padat Karya Tunai di Desa.

“Kebijakan tentang kerja dari ruma, Surat Edaran Mendes PDTT, dan Keputusan Gubernur Kaltim tersebut sudah kita jadikan bagian landasan hukum menerbitkan Surat Edaran Bupati Mahulu Nomor 8/2020 tentang Desa Tanggap COVID-19 dan Penegasan Padat Karya Tunai Desa,” kata Boni. (mg)

Tana Paser – Hingga 8 April 2020, belum ditemukan kasus pasien positif virus corona atau COVID-19 di Kabupaten Paser. Data dari Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19, tercatat 211 Orang Dalam Pemantauan (ODP), 8 Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dan 8 pasien yang pernah dirawat di RSUD Panglimsa Sebaya, sudah dipulangkan karena kondisinya membaik

Oleh karena itu, pengawasan secara ketat terhadap orang dari luar daerah di perbatasan perlu dilakukan dengan baik. Terdapat 3 kecamatan yang berbatasan dengan luar daerah yakni Muara Komam, Batu Engau dan Long Kali.

Ketiga kecamatan tersebut merupakan wilayah yang berbatasan dengan daerah lain. Muara Komam dan Batu Engau berbatasan dengan Provinsi Kalsel, sedangkan Long Kali berbatasan dengan Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Karena perbatasan, ini harus ketat penjagaannya, mengingat di Kabupaten Tabalong (Propinsi Kalsel) sudah ada terinfeksi. Penajam sudah ada juga. Alhamdulilah Kabupaten Paser saat ini tidak ada,” kata Rahmadi, anggota Komisi III DPRD Paser saat DPRD memantau kesiapan posko COVID-19 di perbatasan Kaltim – Kalsel, tepatnya di Desa Muara Langon Kecamatan Muara Komam, Rabu 8 April 2020.

Kabupaten Paser saat ini masih dikategorikan sebagai zona kuning, mengingat jumlah ODP yang setiap harinya semakin meningkat. Upaya pengecekan suhu di perbatasan dinilai sebagai deteksi dini yang tepat, apalagi untuk mencegah penyebaran virus dari daerah zona merah, atau daerah yang sudah terjangkit.

“Karena pos penjagaan di daerah perbatasan ini, karena sangat meresahkan kita yaitu dari zona-zona merah yang melintas. Dimohon kesadarannya masyarakat terutama yang datang dari zona merah untuk melapor ke dinas kesehatan,” ungkap anggota Komisi III DPRD Paser lainnya, Nordianti dan Aspiana Elly Ermayanti.

Peninjauan Komisi III DPRD Paser ini didampingi Camat Muara komam Abdul Rasyid, Danramil, dan tenaga puskesmas setempat.

Samarinda – Pasien yang sebelumnya dinyatakan Positif terjangkit Covid-19 akhirnya dapat berkumpul dengan keluarga masing-masing setelah hasil laboratorium ke dua menyatakan Negatif virus Corona.

“Pasien sembuh dari Covid-19 kini totalnya enam orang. Mereka adalah pasien berkode BPN-1, BPN-3 dan BPN-6, yang sudah sekali pemeriksaan laboratorium hasilnya Negatif. Kini (dinyatakan) sembuh setelah keluar hasil Negatif kedua,” jelas Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kaltim, Andi Muhammad Ishak, Rabu (8/4/2020).

Dengan penambahan tiga orang sembuh ini berarti total pasien Covid-19 yang berhasil sembuh di Kaltim berjumlah enam orang. Walau dinyatakan dapat kembali ke rumah masing-masing, semuanya masih tetap menggunakan masker kesehatan.

Kesembuhan pasien-pasien asal Balikpapan ini menang sudah sangat ditunggu mengingat pada pekan lalu, ketiganya dinyatakan Negatif Covid-19 setelah sebelumnya menyandang status terkonfirmasi Positif.

Pasien BPN-1 masuk RSUD Kanojoso Djatiwobowo pada tanggal 14 Maret, BPN-3 dirawat tanggal 16 Maret dan BPN-6 dirawat pada tanggal 18 Maret 2020. Pada Jumat (3 April 2020) hasil pemeriksaan pertama ketiga pasien menunjukkan Negatif dari sebelumnya Positif.

Sebelumnya, pada tanggal 4 April 2020, pasien pertama di Kaltim yang berhasil sembuh adalah pasien asal Kabupaten Kutai Timur dengan kode KTM-2 dan pada tanggal 7 April, pasien asal Kutai Timur yang dirawat di Bontang dengan kode BTG-1, juga mampu melawan virus Corona ini.

Berau – Ditengah pandemi Covid-19, Bupati Berau, H Muharram menyayangkan ada oknum yang memanfaatkan situasi untuk melakukan kejahatan dengan modus penipuan online berkedok petugas penanganan Covid-19 dari Juru Bicara (Jubir) pemerintah Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto.

Bupati H Muharram mengatakan jika dirinya sempat dihubungi oleh seseorang agar mengirimkan dana sebesar Rp 23 juta untuk biaya transportasi 10 orang yang akan ditugaskan di Kabupaten Berau untuk penanganan wabah virus corona.

“Saya tidak percaya begitu saja dan meminta langsung untuk ditelusuri informasi itu,” kata H Muharram, Rabu (8/4/2020).

Informasi tersebut dipastikan tidak benar atau hoax setelah Bupati melakukan koordinasi kepada pihak PT Berau Coal.

“Saya dihubunginya dan meminta tolong dihubungkan dengan pihak PT Berau Coal. Tapi saya minta jangan diladenin dulu karena dia minta uang kes biaya transportasi Rp 23 juta,” tuturnya.

“Sungguh sangat disayangkan dalam situasi seperti ini ada saja oknum yang ingin malukan hal demikian,” timpalnya.

Dengan kejadian tersebut, Bupati mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dengan modus penipuan ditengah wabah virus corona ini. Jika ada masyarakat yang menerima atau mengetahui informasi modus penipuan untuk segera melaporkan ke pihak kepolisian.

Sementara itu, Arif Hadianto selaku Corporate Communications Manager PT Berau Coal membenarkan bahwa pihaknya memang ada melakukan koordinasi dengan Bupati Berau terkait modus penipuan tersebut.

Pihaknya juga telah melakukan koordinasi langsung dengan Achmad Yurianto selaku jubir Penanggulangan Covid-19.

“Dipastikan itu modus penipuan, kami juga sudah berkoordinasi langsung dengan bapak Achmad Yurianto,” tandas Arif Hadianto.

BALIKPAPAN- Tidak dipungkiri, kegiatan ojek online belakangan ini sangat padat melihat tingginya permintaan konsumen terhadap permintaan jasa. Sebagai bentuk apresiasi, Astra Motor Balikpapan selaku main dealer memberikan layanan service gratis kepada ojek online.

Service gratis ini telah dilakukan di beberapa dealer Astra motor Balikpapan hingga tanggal 9 april 2020 nanti. Semangat para ojek online saat servis pun terlihat, seperti yang dirasakan salah seorang driver Aguswiro bersama rekanya Pramudya waktu melakukan servis gratice.

Saat ditemui di Dealer MT Haryono pukul 13.00 Wita, mereka tampak menunggu-nunggu momen tersebut.

“Kebetulan mba saya sering lupa kalau servis motor, tapi kalau ada promo saya semangat jadi mau servis, sangat membantu banget apalagi gratis,” ujar Aguswiro, Rabu (8/4/20).

Kepala Wilayah Astra Motor Balikpapan, Suryanto Wirawan mengatakan Ojek Online sangat membantu kebutuhan masyarakat belakangan ini.

Tentunya dengan kondisi motor yang baik akan membuat para ojek online nyaman dan aman saat beraktifitas. “Semoga rekan-rekan ojek online dapat memanfaatkan program ini hingga tanggal 9 april nanti,” katanya.

Melihat hal tersebut, salah seorang ojek online, Pramudya tak lupa memberikan pesan-pesan untuk Astra Motor Balikpapan. Ia berharap agar Astra Motor Balikpapan dapat terus sukses dan semakin jaya. (*)

Bontang – Pandemi Covid-19 masih menghantui Kota Bontang. Arus masuk mobilisasi massa ke Kota Bontang, Kalimantan Timur di Tugu Selamat Datang pun diperketat. Bahkan, jalur Gunung Kusnodo akan ditutup total dialihkan ke Tugu Selamat Datang.

Ini disampaikan Kamilan, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bontang, Selasa (7/4). “Ia, sudah tadi dirapatkan dengan Wali Kota, Polres, Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) dan instansi terkait lainnya,” jelas Kamilan.

Kata Kamilan, sejatinya ada lima titik posko didirikan. Selain di Tugu Selamat Datang, Gunung Kusnodo, simpang 3 eks Jalan Pupuk Raya, persimpangan RS Amalia Bontang, dan simpang tiga Gunung Sari menuju Rawa Indah.

Penutupan total jalur di Gunung Kusnodo, kata Kamilan sengaja dilakukan agar mobilisasi massa dan kendaraan dari Kutai Timur bisa terpusat di Tugu Selamat Datang. Sementara di Tugu Selamat Datang akan dijaga ekstra ketat.

Di posko Tugu Selamat Datang, lanjut dia, akan disiapkan kisaran 18 orang tim gabungan. Terdiri dari Dishub, Polres, BPBD, Diskes, TNI, dan Satpol PP Bontang. Mereka bergantian 4 shift. Mulai pukul 08.00 sampai 00.00 Wita, totalnya 16 jam dijaga ketat.

“Hanya sampai jam 00.00 saja. Sebab, arus mobilisasi jam segitu kurang. Jadi kami mulai jam 08.00 sampai 00.00 Wita,” tegas Kamilan.

Nantinya, Tugu Selamat Datang akan dibagi tiga jalur. Jalur pertama, jalur keluar kendaraan dari Bontang. Sedangkan, dua jalur lainnya dikhususkan untuk jalur kendaraan distribusi barang dan orang. Dua jalur ini akan mendapatkan perlakuan ketat. Mulai dari pemeriksaan suhu badan setiap orang yang lewat. Mendata nama, asal keberangkatan, hingga nomor gawai. Penyemprotan disinfektan kendaraan juga dilakukan.

“Kalau suhu badannya melebihi batas normal, kisaran 37 derajat celsius akan ditangani lebih lanjut tim Gugus Percepatan Covid-19,” jelas Kamilan.

Sedangkan tiga pokso lainnya, akan memantau mobilisasi massa dalam kota dan kerumunan warga yang masih dilarang. “Posko lainnya untuk berjaga sekaligus mengontrol warga yang berada di kerumunan. Sebab, Bontang masih berstatus Kejadian Luar Biasa. Besok kita mulai lakukan,” ujar Kamilan.