Bontang – Bantuan penanggulangan wabah corona virus disease (Covid-19) disalurkan Pupuk Kaltim kepada jurnalis di Bontang. Bantuan ini bentuk kepedulian terhadap pekerja pers sebagai garda terdepan menyampaikan informasi.

Manager Humas Pupuk Kaltim, Wahyudi menyampaikan, dalam situasi wabah Covid-19 ini jurnalis begitu rentan tertular virus karena setiap saat berhubungan langsung dengan pihak-pihak terkait atau narasumber.

“Jurnalis sibuk memberikan penyajian informasi yang akurat kepada masyarakat, kadang diri mereka sendiri tidak terurus. Bantuan yang diberikan Pupuk Kaltim ini sebagai wujud kepedulian terhadap awak media,” ujarnya, Senin (13/04).

Tak hanya jurnalis Bontang, Wahyudi menyampaikan bantuan serupa juga akan diberikan jurnalis di Kalimantan Timur. “Semoga bantuan ini juga bisa menjadi penyemangat jurnalis dalam mencari berita,” tambahnya.

Bantuan yang diberikan berupa masker kain, masker non-medis, minuman kesehatan, suplemen kesehatan, dan hand sanitizer. Masker kain merupakan buah karya mitra binaan Pupuk Kaltim, sementara hand sanitizer dibuat RS Pupuk Kaltim.

Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bontang, Suriadi Said mengatakan, Pupuk Kaltim hadir di saat yang tepat. Kata dia, Pupuk Kaltim langsung memikirkan nasib awak media dengan cara memberikan bantuan.

“Di tengah sulitnya mendapatkan masker dan hand sanitizer, Pupuk Kaltim hadir menyediakan untuk wartawan. Kami ucapkan terima kasih atas bantuannya. Semoga kerjasama ini dapat terus terjalin,” tuturnya.

Serupa, perwakilan Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Balikpapan Kartika Anwar mengaku, bantuan ini sangat membantu menjaga kesehatan dan kebersihan jurnalis dalam menjalankan aktivitas peliputan.

“Tentu sangat berterima kasih kepada Pupuk Kaltim. Pekerja media yang selalu bertemu narasumber dan orang banyak, tentu membutuhkan alat pelindung diri dan vitamin agar tubuh tetap sehat,” kata Tika.

Sementara, Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Bontang, Teguh Suharjono menyebut bantuan yang diberikan perusahaan pupuk itu akan menunjang aktivitas insan pers. Ia berharap bantuan serupa juga bisa dilakukan perusahaan lainnya.

“Selain para medis yang berdekatan dengan pasien, pers juga selalu hadir untuk mencari informasi. Sehingga sangat rentan terkena virus,” pungkasnya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *