SAMARINDA – Kendati kegiatan pembelajaran di kelas telah dihentikan selama satu bulan, Dinas Pendidikan Kota Samarinda tetap menyelenggarakan Ujian Sekolah (US) bagi kelas VI (enam) SD.

Diketahui, Total ada sebanyak 420 SD Negeri dan Swasta yang mulai kemarin telah melaksanakan ujian sekolah dan Pelaksanaannya sesuai kalender pendidikan, yaitu 13-17 April 2020.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Samarinda, Asli Nuryadin, mengungkapkan pelaksanan Ujian Sekolah kali ini dilakukan di rumah masing-masing atau daring, mengingat salah satu poin kebijakan physical distancing untuk meniadakan segala aktivitas berkerumun di dalam satu lokasi.

Dirinya menuturkan, pihaknya terus melakukan evaluasi dalam kurun sebulan terakhir ini untuk memastikan kegiatan ujian sekolah ini dapat dilakukan secara serentak dan tetap kondusif.

“Namanya sebuah kebijakan pasti tidak bisa langsung melingkupi semua pihak. Kemarin kami sudah mengevaluasi apa saja keluhan yang dihadapi sekolah selama kegiatan belajar mengajar (KBM) jarak jauh dilaksanakan, ternyata tidak semua sekolah yang menerapkan pembelajaran berbasis daring karena keterbatasan dari muridnya,” ungkapnya, Senin (13/4).

Terkait mekanime pendistribusian soal ujian, Ia membeberkan semua soal ujian sudah diserahkan ke masing-masing sekolah, kemudian sekolah akan menyampaikan soal ke murid dengan berbagai cara. Bisa berbasis online atau secara manual mengantarkan langsung ke rumah.

“Strategi menjawab soal bagi murid yang sudah memiliki fasilitas gawai dan perangkat digital daring bisa langsung mengirim hasil jawaban ke tim ujian di sekolah,”bebernya.

Saat ini hampir semuanya pelaksanaan ujian di SD dilaksanakan secara online melalui aplikasi yang biasa digunakan oleh sekolah.

Aplikasi bisa berupa apa saja, seperti guru mengunggah soal di google classroom atau bisa juga memfoto lembar soal, lalu formatnya diubah menjadi PDF dan dikirim ke grup kelas sehingga murid-murid bisa langsung mengerjakan soal di rumah.

Hanya saja, soal kewenangan pelaksanaan ujian kembali lagi kepada
pihak sekolah masing-masing, terutama bagi sekolah yang terkendala dengan sistem berbasis online.

“Saya tetap mempersilahkan sekolah melaksanakan ujian secara manual, seperti mengantarkan langsung soal kepada murid yang tidak bisa melaksanakan ujian secara daring, tapi dengan syarat tetap mengutamakan esensi physical distancing,” jelasnya.

Dan yang terakhir Asli menegaskan bahwa segala bentuk penilaian akhir dan keputusan kelulusan sudah diserahkan secara penuh kepada pihak sekolah.

Oleh karena itu, kriteria kelulusan murid ditentukan dari nilai raport kelas satu hingga nilai raport kelas 6 semester 1, portofolio, prestasi, penugasan, tes daring, dan bentuk asesmen jarak jauh lainnya.

“Apabila ada murid yang berhalangan mengerjakan karena alasan sakit dan sebagainya, pihak sekolah diperbolehkan untuk mengizinkan murid tersebut tidak menghadiri ujian,” ucapnya.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Anwar Makarim telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan Dalam Masa Darurat Penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19) pada Selasa (24/3/2020).

Dalam surat edaran itu dijelaskan bahwa pemerintah mempunyai kepedulian yang tinggi akan kesehatan lahir dan batin bagi siswa, guru, kepala sekolah, dan semua warga sekolah.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *