BALIKPAPAN – Kebijakan pengetatan sosial yang diterapkan Pemkot Balikpapan guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 atau Virus Corona tampaknya memberi dampak positif.

Bukan saja dapat mencegah penyebaran, namun beberapa kebijakan yang mendorong untuk berkegiatan dirumah ini juga mengurangi polusi udara yang kerap dihasilkan oleh kendaraan dijalan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Balikpapan, Suryanto mengatakan kualitas udara secara umum membaik. Bahkan ia mengklaim bahwasannya kualitas udara di Kota Minyak adalah yang terbaik dari 39 Kota lain di Indonesia.

“Kota Balikpapan masih nomer satu dibanding kota lain. Bukan kita yang menilai tapi ditingkat Menteri Lingkungan Hidup,” ujar Suryanto, Senin (13/4).

Dari data yang dihimpun, Indeks Standart Pencemar Udara (ISPU) menunjukkan, dalam rata- ratanya Kota Balikpapan berada diangka 20 dalam kurun waktu dua bulan terakhir. Dimana dalam indeks, rentang angka 0-50 menunjukkan tingkat kualitas udara dalam kategori baik.

Artinya tingkat kualitas udara tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan, ataupun nilai estetika.

“Kita bisa pantau kualitas udara setiap dua menit kelihatan berganti. Dan salah satu contoh kualitas udara membaik di lokasi yang selama ini padat kendaraan ada Balikpapan Baru,” terangnya.

Untuk memantau kualitas udara, DLH memiliki tiga alat yang terpasang di tiga lokasi. Yakni berada di kawasan Plaza Balikpapan, Balikpapan Baru dan Rapak. Tiga alat tersebut saat ini telah didesain secara online, sehingga data tersebut akan tersambung ke pemerintah daerah dan akan dikirim ke pemerintah pusat.

“Datanya kita kirim ke pusat, jadi merekapun bisa memantau. Dari Kementrian merek mendata lagi dan baru ditayangkan lagi bersama kota lain. Jadi layarnya ada dua bisa memantau kota sendiri dan bisa memantau kota lain juga,” jelasnya.

Menurut Suryanto, jika melihat perbandingan daerah lain, kualitas udara di Balikpapan bahkan termasuk yang terbaik di Indonesia. (*)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *