BONTANG – Delapan hari lagi memasuki Ramadan. Status Kejadian Luar Biasa (KLB) di Kota Bontang belum dicabut. Ini menyusul adanya tiga warga setempat terkonfirmasi positif, Kamis (16/4) kemarin.

Pemkot Bontang bersama tokoh agama, Forkopimda bersepakat jika ibadah Ramadhan dilakukan secara berjemaah di rumah masing-masing, bersama keluarga. Kesepakatan ini bersifat sementara sembari melihat kondisi pandemi korona di Kota Bontang.

“Iya, sudah kami sepakati di rapat bersama elemen terkait,” ujar Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, Jumat (18/4) malam.

Selama Ramadhan, lanjut Neni pelaksanaan salat lima waktu, tarawih, salat Jumat diganti Salat Zuhur. Semuanya dilaksanakan di rumah. Semua ini sebagai upaya Pemkot, Forkopimda, dan tokoh agama melindungi masyarakat dari penyebaran wabah Covid-19.

“Kesepakatan ini bersifat sementara. Sembari melihat kondisi Bontang selanjutnya,” tambah Neni.

“Ingat, kami tidak melarang beribadah, tapi hanya tempatnya pindah di rumah. Mari kita patuhi imbauan ini agar Bontang bisa bebas Covid-19,” pesannya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *