BALIKPAPAN – Pemerintah Kota Balikpapan memutuskan meniadakan kegiatan Bazar Ramadan yang rencananya digelar menjelang Idul Fitri 1441 Hijriah mendatang. Keputusan tersebut dibuat akibat wabah virus Corona yang tengah melanda wilayah Indonesia, termasuk Kota Balikpapan.

Sekretaris Dinas Perdagangan Kota Balikpapan, Philipus Rimpa menyebut, keputusan tersebut dibuat setelah ada intruksi dari Walikota Balikpapan. Untuk menghindari kerumunan massa, aktivitas yang biasanya dilakukan saat Ramadhan, diminimalisir intensitasnya.

Akibat pandemi ini juga, kegiatan keagaman yang selalu dilakukan saat Ramadan pun diminta untuk dibatasi agar memutus mata rantai penyebaran. Seperti sholat terawih, buka puasa bersama hingga sahur on the road.

“Bazar Ramadan ditiadakan sesuai kebijakan pemerintah kota. Kita sama-sama berdoa dan berusaha wabah ini secara berakhir,” ujar Philipus saat dihubungi, Rabu (15/4).

Bazar Ramadan merupakan agenda rutin Dinas Perdagangan saat bulan Ramadan. Tujuannya menjamin masyarakat, utamanya menengah ke bawah dapat membeli barang kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Dinas Perdagangan biasanya bekerjasama dengan Bulog, yang menjual bahan pokok mulai dari beras hingga daging sapi dengan harga 2 kali lebih murah.

Philipus menyebut, peniadaan Bazaar Ramadhan ini sudah disosialisasikan kepada Kecamatan dan Kelurahan.

“Selama ini yang mengadakan pasar Ramadhan adalah kecamatan dan kelurahan. Sudah mulai disampaikan ke 6 kecamatan untuk diteruskan ke masing-masing kelurahan,” ungkapnya. (*)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *