BALIKPAPAN- Sebentar lagi, Kota Balikpapan akan memiliki satu alat PCR bantuan dari Kementerian BUMN yang akan diserahkan pada Rumah Sakit Pertamina Balikpapan.

Kendati kabar baik itu datang, namun ternyata harus ada risiko yang diambil Dinas Kesehatan Kota. Jika PCR datang maka diprediksi kasus positif Covid-19 akan lebih cepat terdeteksi.

Untuk itu, Kepala Dinas Kesahatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty meminta agar masyarakat tidak kaget dalam menyikapi hal ini.

“Jadi jangan kaget memang dengan adanya alat yang misalnya tadinya kita mengumumkan positif setiap beberapa hari sekali, nanti setiap hari bisa jadi kita ketemu kasus positif,” ujar Andi Sri Juliarty.

Jika sebelumnya untuk mengetahui hasil swab test yang menggunakan PCR diperlukan 7-10 hari karena harus mengantre di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya. Dengan alat PCR yang dimiliki Kota Balikpapan nanti hasil swab test akan bisa diumumkan setiap hari karena hasil akan keluar dalam waktu 6 jam.

“Tetapi kita ambil resiko itu, dalam rangka cepat ditangani daripada kita menunggu lama. Jadi mungkin hasil ini akan diterima lebih, bisa 6 jam hasil sudah keluar,” katanya.

Memang risiko mengenai adanya pengumuman positif atau negatif yang diprediksi akan ada setiap hari telah disadari oleh Gugus Tugas Covid-19 maupun Pemkot Balikpapan.

Namun, resiko itu berani diambil oleh pemerintah dalam rangka melindungi masyarakat demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Ini tidak apa-apa karena lebih cepat kita mengetahui, lebih cepat kita menanganinya, dan artinya akan lebih cepat juga sembuh dan harapan hidup bisa lebih besar,” tandasnya. (*)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *