BALIKPAPAN – Kebijakan Presiden Joko Widodo dalam melarang mudik warganya membuat penerbangan komersil ditiadakan untuk sementara waktu. Hal ini sempat membuat pemerintah kota Balikpapan kebingungan. Pasalnya hasil swab test selama ini harus dikirim ke Balai Besar Laboratorium Kesehatan Surabaya menggunakan pesawat.

Namun setelah dilakukan kordinasi dengan Dinas Kesehatan Provinsi, pemerintah akhirnya menyepakati pengiriman spesimen akan dilakukan melalui cargo.

“Dengan lockdown bandara sudah kami komunikasikan dengan Dinkesprov dan diupayakan melalui sistem Cargo Port to Port oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty, Sabtu (25/4).

Dijelaskan Andi, hasil swab tersebut harus dikirimkan ke BBLK dalam waktu satu hari. Sebab, jika pengiriman lebih daripada waktu yang sudah ditentukan, maka hasil spesimen bisa dimungkinkan rusak.”Spesimen harus sampai dalam satu hari sebab jika lebih akan menjadi rusak juga,” ujarnya.

Sementara itu terkait dengan lamanya penanganan pasien, wanita yang kerap disapa Dio ini menjelaskan hal itu bersifat kasuistik. Apalagi pasien di Kota Balikpapan yang memang rata-rata berada di usia 50 tahun, memiliki penyakit penyerta atau yang biasa disebut komordit.

“Lama tidaknya penanganan satu kasus tergantung dari kondisi orang per orang. Karena respon tubuh juga berbeda-beda, terbentuknya imunitas juga tak bersamaan semuanya,” jelas Dio.

Dilanjutnya, lama hasil swab yang diterima dari BBLK Surabaya pun tak kalah menjadi penentu. Sebab, ini juga menjadi salah satu faktor kesulitan bagi tenaga medis untuk mengambil tindakan terhadap pasien.

Bahkan hasil swab sekarang rata-rata baru diterima hingga 10 hari.”Saya juga pusing ini dari BBLKnya yang memang lama sekali. Semoga saja PCR dari Pertamina segera datang di akhir bulan nanti, makanya kita sedang monitor terus,” tandasnya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *