Tenggarong – Belajar di rumah selama pandemik virus korona atau Covid-19 tidak menyurutkan semangat belajar siswa di SDN 003 Tenggarong, Kutai Kartanegara.

Kurnia Astuti, pengajar di SDN 003 Tenggarong berpendapat penggunaan aplikasi whatapp dalam belajar-mengajar mampu meningkatkan hubungan anak dan anggota keluarga dalam mengaplikasinya arahan pengajarnya.

“Bersyukur dengan adanya pelatihan pembelajaran jarak jauh (PJJ) dari Tanoto Foundation, Saya dapat memahami jenis apa yang sesuai dengan potensi sekolah dan siswa serta pelaksanaan pembelajaran. (Aplikasi) WhatsApp masih menjadi favorit Kurnia dalam PJJ karena dapat digunakan di laptop maupun telepon genggam, dapat melampirkan foto, video, audio, dan forum diskusi dapat dibentuk secara realtime. Siswa dan orang tua siswa juga sangat familiar dengan WhatsApp Group,” ucapnya.

Kurnia mengakui, jika memberikan pelajaran tentang energi sulit melekat diotak siswa jika hanya melalui dialog di WhatsApp Group. Untuk itu ia menugaskan siswanya menggambar dan mendokumentasikan aktivitas perubahan energi yang ada di sekitar rumah dalam bentuk video

Para siswa mendemonstrasikan kegiatan sehari-harinya yaitu menonton TV, membuat minuman dingin, membantu ibu, menyeterika baju. Kemudian para siswa menentukan listrik yang digunakan beserta perubahannya. Para siswa memahami bahwa listrik dapat mengubah menjadi bunyi dan cahaya, padat menjadi cair, dingin menjadi panas dan panas menjadi dingin. Setelah teridentifikasi, siswa meminta bantuan orang tua dan adik untuk merekam aktivitasnya dan penjelasannya.

“Saya sekarang sedang membuat minuman dingin dengan alat masak blender. Perubahan yang terjadi adalah dari energi listrik menjadi energi gerak,” jelas Ramadhani, siswa kelas IV.

Sementara itu, Fadhil, sangat tertarik dengan tanaman rempah-rempah yang tumbuh di sekitar rumahnya. Ada jahe, kunyit kencur, hingga buah asam.

Setelah mengerjakan tugas mata pelajaran IPS kelas IV tentang sumber daya alam hewani dan nabati, Fadhil akhirnya mengetahui betapa pentingnya sumber daya alam tersebut di tengah pandemik seperti ini.

Awalnya, Fadhil membagi-bagi mana sumber daya nabati dan hewani di sekitar rumahnya. Baik, orang tua Fadhil dan tetangga, tidak mempunyai sumber daya hewani, yaitu binatang yang ditemukan di alam liar atau peternakan. Di lingkungannya, budidaya hewan air juga tidak ditemukan.

Namun, Fadhil menemukan sumber daya nabati, yaitu rempah-rempah yang ditanam ibu dan teman-teman ibunya. Sumber daya alam nabati adalah sumber daya alam yang berasal dari tumbuhan.

Fadhil memutuskan untuk mendokumentasikan pembuatan jamu jahe untuk meningkatkan daya tahan tubuh dalam situasi pandemik seperti ini.

“Dengan belajar tentang sumber daya alam, saya tidak hanya membedakan sumber daya alam nabati dan hewani, tetapi bagaimana pemanfaatannya,” tutup siswa kelas IV, Fadhil.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *