Kutai Timur – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim), kini bersikap lebih tegas terhadap semua warga pendatang yang masuk ke wilayah Kutim. Dalam waktu dekat, Pemerintah Kabupaten  Kutim akan mulai menerapkan aturan wajib karantina bagi semua warga yang masuk ke wilayah Kutim. Aturan ini tidak hanya berlaku kepada warga pendatang luar daerah yang ingin masuk ke wilayah Kutim, tetapi termasuk kepada warga asli Kutim sendiri yang diketahui usai bepergian dari sejumlah daerah di wilayah Kaltim dan luar Kaltim.

Demikian diungkapkan Bupati Kutim, Ismunandar usai memimpin rapat koordinasi dengan sejumlah Ketua Paguyuban dan Keluarga Adat yang ada di wilayah Kutim, Senin (4/5), di ruang Meranti Kantor Bupati Kutim.

“Saat ini sedang kita siapkan tempat karantina. Rencananya di BPPUTK (Bumi Pelatihan dan Percontohan Usaha Tani Konservatif, red) kilometer 3 Sangatta Selatan, yang diperuntukkan sebagai tempat karantina bagi warga umum yang masuk ke Kabupaten Kutim. Sementara wadah karantina khusus untuk ASN, disiapkan di Hotel MS Sangatta,” ujar Ismu yang diamini Sekda Kutim, Irawansyah.

Lanjut Ismu, saat ini Kutim sudah masuk zona merah dalam penyebaran dan penularan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), serta diduga kuat telah terjadi transmisi lokal atau penularan langsung antara manusia. Walaupun memang area penularan masih dalam lingkup kontak erat terdekat, yakni keluarga dari pelaku perjalanan sebagai sumber awal penyakit. Namun hal ini juga menjadi perhatian serius pemerintah Kutim, jangan sampai nantinya penyebaran dan penularan COVID-19 di Kutim terjadi semakin tidak terkendali dan sporadis, jika tidak ada upaya pencegahan secara masif dan maksimal sejak awal.

“Kutim kan sekarang masuk zona merah COVID-19. Bahkan diyakini sudah terjadi penularan secara langsung antara orang perorang atau transmisi lokal. Makanya pemerintah berupaya keras agar penularan dan penyebarannya tidak semakin sporadis dan tidak terkendali. Melalui upaya mengkarantina setiap pendatang yang masuk ke wilayah Kabuapten Kutim, saat ini menjadi salah satu alternatif terbaik upaya pencegahan. Tidak pandang bulu, setiap orang yang masuk Kabupaten Kutim, apakah itu masyarakat umum ataupun ASN (Aparatur Sipil Negara, red), langsung kita karantina terlebih dahulu sebelum ke tempat tujuannya,” jelas Ismu.

Tidak hanya menyiapkan wadah atau rumah karantina di wilayah Sangatta, tetapi tempat karantina ini juga disiapkan di masing-masing kecamatan di Kutim. Terutama kecamatan yang memang menjadi akses utama atau jalur perlintasan antar provinsi. Seperti di Kecamatan Kongbeng dan Kecamatan Muara Bengkal yang memang menjadi akses antar kabupaten.

“Hasil koordinasi dengan 18 kecamatan melalui video conference, beberapa waktu lalu, setiap kecamatan wajib memiliki rumah karantina atau isolasi COVID-19. Namun memang kita perkuat di sejumlah kecamatan yang menjadi gerbang masuk Kabupaten Kutim dan jalur lintas provinsi,” ucap Ismu.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *