Samarinda—Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Prov Kaltim Sofyan Noor menerangkan saat ini Pemerintah Indonesia sedang melakukan komunikasi intens dengan Pemerintah Arab Saudi. Komunikasi itu terkait kemungkinan dibukanya jalur haji dan umrah untuk jamaah Indonesia. Untuk itu, Kemenag Kaltim turut Menunggu hasil lobi-lobi tersebut, paling lama akhir Mei 2020.

Pelaksanaan ibadah umrah sempat tertunda karena wabah Virus Corona (Covid-19). Namun baru-baru ini Arab Saudi mulai melonggarkan aturan lockdown secara perlahan. Bahkan membuka kembali Masjidil Haram, kiblat umat muslim sedunia.

“Jadi kami menunggu, paling lama akhir Mei 2020. Sehingga kami bisa mempersiapkan segala sesuatu syarat keberangkatan haji. Kenapa akhir Mei, karena menuju lebaran Haji, masih ada waktu dua bulan lagi pasca Idul Fitri menuju musim Haji,” katanya dikonfirmasi Senin (4/5/2020).

Bila nantinya hingga akhir Mei 2020 tidak ada kepastian Pemerintah Arab Saudi kapan membuka pintu masuk, maka keberangkatan Haji Indonesia pada 2020 terpaksa dibatalkan.

“Juni misalnya, maka kami tidak bisa melakukan persiapan keberangkatan haji, kurang dari dua bulan. Karena haji itu panjang prosesnya,” jelasnya.

Berikut waiting list jamaah haji di Kaltim:

1 Balikpapan (14.589 jamaah)

2 Samarinda (16.817 jamaah)

3 Kutai Kartanegara (12.839 jamaah)

4 Paser (6.223 jamaah)

5 Berau (3.950 jamaah)

6 Kutai Barat (1.555 jamaah)

7 Kutai Timur (4.790 jamaah)

8 Bontang (4.559 jamaah)

9 Penajam Paser Utara (3.205 jamaah)

10 Mahakam Ulu (1 jamaah)

Total jumlah daftar tunggu jamaah haji di Kaltim, 68.628 jamaah.

Sementara itu, untuk proses umrah, baru akan dilakukan setelah musim haji berakhir, atau sekitar bulan Agustus 2020.

Berikut data jamaah umrah di Kaltim, yang tertunda akibat Covid-19 (jadwal sebelumnya keberangkatan Maret-April):

  1. Berau (424 jamaah)
  2. Kutai Kartanegara (48 jamaah)
  3. Kutai Timur (87 jamaah)
  4. Kutai Barat (0 jamaah)
  5. Paser (0 jamaah)
  6. Penajam Paser Utara (22 jamaah)
  7. Balikpapan (1.287 jamaah)
  8. Bontang (409 jamaah)
  9. Samarinda (751 jamaah)
  10. Mahakam Ulu (0 jamaah)

Total jamaah umrah asal Kaltim yang tertunda sebanyak 3.028 jamaah.

dok: risalahtour

BALIKPAPAN -Sejalan dengan upaya Pemerintah untuk memitigasi penyebaran pandemi COVID-19, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan dan Gojek berkolaborasi untuk mengajak masyarakat berbelanja di pasar-pasar rakyat dengan menggunakan layanan GoShop.
GoShop yang merupakan layanan Gojek untuk membeli berbagai kebutuhan dari lokasi manapun dan telah tersedia di seluruh Indonesia.

Gojek dan Pemkot Balikpapan melalui Dinas Pasar telah bekerjasama di tiga pasar utama di Balikpapan untuk pembelian kebutuhan masyarakat melalui layanan GoShop yaitu ​Pasar Klandasan, Pasar Pandansari dan Pasar Sepinggan.

Walikota Balikpapan Rizal Effendi bersama Wakil Walikota Balikpapan Rahmad Masud melakukan Peresmian GoShop yang di laksanakan di Pasar Klandasan Balikpapan

Rizal Effendi mengatakan, ini bagian dari protokol kesehatan, dimana transaksi jual beli di pasarnya tetap berjalan, belanjanya melalui online dari rumah. Supaya tidak kontak langsung antara pembeli dan pedagang, dilayani dengan Goshop didukung oleh perusahaan jasa transportasi Gojek.

“Ini sangat penting agar pasar tidak menjadi klaster baru dari penularan virus corona. Karena di Surabaya sudah terjadi, dan di Balikpapan sudah ada pedagang yang kena,” katanya.

Program ini diberlakukan uji coba untuk tiga pasar, yakni Pasar Sepinggan, Pasar Klandasan dan Pasar Pandansari.

“Nanti kalau sudah lancar kita berlakukan untuk semua pasar di Balikpapan,” ungkapnya. Kepala Dinas Pasar Arzaedi Rachman mengatakan, untuk harga masing-masing pasar berbeda. Tiga pasar ini yang sudah dimasukan di dalam Aplikasi.

“Nanti akan kita perlu pantau terus harganya. Untuk harga ayam sempat turun, sekarang sudah kembali ke harga normal. Seluruh UPT pasar dan Pedagang sudah diingatkan untuk jaga produk, contohnya jual ikan harus ikan yang segar,” ucapnya.

Mulawarman Head of Regional Corporate Affairs East Indonesia Gojek ​mengatakan, sangat mendukung kolaborasi yang dilakukan oleh Pemkot Balikpapan,dalam hal ini Dinas Pasar Kota Balikpapan bersama dengan Gojek.

Layanan GoShop turut membantu mitigasi penyebaran pandemi COVID-19 melalui teknologi dan program kolaboratif, termasuk dengan Pemkot Balikpapan kali ini. (*)

BALIKPAPAN – Kota Balikpapan hari ini kedatangan alat tes polymerase chain reaction (PCR), yang diberikan khusus dari Kementrian BUMN untuk RS Pertamina Balikpapan.

Disampaikan Kepala Dinas kesehatan Kota Balikpapan Andi Sri Juliarty alat tersebut saat ini sedang dalam proses pemasangan.

“PCR untuk RSPB sudah datang. Tahapannya pertama akan diinstal dan dilakukan uji fungsi. Setelah itu para tenaga ahli disana akan mencoba dulu,” ujar Andi Sri Juliarty, Selasa (5/

Sementara kabar gembira itu terus menyebar, kabupaten/kota lain se- Kalimantan Timur pun berharap bisa mengirim sample swabnya ke RSPB.

Sebab hal ini dirasa lebih efisien karena waktu pengiriman akan lebih cepat dan lebih mudah untuk dijangkau.

Berkaitan dengan keinginan ini, pemerintah pun masih menunggu surat izin kerjasama antara Puslitbangkes dan Laboratorium RSPB.

“Tadi kami konsul kepada Kepala Dinkes Prov, karena semua pemeriksaan swab terkendali dari puslitbangkes jadi kita masih tunggu kabar. Mudah-mudahan ini cepat saja, sehingga kita bisa langsung kirim,” jelasnya.

Mengenai tahapan penggunaan PCR, lanjutnya, pasien tetap melewati prosedur Rapid Test terlebih dahulu.

Jikalau memang ada indikasi terkait dengan Covid-19, maka barulah pasien akan dikirim swabnya dan di test dengan PCR.

“PCR itu harus berindikasi, jadi tidak bisa sembarang digunakan. Tentu dokter akan memeriksa dulu apabila ada indikasinya perlu di PCR maka akan ditest,” terangnya.

Proses pemeriksaan sample dengan menggunakan PCR memang dapat diketahui hasilnya selama 6 jam. Namun mengenai hal ini, RSPB akan memberikan hasil swab pada keesokan harinya.

“Memang cuma sebentar saja ini menyingkat waktu dari yang biasanya sebelumnya, kita harus menunggu rata-rata selama 14 hari,” katanya.

Berkaitan dengan masalah pembayaran, hingga kini pihak pemerintah masih belum mengetahui besarannya. Namun memang, pemvayaran test dengan PCR ini akan ditanggung oleh pemerintah.. (*)

Foto: Alat PCR iterima langsung oleh direktur RSPB Syamsul Bahri, MPH dan Kepala Laboratorium dr Suryani T, Sp.PK .

Samarinda— Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Ditjen Dukcapil   mengelar Rapat Koordinasi terkait Pelayanan Adminduk secara online melalui Video Conference diikuti 34 Provinsi se- Indonesia, Selasa (5/5/2020).

Dirjen Dukcapil, Zudan Arif Fakrullah mengatakan, layanan administrasi kependudukan dilaksanakan secara online hingga pandemi Covid-19 di Indonesia berakhir.

“Upayakan pelayanan tetap berjalan dengan baik. Jadi, permohonan dikirim online dan dokumennya dikirim online dengan format pdf dan penduduk bisa mencetak di rumah. Layanan online ini dapat diakses melalui website atau mengunduh aplikasi di playstore, via WhatsApp dan SMS,” katanya.

Sementara Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim, Halda Arsyad mengatakan Disdukcapail kabupaten/kota di Kaltim telah melakukan pelayanan online melalui pelayanan berbasis android, melalui google foam, whatsapp dan website.

Halda menyampaikan, berdasarkan laporan harian kabupaten/kota per 4 Mei 2020, stok blangko KTP-el di kabupaten/kota se Kaltim sebanyak 38.310 keping dan total jumlah surat keterangan (suket) KTP-el sebanyak 113.046 serta status print ready record (PRR) sebanyak.101.

“Suket paling banyak di Kabupaten Kutai Kertanegara sebanyak 53. 333, Balikpapan 23.224, Kutai Timur 16.464 dan Samarinda 10.499,” ujarnya.

Selanjutnya, ia juga menyampaikan target pelayanan cetak KTP-el dan Akta Kelahiran di Kaltim sudah mencapai target nasional.

“Sedangkan alat cetak yang tersedia di Disdukcapil se-kaltim sebanyak 57 unit, sehingga Kaltim menargetkan bulan ini seluruh suket dapat tercetak,” terang Halda

 

Penajam — Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) telah menyatakan bahwa di daerah ini telah terjadi transmisi lokal atau penularan COVID-19 setelah melalui interaksi orang di sekitaranya, sehingga semua pihak diminta waspada dan tetap melakukan protokol kesehatan.

Untuk itu, Bupati PPU Abdul Gafur Mas’ud (AGM) pun kembali meminta masyarakat untuk selalu waspada akan penyebaran virus corona jenis baru atau COVID-19 ini, sehingga penyebarannyadapat dihindari agar tidak ada lagi warga yang terdampak baru.

“Penyebaran COVID-19 sudah melalui antar-masyarakat di satu wilayah, maka dari itu semua harus meningkatkan kewaspadaan, tidak boleh ada yang main-main atau menyikapi dengan sepele. Kewaspadaan harus ditingkatkan mulai pemerintah hingga elemen masyarakat,” ujar AGM.

Transmisi lokal ini berawal dari dtemukannya warga setempat yang positif COVID-19, padahal warga tersebut tidak pernah ke luar daerah. Setelah ditelusri, ternyata warga ini pernah berinteraksi dengan pelaku perjalanan dari Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, yang sebelumnya dinyatakan positif COVID-19.

Penularan melalui transmisi lokal diperoleh dari kontak langsung pasien positif COVID-19 dengan pelaku perjalanan ke Kabupaten Gowa, atau terjadinya interaksi dengan lingkungannya. Untuk itu, ia mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap penyebaran COVID-19 sebab penyebaran virus ini tidak terlihat dan sangat cepat.

“Untuk mengantisipasi transmisi lokal tidak semakin meluas, maka seluruh warga wajib menggunakan masker, terutama ketika melakukan aktivitas di luar rumah.” katanya.

Ia melanjutkan bahwa hampir semua wilayah di Kabupaten Penajam Paser Utara sudah tidak aman dari penyebaran atau penularan COVID-19 melalui transmisi lokal, sehingga hal ini harus menjadi perhatian semua pihak.

“Kami menilai semua wilayah sudah tidak aman lagi, karena di setiap kecamatan dalam Kabupaten PPU sudah terdapat warga yang pasien positif virus corona,” ujarnya.

Dalam hal ini, Pemerintah Kabupaten PPU telah menetapkan bebarapa kriteria, yakni di wilayah Kecamatan Penajam dan Kecamatan Babulu sebagai zona merah COVID-19, karena di dua kecamatan ini paling banyak warga yang terkonfirmasi positif virus Corona.

Rincian jumlahnya adalah untuk di Kecamatan Penajam sebanyak 7 orang dan Kecamatan Babulu juga ada 7 orang yang dinyatakan positif COVID-19.

“Sementara untuk dua kecamatan lainnya adalah di Kecamatan Waru dan Kecamatan Sepaku masih berada di zona oranye, namun demikian, semua harus tetap waspada dan mengikuti protokol pencegahan virus Corona agar penyakit ini tidak menyebar,” katanya.