BALIKPAPAN – Jumlah pengangguran diprediksi akan bertambah yang diakibatkan pandemi virus Corona. Begitupula dengan penambahan angka kemiskinan.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan Achmad Zaini menyebut belum ada data pasti peningkatan kemiskinan selama Triwulan 1-2020.

“Februari 2020 lalu, masih dilakukan survei sosial ekonomi nasional, untuk menggambarkan situasi, termasuk menggambarkan kemiskinan. Namun tersendat akibat pandemi ini,” ujarnya, Minggu (10/5/2020).

Zaini menyebut, pada awal Maret belum ada guncangan berarti terhadap perekonomian, khususnya di Balikpapan. Aktivitas masih berlangsung seperti biasa, sehingga dampaknya terhadap kemiskinan masih normal.

Pada Maret, April, Mei banyak pembatasan, orang yang tergolong miskin, bisa tambah miskin. Mereka yang punya pekerjaan, tidak memiliki tambahan penghasilan lagi, khususnya sektor informal.

Meski begitu angka kemiskinan di Balikpapan 2,4 persen, cukup kecil. Nomor 5 di Indonesia dari 413 Kabupaten/Kota di Indonesia.

Ia memprediksi, kemiskinan bisa saja bertambah. Kalau pertumbuhan ekonomi turun, maka berdampak pada pendapatan, utamanya pekerjaan informal.

Sejak pandemi Covid-19, tak sedikit perusahaan-perusahaan yang menutup operasionalnya. Ada yang sementara, ada juga hingga batas waktu yang tak bisa ditentukan.

Tutupnya sejumlah perusahaan hingga retail-retail besar seperti pusat perbelanjaan diprediksi akan menambah angka pengangguran sementara. Bahkan tak sedikit, perusahaan harus melakukan PHK pada karyawan-karyawannya.

“Pengangguran bertambah, banyak karyawan yang dirumahkan hingga PHK. Disnaker Kota, sudah tercatat 5.757 warga kehilangan pekerjaan, ini menambah 18 ribu jumlah pengangguran di Balikpapan,” jelas Zaini.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *