Kutai Timur – Memasuki pekan ketiga di bulan Mei 2020, jumlah pasien terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Kutai Timur (Kutim), tercatat ada sebanyak 31 orang. Dengan jumlah yang ada saat ini, menjadikan Kabupaten Kutim sebagai satu dari tiga Kabupaten/Kota di Kaltim yang masuk dalam zona ungu penyebaran Covid-19 di wilayah Kaltim. Selain itu, dari jumlah pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Kutim, didominasi oleh pelaku perjalanan (PP) klaster Gowa (Sulawesi Selatan), beserta sejumlah orang dekat atau yang pernah melakukan kontak dengan PP Gowa (Sulawesi Selatan), yang juga ikut terpapar. Seperti, istri dan saudara, serta tenaga medis.

Menyikapi kondisi yang ada, Bupati Kutim, Ismunandar meminta Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kutim, untuk lebih memberikan perhatian lebih kepada para PP dari Gowa (Sulawesi Selatan), beserta kontak dekat mereka. Pasalnya, sejumlah informasi yang menyebutkan jika masa inkubasi Covid-19 dari klaster Gowa (Sulawesi Selatan), lebih dari 14 hari di dalam tubuh, bahkan hingga sebulan. Karenanya, Ismu kembali meminta agar sejumlah PP dari Gowa (Sulawesi Selatan) beserta kontak eratnya yang telah dinyatakan negatif dari hasil tes rapid sebelumnya, untuk kembali dilakukan tes ulang.

“Saya sudah mengimbau agar semua warga Kutim yang merupakan pelaku perjalanan dari kegiatan Ijtima Gowa (Sulawesi Selatan), untuk melaporkan diri secara sukarela dan bersedia untuk dilakukan tes rapid. Sebab, ada informasi yang saya dapatkan dari daerah lain, bahwa masa inkubasi Covid-19 dari klaster Gowa (Sulawesi Selatan)  itu, lebih dari 14 hari, bahkan sebulan. Bisa dikatakan, lambat tetapi pasti (penularannya, red). Jadi yang belum dilakukan tes rapid, agar segera di tes dan rencananya, akan melakukan tes ulang untuk semua yang masuk klaster Gowa (Sulawesi Selatan),” ujar Ismu.

Lanjut Ismu, dengan masuknya Kutim di Zona Ungu, ini menjadi menjadi peringatan keras bagi semua masyarakat, bahwa saat ini penyebaran dan penularan Covid-19 di Kutim semakin tidak terkendali. Kutim saat ini tidak lagi berada di zona merah, tetapi pada posisi lebih berbahaya. Karenanya, Ismu meminta agar masyarakat lebih sadar dengan kondisi saat ini dan ikut peduli dengan kesehatan dan keselamatan sesama dari ancaman penyakit Covid-19.

“Kondisinya (penyebaran dan penularan, red) Covid-19 di Kutim sudah tidak terkendali. Karena tidak hanya di Sangatta, penularannya sudah merambah ke sejumlah kecamatan di Kutim. Padahal sebelumnya (kecamatan, red) masih zona hijau. Untuk itu, saya minta kepada masyarakat Kutim, untuk sadar dengan kondisi (penyebaran Covid, red) saat ini. Pedulilah akan kesehatan dan keselamatan diri dan sesama. Jangan sampai tertular atau menularkan Covid-19 kepada orang lain. Ikuti anjuran dan protokol kesehatan pencegahan Covid-19, sebagaimana yang disampaikan pemerintah. Jika semua peduli dan sadar, serta patuh mengikuti anjuran kesehatan, maka diharapkan Covid-19 ini cepat berakhir di Kutim,” ucap Ismu.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *