Samarinda – Kementerian Perhubungan mengizinkan semua moda transportasi  baik darat, laut maupun transportasi udara  sejak tanggal 7 Mei 2020. Namun pembatasan kriteria dan persyaratan tersebut tertuang dalam SE Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 No SE 4 Tahun 2020.

Kepala Bandar Udara Aji Pangeran Tumenggung Pranoto (APT Pranoto Samarinda) Dodi Dharma Cahyadi mengatakan mengatakan kegiatan mudik tidak diperbolehkan, namun perjalanan diizinkan dengan kriteria dan persyaratan tertentu.

“(Penerbangan) ini hanya untuk essential flight, jadi tidak untuk umum. Hanya yang memiliki kepentingan khusus saja,” ujar Ini hanya untuk essential flight (khusus/penting), jadi tidak untuk umum,” ujar Dodi dalam rilisnya pada Selasa sore (12/5/2020).

Didampingi Kepala Seksi Pelayanan dan Operasional Bandara APT Pranoto Samarinda, Rora Ardian, dijelaskan jika ada beberapa maskapai yang telah merencanakan pelayanan penerbangan exception ini. Namun, beberapa maskapai masih terkendala factor komersial, sehingga ada maskapai menyatakan pembatalan atau canceled.

“Pembatakan pemerbangan inidikarenakan reservasi pebelian tiket di system yang saat ini terpusat sangat minim sehingga tidak sesuai dengan target penjualan,” jelasnya.

Untuk kriteria pengguna layanan penerbangan ini, disyaratkan sebagai berikut; satu, penerbangan bagi  penumpang khusus selama pandemi Covid-19. Ketentuan ini misalnya  ketika ada anggota keluarga yang meninggal dunia atau keperluan berobat. Kedua, calon penumpang harus menunjukkan bukti  hasil rapid test non reaktif Covid-19. Ketiga, Bandara APT Pranoto Samarinda menyiapkan tenant untuk rapid test dengan biaya yang dibayar oleh calon penumpang.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *