Penajam – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) sejak Januari hingga pertengahan Ramadhan berhasil mengumpulkan zakat senilai Rp2,79 miliar, selanjutnya disalurkan ke mustahik melalui perwakilan untuk menghindari kerumunan massa.

“Dalam upaya menghindari terkumpulnya massa yang berpotensi terjadi penularan COVID-19, maka kami menyerahkan zakat ke penerima (mustahik) via perwakilan di masing-masing kecamatan,” ujar Ketua Baznas Kabupaten PPU, Solihin Ilham di Penajam, Jumat (15/5).

Penyaluran zakat diserahkan ke masing masing Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di tiap kecamatan. Dari UPZ inilah yang kemudian menyalurkan kepada mereka yang berhak menerima tanpa mengumpulkan di suatu tempat, tapi langsung datang ke rumah penerima.

Orang-orang yang menerima zakat antara lain mereka yang jompo, fakir miskin, termasuk untuk modal usaha, bantuan berobat, beasiwa, kegiatan pelatihan meningkatkan keterampilan bagi mustahik, bedah rumah, bantuan kursi roda, bantuan pendidikan, dan kontrak rumah singgah di Kota Balikpapan.

Penyaluran hasil pengumpulan zakat juga digunakan untuk kegiatan keagamaan seperti fisabilillah, santunan imam masjid dan untuk amil dengan total senilai Rp 350,45 juta yang disatukan dalam satu rekening untuk operasional selama setahun.

Kegiatannya ada tanggungan ghorimin seperti membantu membayar cicilan mobil jenazah di Kelurahan Lawe-Lawe, bantuan melahirkan, kemudian Rp23,5 juta bantuan kepada muallaf, Rp3,98 juta untuk ibnu sabil, bantuan paket perlengkapan sekolah Rp200 ribu per paket.

Solihin melanjutkan, sejak Januari-April 2020 pihaknya juga berhasil mengumpulkan dana mencapai Rp1,4 miliar. Dana sebesar ini sengaja dicadangkan untuk digunakan di saat Ramadhan ini.

“Pencadangan untuk distribusi sudah kami persiapkan karena jika mengharap pengumpulan dilakukan hanya 4 bulan, dikhawatirkan tidak cukup waktu karena pendistribusian pada Ramadhan selalu jauh lebih tinggi ketimbang bulan lainnya,” tutur Solihin.

Penyalurannya bantuan tersebut dilakukan secara simbolis kepada para Ketua UPZ per kecamatan, yakni untuk Kecamatan Penajam kepada Makmur, Kecamatan Waru kepada Sadri Umar, Kecamatan Babulu kepada Arudin Sanikhudin, dan Kecamatan Sepaku kepada Patoni.

Para mustahiknya antara lain ustadz/ustazah terdampak COVID-19 yang masin masing dibantu senilai Rp200 ribu, bantuan paket tas sekolah beserta isinya bagi siswa SD kurang mampu sebanyak 995 siswa.

“Kemudian bantuan bedah rumah untuk warga RT 16 di Keluarahan Petung, Kecamatan Penajam sebesar Rp30 juta, bantuan modal usaha kecil yang diberikan kepada warga RT 14, Kelurahan Petung, atas nama Bapak Nasir sebesar Rp20 juta,” ucap Solihin. (mg)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *