SAMARINDA – Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) harus tahu bahwa di Kalimantan Timur banyak wirausaha muda tidak hanya di Pulau Jawa. Hal ini disampaikan Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian, dalam diskusi bertemakan “Strategi Wirausaha Muda dalam Menghadapi Pandemi Covid-19” yang dilakukan secara daring dengan peserta para wirausaha muda Benua Etam, Kamis (14/5/2020).

Selain Hetifah, diskusi yang digagas Dispora Kaltim bersama Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) Kaltim menyikapi pandemi Covid 19 menghantam segala lini perekonomian tak terkecuali bagi para wirausaha muda tersebut juga menghadirkan Asdep Kewirausahaan Pemuda Deputi Pengembangan Pemuda, Imam Gunawan bersama Kadispora Kaltim, Muhammad Syirajudin sebagai pembicara utama.

Masih minimnya perhatian pusat terhadap wirausaha muda Kaltim, menurut Hetifah dikarenakan Kaltim sering dianggap tergantung pada tambang dan migas, seolah-olah UMKM (Usaha Mikro, Kecil dan Menengah) serta usaha-usaha kecil yang dilakukan para pemuda tidak ada. Padahal menurutnya pemuda-pemuda Kaltim sangat banyak memeiliki ide dan gagasan yang membutuhakan fasilitasi dari pemerintah.

“Pak Imam, saya minta ke depan wirausaha muda kaltim mendapat perhatian dari kemenpora, saya menyadari bahwa anggaran kemenpora sangat minim, dimana dari raker terakhir, 11 mei lalu, anggaran Kemenpora kembali berkurang, dapat dimaklumi untuk dialihkan ke penanganan covid 19. Dan khusus untuk deputi pengembangan pemuda kembali berkurang, hanya ada 78 Milyar untuk mengurus seluruh Indonesia, sangat kecil sekali,”ujar penulis buku Inovasi, Partisipasi, dan Good Governance: 20 Prakarsa Inovatif dan Partisipatif di Indonesia tersbeut .

Dijelaskannya bahwa DPR selain melakukan fungsi pengawasan juga meiliki fungsi regulasi dan fungsi anggaran yang semuanya dilakukan secara sinkron. Komitmen pemerintah dari regulasi dan lembaga cukup bagus dimana sejak tahun 2004 ada kementerian yang menangani khusus kepemudaan yang sebelumnya hanya mencantel di kemendikbud. Komitmen pemerintah dilihat dari ada atau tidak aturannya, dan ada tidaknya lembaga yang menjalankan peraturan tersebut.

“Kalau keuangan, saya terus terang nggak puas, kan komitmen juga harus dimanifestasikan lewat anggarannya, pemuda Indonesia begitu banyak, kita memasuki era bounus demografi, tapi anggaran yang ada kadang hanya 1/3 dari anggaran seluruh kementerian Pemuda dan olahraga. Apalagi apabila ada momen atau event olaharaga, anggaran kementerian akanfokus ke sana, walaupun kita memahami ada prioritas, tapi anggaran pemuda nya menjadi kurang terperhatikan, kita di DPR sering protes jhhal tersebut,”katanya.

Namun demikian terlepas dari itu, Hetifah mengatakan bila pemuda ingin seperti yang diamanatkan di Undang-Undang Kepemudaan, bisa menggali potensi kapasitas dan aktualisasi cita -cita pemuda, dimana sebenarnya ada aspek aspek internal pemuda sendiri dengan memiliki motivasi, kreatifitas, gagasan dan mau berkolaborasi, serta yang terpenting persisten.

Menanggapi hal tersebut, Imam Gunawan mengatakan pihaknya akan memperhatrikan masukan dari FKP, Unicef, Bappenas, dan lembaga terkait lainnya yang tengah melakukan riset terkait dampak pandemi Covid 19 , sehingga jenis paket bantuan, bisa tepat sasaran dan tepat waktu.

” Covid ini merupakan musibah, namun demikian setiap musibah selalu dikaitkan dengan negatif seperti adanya PHK dan bisnis yang kolaps, padahal ada hal-hal positif lainnya yang muncul. Contohnya sebagaimana laporan dari sejumlah wirausaha muda di Kaltim, dengan adanya covid justru kreatifitas pemuda bermunculan agar usahanya dapat terus berjalan,”ujarnya.

Kadispora Kaltim, Syirajudin menyampaikan Dispora Kaltim menjalankan misi pertama Bapak Guvernur dan Wakil gubernur yakni Berdaulat Dalam Pembangunan Sumber Daya Manusia yang Berakhlak Mulia dan Berdaya Saing, Terutama Perempuan, Pemuda dan Penyandang Disabilitas.

“Untuk menjalankan misi tersebut, kami memprioritaskan mencetak anak muda yang mandiri melalui pengembangan kewirasuahaan, hal ini untuk mengurangi angka pengangguran di Kaltim. Di samping itu sebenarnya di tahun 2020 ini, Dispora Kaltim sudah menganggarkan 4 (empat) kegiatan khusus pengembangan kewirausahan melalui pelatihan, pemagangan, bimtek dan kemitraan. Namun demikian dengan adanya pandemi covid 19, sebagaimana arahan pemerintah pusat untuk melakukan refocusing anggaran, tak terkeculai di di Dispora Kaltim, yang anggaran Kewirausahaan Pemuda tergerus sehingga hanya tinggal 20%,”jelasnya.

Pun demikian dirinya mengajak pemuda Kaltim tetap optimis dan berdoa agar pandemi segera berakhir, sehingga keterpurukan ekonomi segera bangkit, dan kewirausahaan pemuda tetap menjadi prioritas utama Dispora Kaltim dalam Tahun Anggaran selanjutnya.

“Kami juga telah membangun komunikasi dengan dinas lain agar keterlibatan pemuda di sejumlah program dapat dilakukan sehingga, pengembangan pemuda kaltim akan semakin baik dan berkualitas,”pungkasnya.

Diskusi ini juga diikuti oleh Kabid Pengembangan Pemuda, Hardiana Muriyani, Kabid Pemberdayaan Pemuda, Bahri, dengan pembicara pemantik Ali Irfani yang merupakan penggiat wirausaha muda pemula Kaltim 2019 bersama Duta Petani Milenial kaltim 2020-2022, M Fadhil, serta Wkail Ketua FKP Kaltim, Tarjun dengan peserta sebanyak 50 orang berasal dari para pelaku wirausaha muda Kaltim yang juga mengikuti live streaming melalui akun Youtube Dispora Kaltim.

 

Sumber : Dispora Kaltim

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *