Penajam (16/5) – Dinas Kesehatan Kabupaten Penajam Paser Utara (Dinkes PPU) hingga kini masih menunggu sebanyak 1.000 alat uji cepat (rapid test) yang lebih sebulan lalu telah dipesan dari Jakarta. Alat tersebut akan digunakan untuk mendeteksi Coronavirus 2019 (COVID-19).

 

“Pemesanan sebanyak 1.000 rapid test tersebut telah kami lakukan sejak awal April 2020, namun hingga kini belum datang, semoga dalam waktu dekat segera dapat kabar,” ujar Kepala Dinkes Kabupaten PPU, Arnold Wayong di Penajam.

 

Akibat belum tibanya alat yang dipesan tersebut, maka pihakny masih mengandalkan alat uji cepat deteksi COVID-19 bantuan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.

 

Bantuan rapid test dari Pemprov Kaltim, lanjutnya, diutamakan bagi pasien dalam pengawasan (PDP) dan para tenaga kesehatan yang menangani pasien COVID-19.

 

“Sedangkan alat uji cepat mendeteksi virus corona yang sedang dipesan, akan diprioritaskan untuk 11 pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) yang tersebar di wilayah PPU,” tutur Wayong.

 

Ia menyatakan bahwa seluruh kantor kecamatan dan OPD (organisasi perangkat daerah) di PPU, terutama yang melayani masyarakat secara langsung juga akan menjadi prioritas mendapat alat rapid test untuk penanganan COVID-19.

 

Baru-baru ini, lanjut Wayong, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) PPU juga mengajukan pemeriksaan cepat virus corona, sebagai antisipasi potensi penularan virus corona di kalangan pegawainya.

 

April lalu, lanjut Wayong, pihaknya menerima bantuan 200 alat pelindung diri (APD) dan 200 alat pemeriksaan cepat (rapid test) dari Pemprov Kaltim. Kemudian disalurkan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ratu Aji Putri Botung dan semua Puskesmas yang tesebar di PPU.

 

“Bantuan dari rapid test dari Provinsi Kalimantan Timur telah dibagikan ke rumah sakit dan Puskesmas. Sedangkan rapd test yang kami telah pesan, nanti kalau sudah datang, sebagian akan kami gunakan untuk melakukan tes bagi OPD yang memberikan pelayanan langsung ke masyarakat,” ucap Wayong. (mg)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *