Kutai Timur – Berada di zona Ungu dalam penyebaran Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), membuat Pemerintah Kutai Timur (Kutim) akhirnya harus mengambil sikap tegas kepada siapapun semua masyarakat pendatang yang ingin masuk ke wilayah Kutim.

Melalui edarannya, pemerintah Kutim kini menerapkan aturan wajib karantina terpadu kepada siapapun masyarakat yang ingin masuk ke wilayah Kutim. Baik itu kepada warga asli Kutim yang diketahui baru datang dari wilayah luar Kutim yang sudah masuk kategori zona merah atau ungu dalam penyebaran COVID-19. Apalagi terhadap masyarakat yang memang bukan merupakan warga asli Kutim, namun ingin masuk ke Kutim untuk keperluan atau alasan tertentu. Seperti ingin mencari kerja atau menemui keluarga.

“Yang pasti kita (Pemerintah Kutim, red) akan lebih melakukan pengetatan dan selektif terhadap siapapun orang yang ingin masuk ke Kutim. Sebab, hingga saat ini pasien yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Kutim adalah pelaku perjalanan dan orang-orang yang pernah kontak dengan PP (Pelaku Perjalanan, red) tersebut. Makanya sekarang kita batasi secara ketat orang yang mau masuk ataupun keluar Kutim,” ujar Bupati Kutim, Ismunandar kepada wartawan.

Lanjut Ismu, salah satu upaya pengetatan aturan terhadap warga atau pelaku perjalanan yang ingin masuk ke Kutim, adalah harus terlebih dahulu menjalani karantina secara terpusat dan mendapat pengawasan langsung oleh tim medis dan petugas keamanan, yang berada di bawah kordinasi Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kutim.

“Pokoknya siapapun yang nekat masuk ke Kutim, wajib dikarantina dulu selama tujuh hari. Tidak boleh keluar dari lokasi karantina, apapun alasannya. Nanti kita lakukan rapid tes, jika non reaktif maka setelah dikarantina seminggu, baru boleh pergi ke tempat tujuannya. Tapi jika reaktif, langsung kami isolasi di Rumah Sakit. Jadi sebelum masuk Kutim, pikirkan dulu matang-matang. Apa mau dikarantina atau balik arah, batal masuk Kutim,” jelas Ismu.

Untuk diketahui, tim Gugus Tugas Penanganan COVID-19 Kutim yang didukung jajaran Polres Kutim, Kodim 0909 Sangatta, Lanal Sangatta dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kutim, melakukan pemeriksaan ketat dan penyekatan pada setiap posko penjagaan pintu masuk dan keluar Kutim. Bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kutim dan pegawai honorer Pemkab Kutim yang ingin melakukan perjalanan keluar Kutim, wajib mengantongi surat perintah tugas (SPT) perjalanan dinas yang harus ditandatangani oleh Sekda Kutim atau Asisten Setkab Kutim.

Jika tidak memiliki SPT tersebut, maka ASN ataupun pegawai honorer tersebut wajib putar arah dan tidak diperkenankan meninggalkan Kutim.

Sementara bagi warga pendatang atau pelaku perjalanan yang berniat masuk ke wilayah Kutim, wajib menjalani proses karantina secara terpusat yang diterapkan oleh Pemkab Kutim. Pemerintah Kutim juga sudah menyiapkan sebuah hotel di kawasan kota Sangatta sebagai tempat karantina.

Selama sepekan, para pelaku perjalanan yang menjalani proses karantina akan mendapatkan pengawasan ketat oleh petugas medis dan penjagaan oleh petugas keamanan. Penerapan pola karantina ini diberlakukan kepada semua pelaku perjalanan, meski orang tersebut mengaku memiliki keluarga di wilayah Kutim.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *