Penajam,  – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) telah mengusulkan kepda Pemprov Kalimantan Timur (Kaltim), agar para pelaku di sektor pariwisata yang tak berpenghasilan akibat COVID-19, segera mendapatkan bantuan.

“Kami sudah mengusulkankan sebanyak 66 pelaku pariwisata yang terdampak Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) untuk mendapat bantuan sosial dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kaltim,” ujar Kepala Disbudpar Kabupaten PPU Achmad Noor di Penajam, Minggu (17/5/2020).

Mereka yang telah diusulkan untuk mendapatkan bantuan Jaring Pengaman Sosial dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tersebut, semunya merupakan orang-orang yang berusaha di sektor pariwisata.

Sebanyak 66 pelaku pelaku pariwisata yang diusulkan itu terdiri dari pemilik warung yang selama ini berjualan aneka makanan, minuman, maupun souvenir di tempat-tempat objek wisata pantai dan lainnya, kemudian pengelola wisata, dan beberapa karyawan hotel.

“Bantuan berupa Jaring Pengaman Sosial untuk para pelaku pariwisata ini kami usulkan kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemerintah Provinsi Kaltim. Kami berharap semuanya bisa terakomodir,” katanya penuh harap.

Bantuan yang diusulkan tersebut besarannya Rp250 ribu per bulan yang diharapkan dapat diterima mereka sebelum Hari Raya Idul Fitri, karena menjelang lebaran biasanya kebutuhan masyarakat meningkat, namun di musim pandemi ini pengahsilan mereka jauh menurun, bahkan ada yang tidak berpenghasilan.

“Usulan bantuan jaring sosial bagi pelaku pariwisata itu saat ini masih dalam proses verifikasi oleh Disbudpar Provinsi Kaltim. Harapan kami menggu depan bisa divairkan,” katanya lagi.

Ia menjelaskan bahwa usulan bagi para pelaku wisata untuk mendapat batuan sosial, karena kegiatan wisata di PPU memang terhenti akibat virus corona, karena memang ada larangan menjaga jarak mengutrangi aktivitas ke luar rumah, sehingga masyarakat pun tidak datang ke lokasi-lokasi yang biasanya banyak dikunjungi orang.

“Dari catatan kami, sedikitnya terdapat 66 pelaku pariwisata di Kabupaten PPU yang merasakan dampak dari pandemi COVID-19, yakni sektor pariwisata di PPU telah mencapai titik terendah, atau tidak ada kegiatan pariwsata sama sekali di objek-objek wisata,” tutur dia.

“Para pelaku pariwisata ini merasakan langsung mewabahnya virus corona ke usaha mereka. Hal ini memang sangat memprihatinkan kami, makanya usulan bantuan tunai ini merupakan hal mendesak, sambil melihat program lain sebagai terobosan untuk memberdayakan mereka,” ujarnya

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *