Ujoh Bilang – Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Mahakam Ulu (Diskominfomas Mahulu) hingga kini terus aktif melakukan sosialisasi tentang protokol pencegahan dan penanganan Coronavirus Disease 2019 (COVID-19), guna mempertahankan kabupaten ini tetap di zona hijau pandemi.

“Pemkab Mahulu bersama pihak terkait dan berbagai elemen masyarakat telah berkomitmen mempertahankan zona hijau alias tidak ada warga yang terpapar virus corona, maka semua mengambil peran masing-masing mendukung komitmen ini,” ujar Kepala Diskominfo Kabupaten Mahulu Nasution Hibau Djaang, Selasa (19/5/2020).

Peran yang diambil oleh dinas yang dipimpinnya antara lain berbagai hal terkait saluran komunikasi dan informasi yang benar mengenai corona, maka pihaknya meminimalisir kemungkinan adanya disinformasi yang menyebar ke masyarakat dan dapat menimbulkan kepanikan.

Kemudian mempublikasikan via saluran komunikasi yang tersedia tentang protokol pencegahan dan penanganan COVID-19, seperti rajin mencuci tangan menggunakan sabun, memakai masker, menjaga jarak, tidak ke luar rumah kecuali sangat penting, dan meningkatkan imunitas tubuh dengan mengkonsumsi makanan dan minuman yang bergizi.

Ia juga menyampaikan bahwa sampai saat ini tidak ada warga Mahulu yang terpapar virus corona. Ia pun berdoa dan berupaya agar sampai kapan pun di kabupaten yang berbatasan dengan Malaysia bagian timur ini tidak ada COVID-19 yang masuk.

Saat ini, lanjut Hibau, di Mahulu tercatat 0 orang tanpa gejalan (OTG), 0 pasien dalam pengawasan (PDP), 98 orang dalam pemantauan (ODP), dan sebanyak 4.264 pelaku perjalanan (PP).

Sebanyak 98 ODP tersebut tersebar pada lima kecamatan dengan jumlah terbanyak berada di Kecamatan Long Bagun yang berjumlah 82 orang. Disusul Kecamatan Long Hubung 5 ODP, Kecamatan Long Pahangai dan Long Apari masing-masing 4 ODP, dan Kecamatan Laham 3 ODP.

Sedangkan jumlah PP yang mencapai 4.262 orang tersebut, rinciannya adalah di Kecamatan Long Bagun sebanyak 1.812 orang, Kecamatan Long Hubung tercatat ada 2.063 orang, Kecamatan Laham 17 orang, Kecamatan Long Pangahangai 275 orang, dan di Kecamatan Long Apari tercatat ada 97 orang.

“Kami berharap warga mau jujur jika datang dari luar daerah, jika mengalami gejala demam, batuk, pilek, sesak napas, yakni harus segera melaporkan ke Tim Gugus Tugas COVID-19, bisa juga langsung ke Puskesmas terdekat atau ke rumah sakit,” ucap Hibau Djaang.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *