Kutai Timur – Pemerintah Kutai Timur (Kutim) berencana akan melakukan kajian dan pendataan, akan potensi pengelolaan pendapatan yang saat ini belum bisa dikelola oleh Pemerintah Kutim. Hal ini disampaikan langsung Bupati Kutim, Ismunandar kepada awak wartawan usai mengikuti Forum Diskusi Grup melalui video conference bersama Tim Pelaksana Kajian Universitas Merdeka (Unmer) Malang, terkait upaya Intensifikasi dan Ekstensifikasi Income Daerah dalam rangka Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kutim, Senin (18/5).

“Kita (Pemerintah Kutim, red) menyadari bahwa meskipun trend PAD (Pendapatan Asli Daerah, red) naik, tetapi saat ini masih ada yang belum dioptimalkan (pengelolaannya, red). Karena itu, pemerintah Kutim akan mengambil sejumlah langkah untuk mengoptimalkan pengelolaan sumber-sumber PAD yang ada, baik yang sudah dikelola maupun yang belum (dikelola, red),” ujar Ismu.

Lanjutnya, salah satu langkah yang dilakukan pemerintah Kutim dalam mengoptimalkan potensi sumber PAD Kutim yang ada saat ini, adalah dengan menggandeng Universitas Merdeka (Unmer) Malang, untuk melakukan kajian intensifikasi dan ekstensifikasi sumber PAD Kutim.

“Kita akan menggandeng Universitas Merdeka Malang, untuk melakukan kajian terkait upaya intensifikasi dan ekstensifikasi sumber-sumber PAD Kutim. Nantinya, bersama Unmer, Pemkab Kutim akan memilah-milah, potensi sumber PAD mana yang akan dilakukan intensifikasi dan potensi mana yang akan dilakukan ekstensifikasi. Baik potensi PAD yang saat ini sudah dikelola oleh pemerintah, maupun yang belum sama sekali tersentuh namun punya peluang dijadikan sebagai pemasukan PAD,” jelas Ismu.

Ditambahkan Bupati Ismunandar, saat ini sejumlah potensi PAD Kutim memang menjadi pundi-pundi pendapatan keuangan Kutim. Namun diakui ada beberapa potensi pendapatan yang belum dioptimalkan dan bahkan ada sektor yang sama sekali belum terjamah. Di antara sektor yang bisa menjadi sumber pendapatan bagi daerah adalah, sektor pariwisata, sektor kelautan dan perikanan, serta sektor peternakan dan pertanian.

“Pajak dan retribusi daerah memang menjadi penopang dalam pendapatan keuangan daerah. Namun memang ada sejumlah potensi PAD yang belum kita optimalkan, seperti PBB (Pajak Bumi dan Bangunan). Namun ada sejumlah sektor yang bisa menjadi peluang pendapatan daerah, namun hingga kini belum bisa kita kelola. Seperti, sektor pariwisata, sektor kelautan dan perikanan, serta sektor peternakan dan pertanian. Serta masih banyak potensi-potensi PAD lainnya yang belum kita kelola. Maka melalui kajian bersama antara pemerintah dengan Unmer ini, akan kita susun bersama. Potensi PAD mana yang bisa kita perkuat dengan pengelolaan sendiri dan potensi PAD mana yang harus dikerjasamakan pengelolaannya,” ujarnya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *