Penajam (23/5) Pemerintah Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kaltim, mengimbau warganya tidak melakuka perjalanan ke kampung halaman atau mudik lebaran di tengah pandemi seperti sekarang, karena di perjalanan rentan tertular Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

“Mudik saat lebaran memang sudah menjadi tradisi kita, namun saat ini kondisi sedang tidak normal karena adanya wabah, maka kami sejak lama mengimbau warga tidak mudik,” ujar Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekkab PPU Ahmad Usman di Penajam, Sabtu.

Imbauan ini dimaksudkan sebagai upaya menjaga kesehatan dan keselamatan warga, karena mudik di tengah wabah tentu berisiko tinggi tertular corona di perjalanan, apalagi dalam kondisi lelah yang tentunya mudah terpapar penyakit.

Jika ada pemudik yang tertular virus di jalanan, kemudian menularkan kepada keluarga di rumah, apalagi kemudian menularkan lagi kepada kawan-kawannya dan tetangga, tentu hal ini semakin menambah beban bagi diri sendiri, keluarga, dan bisa merambat ke lingkungan lebih luas.

Meski telah melakukan imbauan agar tidak mudik, lanjutnya, namun ia menyadari bahwa bisa saja masih ada warga yang nekat mudik lebaran, sehingga pihaknya menyiagakan dua posko pemeriksaan, yakni satu posko lebaran di Pelabuhan Penajam dan satu posko lagi di Kelurahan Petung.

“Posko ini kami siagakan untuk mengawasi lalu lintas kendaraan baik sebagai angkutan barang maupun kendaraan yang membawa penumpang yang berlebaran, di tengah pandemi COVID-19,” tutur Ahmad Usman.

Petugas yang disiagakan dalam Posko Lebaran juga mengawasi sejumlah tempat keramaian, termasuk objek wisata sejak tujuh hari sebelum dan tujuh hari sesudah Idul Fitri 1441 di tengah pengetatan wilayah demi pencegahan penularan virus corona.

“Posko untuk pengamanan lebaran yang sekaligus sebagai pengawasan lalu lintas barang dan manusia terkait pengendalian wabah ini, sudah mulai berjalan 18 Mei lalu dan masa tugasnya akan berakhir pada 1 Juni 2020. Bisa saja masa tugasnya diperpanjang,” tuturnya.

Ia juga menyampaikan bahwa hingga kini Pemkab PPU terus berupaya mengendalikan wabah dan menekan jangan sampai ada lagi yang tertular, sehingga ia minta kerja sama masyarakat membantu upaya pemerintah, termasuk mengajak warga turut menjaga ketenangan dan kondusifitas wilayah.

“Untu itu, masyarakat diharapkan tidak melakukan aktivitas yang dapat menimbulkan keresahan. Mari sama-sama menjaga wilayah tetap aman, tetap mengikuti protokol kesehatan dan anjuran pemerintah dalam upaya mencegah penyebaran COVID-19,” kata Usman. (mg)

Ujoh Bilang – Ketua DPRD Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) Novita Bulan mengingatkan semua pihak, terutama pemkab setempat untuk selalu waspada dalam upaya menjamin kesehatan warga, sekaligus untuk mempertahankan zona hijau dari Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

“Pengetatan di pintu masuk kabupaten, kemudian warga baru datang dari luar daerah atau orang dalam pemantauan (ODP) yang dikarantina di Bumi Perkemahan, ini sudah benar, namun petugas jangan sampai lengah dalam menjalankan tugas,” ujar Novita di Ujoh Bilang, Sabtu.

Jika petugas di Posko Pengawasan dan Pengendalian Kesehatan (Wasdalkes) lengah menjalankan tugas, kemudian saat ada warga yang datang dari luar daerah tidak dilakukan pemeriksaan suhu tubuh dan protokol kesehatan lainnya, tentu hal ini berpotensi penularan virus corona.

Begitu pula jika ada kendaraan pengangkut material maupun kebutuhan pokok bagi warga, namun saat masuk tidak dijalankan protokol COVID-19 karena petugas di posko terlalu percaya atau ada faktor lain, hal ini juga memiliki potensi penularan corona.

“Penularan virus corona selain melalui manusia ke manusia, bisa juga melalui barang tertentu yang terdapat droplet masih basah, yakni ketika penderita COVID-19 batuk atau bersin kemudian cairan droplet menempel di barang bawaannya. Hal inilah yang harus diwaspadai, makanya protokol COVID-19 harus ketat diterapkan,” katanya.

Menurutnya, kewaspadaan melakukan pemeriksaan terhadap orang yang mau masuk ke kabupaten dalam pemberlakukan sistem buka-tutup, harus terus ditingkatkan agar Mahulu tetap berada dalam zona hijau COVID-19 atau tidak ada warga yang terpapar virus corona.

Ia mengaku sistem buka tutup di pintu masuk kabupaten, kemudian pemusatan karantina di Bumi Perkemahan pada Kampung Long Melaham, Kecamatan Long Bagun, merupakan cara efektif yang telah dan sedang dijalankan Pemkab Mahulu hingga kini.

“Pola ini jelas efektif, karena orang-orang dari luar daerah akan berpikir dua sampai tiga kali untuk datang ke Mahulu, mengingat ketatnya penjagaan di pintu masuk dan aturan yang harus dijalani seperti harus izin bupati mengenai tujuan kedatangan ke Mahulu,” ucap Novita.(mg)

BONTANG – Pandemi Covid-19 benar-benar membuat rutinitas tahunan saat Lebaran hilang. Mulai Salat Idulfitri berjemaah di masjid atau tanah lapang bersama masyarakat, mudik bertemu orangtua, hingga bersilaturahmi dengan sanak famili.

Sedih, pasti. Itu juga dirasakan Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. Semua imbauan di atas bukan semata keinginan pribadinya. Ada pihak-pihak berilmu lebih tinggi agama bicara dan berdiskusi lewat forum. Mulai dari Kementerian Agama (Kemenag)-Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Bontang. Adapula organisasi keagamaan, polres, hingga Tim Gugus Covid-19 Bontang. Imbauan tersebut disampaikan tak lain untuk mencegah penyebaran virus Corona (COVID-19).

“Sedih rasanya. Saya juga manusia, seorang ibu. Pasti ingin berkumpul bersama keluarga, masyarakat yang biasa kami lakukan tiap tahun. Maafkan saya, ini bukan kemauan pribadi saya. Pemerintah mengeluarkan imbauan ini karena kami sayang sama warga Bontang agar Pandemi ini segera berakhir,” lirih Neni.

Meski begitu, ada hikmah di balik pandemi Corona ini. Neni mengakui setiap tahun saat Ramadan. Hampir tak ada waktu bisa berbuka puasa bersama keluarga, anak, hingga cucu. Namun, selama pandemi, rutinitas berbuka puasa di meja bareng anak, suami, dan cucu itu bisa terwujud. Banyak waktu berkumpul bersama keluarga dia rasakan. Terutama malam, kala tugas-tugas sebagai Wali Kota Bontang selesai.

“Ya, bisa Salat Tawarih sama bapak (dr Sofyan Hasdam, red), sama anak. Bahagia rasanya. Bermain sama cucu juga waktunya lebih banyak kalau malam. Kalau tahun- tahun sebelumnya, biasanya sibuk Safari Ramadan, kan,” kata Neni.

Menjelang Lebaran, dia akui tidak menggelar ‘Open House’ dir Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota. Tradisi para pejabat publik menyapa warganya. Saling bersilaturahmi, makan bersama, hingga bercengkerama tidak ada tahun ini. Itu juga termasuk imbauan dari Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim) yang melarang kepala daerah dan pejabat di Kaltim melaksanakan Open House.

Meski begitu, Wali Kota Neni berjanji akan melepas kangen dan bersilaturahmi dengan warga lewat virtual atau media sosial (medsos). Neni akan menyapa warga Bontang yang disiarakan langsung lewat Fan page Facebook; Jejak Bunda Neni saat Lebaran nanti.

Sebelum pelaksanaan Salat Id, orang nomor satu di Kota Bontang ini akan menyapa warganya lewat media sosial. “Ini sebagai bentuk rasa kangen saya dengan warga. Pengobat rindu karena tidak bisa melaksanakan Open House. Nanti bisa tonton Bunda ya di Fanpage Facebook bunda alamatnya; Jejak Bunda Neni. Insya Allah kita mulai pukul 06.45 Wita sebelum pelaksanaan Salat Id,” urai Wali Kota Neni.

Neni berharap para ulama, termasuk MUI, dapat terus memberikan penjelasan kepada masyarakat. Salah satunya tentang hukum fikih Islam dan tata cara Salat Idulfitri yang merupakan Sunnah Muakkadah, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan.

“Mari berbagi kepedulian kepada yang memerlukan, agar mereka juga dapat berlebaran seperti kita semua,” pesannya. Taqobalallahu Minna Waminkum, Semoga Allah menerima amal kita semua,” kata Neni. (*)

Samarinda— Setelah sehari sebelumnya terjadi penambahan lima kasus positif Covid-19, pada hari ini Sabtu 23 Mei 2020 penambahan pasien terkonfirmasi positif kembali menurun.

“Hari ini ada penambahan tiga  kasus positif, meskipun peningkatan kasus positif menurun, tapi sesungguhnya masih ada 262 kasus yang menunggu proses dari laboratorium,” jelas Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak saat video conference melalui aplikasi zoom cloud video meeting, Sabtu (23/5/2020).

Andi merincikan penambahan tiga  kasus tersebut yaitu:

Kota Balikpapan Satu Kasus

  1. BPN 51 (Laki-laki 36 tahun) merupakan OTG kontak erat BPN 37 dan BPN 42 dari kluster ABK dengan Rapid test reaktif. Kasus dirawat di Rumah Observasi Pemkot Balikpapan sejak 19 Mei 2020.

Kota Samarinda Dua Kasus

  1. 2 Kasus (SMD 39 Laki-laki 30 tahun dan SMD 40 Wanita 30 tahun) merupakan PDP yang ditetapkan DPJP dan Dinkes Samarinda dengan hasil Rapid test reaktif. Semua Kasus dirawat di Wisma Atlet Kutai Kartanegara sejak terkonfirmasi pada hari ini.

Tidak hanya kasus positif yang bertambah, namun pasien yang dinyatakan sembuh dari Covid-19 mengalami penambahan empat kasus, sehingga pasien sembuh Kaltim bertambah lagi menjadi 105 kasus.

Empat kasus tersebut diantaranya Kabupaten Kutai Timur Satu  Kasus (KTM 6 laki-laki 39 tahun) dan Tiga  Kasus dari Kota Samarinda (SMD 7 Laki-laki 56 tahun, SMD 14 laki-laki 51 tahun, dan SMD 15 laki-laki 48 tahun.

Seluruh kasus tersebut dinyatakan SEMBUH karena dari hasil laboratorium BBLK Surabaya (Jawa Timur) dan Laboratorium RSUD AW Syahranie dinyatakan dua  kali dengan hasil negatif serta hasil pemeriksaan klinis dari dokter penanggung jawab pelayanan yang merawat kasus konfirmasi Covid-19 tersebut menyatakan bahwa secara klinis memiliki kondisi sudah sangat baik, tidak ada gejala.Kasus positif Covid-19 kembali menurun pada hari Sabtu 23 Mei 2020.

Dengan begitu total kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kaltim menjadi 274 kasus, kasus sembuh 105 kasus, meninggal tiga kasus dan dirawat 166 kasus.

Untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terjadi penambahan sebanyak dua kasus. Total PDP menjadi 764 kasus.

Kemudian Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada tambahan 30 kasus dari total 9.660 kasus, selesai pemantauan 8.889 kasus dan masih dalam proses pemantauan ada 771 kasus.

Penambahan juga terjadi pada PDP dengan hasil negatif sebanyak 19 kasus dari Kabupaten Kutai Barat 13 kasus, Kabupaten Kutai Timur lima kasus dan Kota Bontang satu kasus.

“Saya minta masyarakat tetap wasapada, walaupun kasus Covid-19 menurun, apabila masyarakat mengabaikan dan melakukan aktivitas berkelompok dalam jumlah banyak, banyangkan disitu ada OTG maupun ODP maka tidak mustahil kondisi ledakan kasus bisa terjadi,” terangnya

 

 

 

 

 

 

KUKAR – Sebanyak 20 prajurit TNI bersiaga di Desa Makarti, Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara (Kukar).

Lantaran banjir susulan masih mengintai kawasan tersebut. Ada sekitar 1.603 warga terdampak dan enam rumah rusak parah akibat terjangan banjir, Jumat (22/5/2020).

“Ada 20 personel Koramil Muara Badak dan Kodim yang siaga di lokasi. Mewaspadai banjir susulan, apabila hujan turun lagi hari ini,” tutur  Komandan Kodim 0908 Bontang, Letkol Arm Eko Pristiono, Sabtu (23/5/2020).

Setidaknya personel TNI tersebut bakal bertahan hingga dua hari ke depan di kantor BPU Desa Makarti, hingga banjir benar-benar surut.

Mereka juga membantu warga menormalkan kembali lingkungannya usai banjir merendam rumah mereka.

“Saat ini air sudah mulai surut, personel kita monitoring terus, kami akan terus berada di sana sampai kondisi pulih, atau sekitar dua hari lagi,” jelas Dandim.

Untuk jalan poros sudah bisa dilalui kendaraan. Kendati demikian, permukiman warga masih dikepung banjir.

Selain membantu evakuasi warga yang terjebak banjir, mereka juga membantu menyalurkan logistik kepada warga terdampak banjir.

“Ada bantuan dari TNI, kecamatan dan masyarakat yang sudah kami salurkan. Semoga tak turun hujan lagi, agar bisa menikmati lebaran dengan tenang,” tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, jelang Idul Fitri, warga di Desa Makarti, Kecamatan Marangkayu, Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur harus berjuang melawan banjir.

Hujan deras sejak dini hari, membuat Desa Makarti, Marangkayu terendam banjir hingga membuat rumah warga rusak parah.

Sekira 1.603 warga Desa Makarti, Marangkayuterdampak banjir jelang Idul Fitri.

Bahkan banjir menyebabkan akses jalan Samarinda-Bontang sempat terputus, Jumat (22/5/2020).

Tampak di lokasi Dandim 0908/Bontang bersama Danramil 02/Muara badak masih menyisir di wilayah berdampak banjir. Sementara terlihat para prajurit TNI AD Kodim Bontang turun ke lokasi, salah satu Sertu Harsono Laksani anggota Babinsa desa Makarti, masih membantu warga pakai Ban sederhana mengevakuasi ke tempat yang aman dan dataran lebih tinggi.

Sumber Penrem 091/ASN