Samarinda – Banjir yang menggenangi Kota Samarinda sejak Jumat pekan lalu, kini masih merendam kawasan pemukiman penduduk yang berada di bantaran Sungai Karang Mumus.

Hingga Selasa sore, sejumlah jalan belum dapat dilewati, seperti simpang empat Lembuswana, simpang empat Cendrawasih, Jalan Cendrawasih dan Pemuda serta Nusantara, Jalan Hasan Basri dan AM Sangaji dan jalan dr Soetomo titik Gang Nibung.

Sejumlah pengendara sepeda motor, khususnya warga Samarinda Utara, memilih melalui jalan alternatif melalui Jalan Abdul Wahab Sjahranie menuju Jalan Anggur, sebagai jalan pilihan menuju pusat kota.

Sementara itu, di kawasan Perumahan Bengkuring, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara masih terendam banjir hingga ketinggian 1 meter.

Seperti yang dialami oleh warga Jalan Pakis Hijau bernama Aries Musyafiah yang berprofesi sebagai guru di SMPN 47 Kelurahan Sempaja Utara.

“Ketinggian air masih sekitar 1 meter. Kami sekeluarga sudah mengungsi ke tempat keluarga terdekat. Berbagai bantuan berupa nasi bungkus sudah kami terima setiap hari,” ujarnya, Selasa sore (26/5/2020).

Sementara itu, warga Jalan Pakis Merah RT 45, Ahmad Jani menuturkan air mulai tinggi sejak Jumat malam (22/5) hingga pada Minggu atau bertepatan dengan lebaran hari pertama, air masih menggenangi rumahnya setinggi 1 meter lebih.

“Namun tadi sore air sudah turun sekitar 30 Centi meter. Namun di dalam rumah masih tergenang. Saya berharap agar air cepat surut agar kami dapat beraktivitas kembali,” harapnya.

Hingga Selasa sore, air secara umum mulai surut karena pada hari ini cuaca Kota Samarinda cerah tanpa hujan. Namun karena air Sungai Mahakam sedang pasang, maka air yang mengalir ke Sungai Karang Mumus tidak dapat mengalir dengan lancar.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *