Jakarta—Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku telah menyiapkan skema khusus bagi para petani dan nelayan agar tetap produktif di masa pandemi Covid-19 ini.

Dikutip dari halaman facebook orang nomor satu di Indonesia ini, Jokowi menyebut telah menyiapkan empat skema agar ketersedian bahan pokok selama corona ini tetap terjaga.

“Pertama, melalui program jaring pengaman sosial untuk meringankan biaya konsumsi rumah tangga mereka, tulis Jokowi, Kamis (28/5/2020).

Lanjut terkait skema kedua disebut Jokowi terkait program subsidi bunga kredit yang saat ini sedang berjalan, melalui sejumlah program seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), Membina Keluarga Sejahtera (Mekaar), pembiayaan ultramikro (UMi), pegadaian, hingga pembiayaan dan bantuan permodalan dari beberapa Kementerian.

“Pemberian angsuran dan subsidi pada penerima bantuan permodalan yang dilakukan oleh beberapa kementerian seperti LPMUKP (Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan), CPCL (Calon Petani Calon Lokasi) dan lain-lainnya entah itu dari KKP, dari Kementerian Pertanian saya kira juga ada,” ungkap Presiden.

Selanjutnya, yang ketiga pemberian stimulus untuk modal kerja. Jokowi menuturkan hal Ini penting sekali bagi usaha pertanian, bagi usaha kelautan dan perikanan.

Bagi petani dan nelayan yang bankable, penyalurannya melalui perluasan program KUR, sementara yang tidak bankable, penyalurannya bisa lewat UMi, lewat Mekaar dan skema program yang lainnya lewat kementerian.

“Saya minta ini prosedurnya dipermudah, aksesnya dipermudah, prosedurnya juga sederhana, tidak berbelit-belit sehingga petani, nelayan, petambak kita bisa memperoleh dana-dana yang dibutuhkan,” tutur Presiden.

Terakhir, adalah penyaluran bantuan melalui instrumen nonfiskal dengan cara mengupayakan kelancaran rantai pasokan yang akan meningkatkan produktivitas para petani dan nelayan. Kita harapkan usaha pertanian dan perikanan ini bisa lebih baik melalui ketersediaan bibit, pupuk, dan alat-alat produksi.

Disamping itu, Jokowi juga diketahui gencar mewacanakan tatanan normal baru atau New Normal sebagai solusi menghadapi penyabaran kasus Covid-19 di Indonesia yang belum juga tuntas.

Keinginan untuk masuk ke fase ini, harus diikuti dengan kesadaran dan kedisiplinan kuat agar penyebaran Covid-19 di Indonesia segera berakhir.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *