Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda melalui Dinas Kesehatan mulai melakukan pelonggaran aktivitas masyarakat sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan dan Surat Edaran Menteri Kesehatan dalam situasi pandemik Covid-19. Apalagi warga Samarinda telah lebih dari sebulan disarankan untuk bekerja, belajar dan beribadah di rumah.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda, dr Ismet Kusasih menjelaskan jika status tanggap darurat Covid-19 di Samarinda masih diberlakukan. Namun, situasi Covid-19 di Samarinda sudah mulai mereda.

“Kota Samarinda sudah memasuki fase penyembuhan atau recovery, untuk itu kami merekomendasikan fase relaksasi dan pencegahan dengan beberapa tahapan dan protokol kesehatan yang harus selalu diterapkan,” ujarnya pada Rabu (27/5/2020).

Dijelaskannya, tahapan yang akan diterapkan ada tiga tahap yaitu tahap pertama tanggal 1 Juni 2020 dimana kantor-kantor yang memberikan pelayanan dapat dibuka kembali dengan mengedepankan protokol kesehatan seperti jaga jarak dan tersedianya tempat cuci tangan.

Begitu juga dengan tempat peribadatan yang sempat tutup selama bulan Ramadhan dan pelaksanaan Shalat Jumat dapat dilaksanakan dan dibuka kembali.

Tahap kedua akan dilakukan pada tanggal 15 Juni 2020 dengan rincian tempat-tempat pariwisata, kantor non pelayanan dan dapat melakukan pertemuan sebanyak 40 orang dengan tetap menggunakan masker.

Pada tahapan ketiga pada tanggal 1 Juli, seluruh sekolah dapat beraktivitas kembali, dengan tetap menjaga jarak dan menggunakan masker.

“Dinas Kesehatan tetap akan melakukan deteksi berupa pelaporan di call center 112, kontak tracing, tes cepat (rapid test) dan pemeriksaan lanjutan berupa Swab, pada orang-orang yang dicurigai terpapar Covid-19,” ujarnya.

BONTANG – Pemkot Bontang mengajak masyarakat mulai membiasakan hidup berdampingan dengan Covid-19.

Keputusan menjalani tatanan kehidupan baru atau new normal mulai dikampanyekan Pemkot Bontang melalui rilis resmi Tim Gugus Percepatan Covid-19, Selasa (26/5).

Melalui siaran persnya, Kepala Dinas Kesehatan Bontang, Bahauddin mengatakan masyarakat harus mulai membiasakan hidup normal baru.

Namun, tetap melaksanakan protokol kesehatan seperti cuci tangan pakai sabun, jaga jarak fisik, pakai masker dan menghindari kerumunan, serta mulai produktif kembali namun tetap aman dari Covid-19.

“Harus ada perilaku baru dalam melawan Covid-19,” ujar Bahauddin melalui siaran pers yang diterima.

Dia menjelaskan pandemi Covid-19 belum berakhir, perlu waktu dan proses yang panjang hingga kita bisa menyatakan bebas dari Covid-19. Presiden Joko Widodo pun telah menyatakan kehidupan sudah pasti berubah untuk mengatasi risiko wabah ini, itu keniscayaan.

Inilah disebut sebagai new normal atau tatanan kehidupan baru. Pemerintah menegaskan bahwa situasi sekarang ini masih belum normal, dunia masih dihadapkan pada persoalan yang cukup berat.

Seluruh dunia pun telah setuju dan mengakui bahwa situasi ini tidak akan sama seperti
dulu kala. Oleh karenanya diperlukan cara pandang baru ini sebagai bagian dari adaptasi pasca Covid-19.

“Jumlah kasus masih terus bertambah, demikian halnya dengan orang dalam status monitoring, OTG, ODP, PDP,”

Untuk itu pemerintah mengajak agar keluarga diharapkan bisa menjadi basis perubahan perilaku secara mendasar. Melindungi keluarga sendiri sehingga bisa melindungi keluarga, orang lain, dan bangsa Indonesia. (*)