Balikpapan – Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Balikpapan sekaligus Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi menyampaikan, pemkot Balikpapan masih melakukan analisis dan kajian beberapa kebijakan tentang penerapan kehidupan normal baru.

Hal tersebut sesuai dengan saran Kapolda Kaltim, Irjen Pol. Muktiono meminta agar pemerintah kota Balikpapan tidak terburu-buru dalam menerapkan New Normal.

Namun, terus memperhatikan perkembangan penanganan Covid-19 di Kota Balikpapan dan evaluasi dari beberapa daerah yang menerapkan New Normal.

Kapolda memberikan saran tersebut, saat rapat bersama Wali Kota Balikpapan dengan Kasdam VI/Mlw Brigjen TNI Tri Nugraha Hartanta, Wakapolda Brigjen Pol Eddy Sumitro, Karo Ops Polda Kaltim Kombis Pol Heri Heryandi bersama jajaran lainnya di Mapolda Kaltim, Jumat (29/5).

Meskipun pemerintah kota belum memberlakukan New Normal, namun, pendisiplinan masyarakat tetap akan diutamakan.

Sebab, dalam penerapan kehidupan normal baru nantinya harus diiringi dengan disiplin tinggi dari masyarakat untuk menaati protokol pencegahan.

Berdasarkan analisis Dinas Kesehatan Balikpapan perkembangan Covid-19 masih terjadi.

Dalam sepuluh hari terakhir, terdapat 8 kasus positif yang merupakan warga luar non Balikpapan.

Atas dasar itu, Pemerintah Kota Balikpapan berencana menerapkan pembatasan dan pengetatan bagi warga non KTP Kaltim yang menuju dan memasuki Kota Balikpapan melalui Bandara Sepinggan, Pelabuhan Semayang dan Pelabuhan Ferry Kariangau dengan wajib menyertakan hasil swab tes negatif Covid-19 dengan metode PCR/TCM yang berlaku paling lama 14 hari.

Rencana pembatasan dan pengetatan ini masih dalam tahap sosialisasi dan akan mulai diterapkan pada 3 Juni – 30 Juni 2020.

Sementara itu, perkembangan penanggulangan Covid-19 di Balikpapan hari ini, Jumat (29/5/2020) terjadi penambahan empat kasus positif baru dengan rincian, dua pasien di antaranya berdasarkan hasil BBLK Surabaya (Jawa Timur), yakni satu laki-laki usia 25 tahun dengan riwayat OTG yang melakukan rapid tes mandiri untuk bekerja dengan hasil reaktif dilanjutkan swab tes dan positif, satu pasien lainnya, laki-laki usia 17 tahun dari klaster Temboro.

Sedangkan dua lainnya dari hasil laboratorium PCR RSPB Balikpapan, satu pasien laki-laki usia 36 tahun dengan riwayat OTG yang melakukan rapid tes mandiri untuk bekerja dan hasilnya reaktif, kemudian dilanjutkan swab tes.

“Satu pasien lainnya laki-laki usia 58 tahun dengan riwayat perjalanan dari Jawa Barat,” tandas Kepala DKK Balikpapan, Andi Sri Juliarti.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *