Ujoh Bilang–Bupati Mahakam Ulu (Mahulu) Bonifasius Belawan Geh mengatakan, Rapid Test (rapid diagnostic test/ RDT) secara massal yang saat ini sedang digelar Pemkab Mahulu, merupakan salah satu langkah awal pihaknya dalam mempersiapkan New Normal atau Era Baru.

New Normal bisa kita terapkan, tapi dengan aturan kesehatan yang ketat, kemudian pengawasan dan pelaksanaannya jangan sampai kecolongan supaya Mahulu tetap dalam zona hijau virus corona, guna menyelamatkan jiwa orang banyak,” kata Bupati di Ujoh Bilang, Sabtu (6/6/2020)

Rapid test massal yang telah dimulai pada Selasa (2/6) dan direncanakan berakhir Senin (8/6) tersebut merupakan RDT tahap awal yang digelar di ibu kota kabupaten, sedangkan untuk RDT tahap dua dan tahap selanjutnya akan dilakukan langsung ke kampung-kampung oleh tim.

Rapid test merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden Joko Widodo tanggal 10 Mei 2020, termasuk surat dari Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur Nomor 443.33/3006/P2P/V/2020,tanggal 18 Mei 2020 tentang Skrining Massal COVID-19 dalam rangka New Normal Baru.

Meski Mahulu segera menerapkan New Normal seperti membuka kembali tempat ibadah seperti gereja maupun masjid, lanjutnya, namun harus tetap menjalankan protokol kesehatan ketat sebagai antisipasi penyebaran Coronavirus Disease 2019 (COVID-19).

Pengetatan protokol kesehatan harus tetap menjadi prioritas karena ia ingin setiap umat yang menjalankan ibadah baik di gereja, masjid, maupun tempat ibadah lain bisa tenang, sehingga masing-masing individu pun harus mengikuti protokoler kesehatan saat beribadah.

Misalnya, lanjut dia, jarak antara orang satu dengan lainnya sekitar 1,5 meter dan diatur sesuai kapasitas ruangan, termasuk harus disiapkan tempat cuci tangan berikut air dan sabunnya, kemudian sebelum masuk ke tempat ibadah, terlebih dulu dilakukan screening (cek suhu tubuh).

“Saya berhap semua hasil tesnya negatif. Seminggu setelah menerapkan New Normal nanti, kita juga akan melakukan rapid tes massal lagi untuk menguji dampak dari penerapan New Normal,” ucapnya.

Sementara itu, Plt Kepala Rumah Sakit Pratama Gerbang Sehat Mahulu, dr Angela Permera Tubuq mengatakan, rapid test massal dilakukan di rumah sakit yang dipimpinnya ini merupakan langkah awal sebagai pemeriksaan imunoglobulin menggunakan spesimen darah.

“Ini sebagai langkah awal pemeriksaan, seandainya ada yang hasilnya reaktif, berarti tim akan menuju ke pemeriksaan selanjutnya, sementara yang bersangkutan diarahkan melakukan karantina mandiri di rumah selama 14 hari sambil menunggu uji swab,” ujarnya.

Setelah dilakukan uji swab dan jika dikonfirmasi positif COVID-19, katanya, kemudian dilakukan penanganan lanjutan. Namun kalau negatif, kita bersyukur karena telah menjalankan protokol kesehatan,” ujarnya. (MG)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *