Samarinda – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui gugus tugas percepatan penanganan Covid 19 Kaltim melakukan rapat virtual menggunakan aplikasi Zoom. Membahas Persiapan tatanan kehidupan baru atau yang dikenal dengan New Normal, Selasa (9/6/2020).

Pj. Sekretaris Dearah Provinsi kaltim HM. Sa’Bani bersama Asisten I Setda Prov Kaltim HM. Jauhar Efendi memimpin rapat di ruang rapat Tepian, tercatat 27 Peserta yang ikut pada rapat virtual ini, antara lain Dinas Kominfo, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, BPBD Kaltim, Dinas Perhubungan, Polda Kaltim, Kodam VI Mulawarman, IDI Kaltim, PMI Kaltim dan lainnya.

Ketua IDI Kaltim Dr. dr. Nataliel Tandirogang yang ikut pada rapat virtual kali ini menyampaikan “Ada tiga hal penting yang harus selalu diterapkan jika new normal diterapkan, 1. Masker, 2. Cuci Tangan dan 3. Sosial Distancing, jika 3 hal ini diterapkan 80% penularan bisa diatasi,” Tegas Nataliel.

Masyarakat harus menjaga produktivitas di tengah pandemi virus corona Covid-19 dengan tatanan baru yang disebut new normal. Definisi New Normal adalah skenario untuk mempercepat penanganan Covid-19 dalam aspek kesehatan dan social – ekonomi. Pemerintah Indonesia telah mengumumkan rencana untuk mengimplementasikan skenario new normal dengan mempertimbangkan studi epidemiologis dan kesiapan regional. Kali ini Kalimantan Timur membahas skenario untuk dapat diterapkan.

Jika dilihat dari hari ke hari, penambahan pasien terjangkit Covid-19 di Kaltim meningkat. Mengutip Press realese yang di publikasikan di Website https://covid19.kaltimprov.go.id/ Pada tanggal 8 Juni 2020 sebanyak 338 pasien positif sedangkan jika ditarik mundur pada tanggal 1 Juni 2020 sebanyak 296 pasien positif, ada penambahan sebanyak 42 pasien positif.

“Sosialisasi ke masyarakat sangat penting, jangan remehkan 3 hal ini,” Tambah HM. Sa’Bani. Kesadaran masyarakat perlu ditingkatkan guna memotong mata rantai penularan Covid-19 di Bumi Etam.

Plt Kepala BPBD Kaltim memaparkan 11 indikator yang harus diperhatikan sebelum menerapkan New Normal yakni penurunan jumlah kasus positif selama dua pekan sejak puncak terakhir (target lebih dari 50 persen), penurunan jumlah kasus yang probable selama dua pekan sejak puncak terakhir (target lebih dari 50 persen). Selanjutnya, penurunan jumlah meninggal dari kasus positif, penurunan jumlah meninggal dari kasus probable, penurunan jumlah kasus positif yang dirawat di RS.

Kemudian, kenaikan jumlah sembuh dari kasus positif, kenaikan jumlah selesai pemantauan dari probable (ODP dan PDP), jumlah pemeriksaan spesimen meningkat selama dua pekan, angka positif kurang dari lima persen dan menggunakan angka reproduksi efektif kurang dari satu.

“Sebelum ditetapkan, hasil rapat kali ini akan dilaporkan kepada Gubernur Kaltim dan akan dibahas pada rapat selanjutnya,” Tutup Sa’Bani.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *