Samarinda – Sejak sepekan terakhir, harga cabai di Pasar tradisional Segiri Samarinda mulai menunjukkan tanda penurunan harga.

Selain karena usai lebaran Idul Fitri 1441 Hijrah, penurunan juga dikarenakan pasokan yang mulai berlimpah karena relaksasi Covid-19 di Kota Samarinda yang dimulai sejak 1 Juni 2020.

“Harga sudah mulai turun walaupun belum dapat semurah harga saat sebelum puasa. Tapi sudah turun dari saat akan lebaran Idul Fitri,” ujar Haji Udin, Rabu (10/6/2020).

Menurutnya pasokan cabai dan beberapa sayuran lainnya didatangkan dari provinsi tetangga yaitu Palu, Sulawesi Tengah. Haji Udin memperkirakan pasokan yang mulai berlimpah akibat mulai banyaknya permintaan ketimbang saat pemberlakukan kebijakan di rumah.

Saat ini harga cabai di Samarinda rata-rata dijual dengan harga bervariasi antar pasar. Namun selisih harga tidaklah besar. Di Pasar Segiri, cabai rawit besar dijual seharga Rp35.000 sedangkan cabai rawit kecil dijual Rp25.000. Untuk cabai merah besar dihargai Rp25.000-Rp30.000, dan cabai keriting Rp25.000-27.000/Kg.

“Harga cabai sempat menyentuh harga Rp25.000/Kg saat akan memasuki bulan Ramadhan. Namun terus naik saat bulan puasa hingga mencapai Rp60.000/Kg,” jelasnya.

Ia berharap, dengan adanya relaksasi Covid-19, daya beli masyarakat akan naik seiring dengan dibukanya berbagai usaha rumah makan dan restoran, serta aneka kuliner lainnya.

“Sebenarnya cabai ini permintaannya stabil saja. Harga bisa naik kalau pengiriman kosong. Bisa karena gagal panen atau karena pembatasan kapal yang membawa cabainya,” ucapnya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *