SAMARINDA —Guna meningkatkan pembinaan keagamaan terhadap anak asuh di UPTD Panti Sosial Asuhan Anak Harapan (PSAAH) Samarinda, Dinas Sosial menjalin kerjasama dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Kaltim.

Perjanjian kerjasama ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara Kepala Dinas Sosial Kaltim, HM Agus Hari dengan Kepala Kanwil Kementerian Agama Kaltim, H Sofyan Noor M.Si. Acara tersebut dilaksanakan di Aula Asran Bulqis Dinsos Kaltim, Kamis (11/6/2020)

“Kami mengapresiasi dan mengucapkan terimakasih atas kesediaan Kanwil Kemenag Kaltim menjalin MoU dengan kami dalam hal pembinaan keagamaan terhadap anak asuh di UPTD PSAAH yang nantinya akan dikembangkan kegiatan serupa di empat UPTD lainnya dibawah naungan Dinas Sosial Kaltim,” papar Agus.

Menurutnya, pembinaan keagamaan yang nantinya dilakukan jajaran Kanwil Kemenag Kaltim diharapkan dapat semakin meningkatkan iman dan taqwa anak asuh di UPTD sehingga kelak menjadi generasi islami pecinta Alquran.

Sementara itu Kakanwil Kemenag Kaltim, H Sofyan Noor menegaskan pihaknya siap membantu dan melayani dengan sebaik mungkin program pembinaan keagamaan di UPTD dibawah naungan Dinas Sosial Kaltim.

“Pada intinya kami bangga dengan penandatanganan MoU ini, meski sebenarnya selama ini antara Dinas Sosial dengan Kemenag sudah bekerjasama, artinya MoU ini semakin memantapkan kerjasama dalam dalam pembinaan keagamaan terhadap anak asuh yang notabene merupakan generasi penerus bangsa, kita ditakdirkan sebagai makluk sosial yang saling membutuhkan, jadi sudah sewajarnya saling membantu,” jelasnya.

Seusai penandatanganan MoU, Kadis Sosial menyerahkan cinderamata kepada Kakanwil Kemenag Kaltim disaksikan para pejabat Administrator dan Pengawas di lingkungan Dinas Sosial, serta jajaran pejabat Kemenag Kaltim.

Sementara itu Kepala UPTD PSAAH Samarinda, Saprudin Saida Panda, mengatakan bahwa pembinaan agama bagi anak asuh mutlak diperlukan sebagai salah satu tanggung jawab jajarannya dalam upaya melahirkan anak asuh yang berakhlak mulia.

“Di PSAAH saat ini menampung 80 anak asuh, terdiri dari muslim dan non muslim, harapan kami melalui program ini dapat semakin meningkatkan iman dan tagwa anak asuh di UPTD PSAAH,” ucap Panda

BALIKPAPAN-Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Balikpapan, kembali menyampaikan perkembangan penanggulangan virus Corona di Balikpapan, Kamis (11/6/2020).
Walikota Balikpapan Rizal Effendi menyampaikan, ada tiga kasus yang terkonfirmasi positif.

“Ketiga pasien positif tersebut, satu pasien hasil swab dari PCR (Polymerase Chain Reaction) RS. Pertamina Balikpapan, dan dua pasien hasil swab dari RS Angkatan Darat Jakarta,” ungkapnya.

Selain itu, tim gugus Covid-19 juga menyampaikan adanya satu kasus yang dinyatakan negatif dan dapat keluar dari rumah sakit.

“Total pasien bertambah menjadi 93 orang, pasien dalam perawatan 40 orang, pasien sembuh 51 orang meninggal dunia dua orang,” kata Rizal.

“Ada satu kasus terkonfirmasi negatif, sudah dapat meninggalkan rumah sakit, hasil TCM (Tes Cepat Molekuler) di RS. Kanudjoso Djatiwibowo,” jelas Rizal.

“Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bertambah dua orang, dan sembuh dua orang, pasien dalam perawatan empat orang,” urainya.

“Orang Tanpa Gejala (OTG) bertambah enam orang dimana sebelumnya 288 menjadi 294 OTG, spesimen dalam pemeriksaan 15 spesimen,” tandasnya.

Senada disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kota Balikpapan, Andi Sri Juliarty, kode BPN 91 laki-laki (51) tahun merupakan pekerja Migas, Dari laboratorium PCR RS. Pertamina Balikpapan, akan masuk ke lokasi kerja.

“Kode BPN 92 laki-laki (37) tahun merupakan transmisi lokal kontak erat dengan kode BPN 62, kode BPN 93 laki-laki (10) tahun merupakan transmisi lokal kontak erat dengan kode BPN 62,” kata dia.

“Pasien kode BPN 92 dan kode BPN 93 merupakan hasil PCR RS. Angkatan Darat Jakarta, karena sekarang RS. Hardjanto memiliki jalur untuk melakukan pemeriksaan PCR di RS. Angkatan Darat Jakarta,” bebernya.

“Dari satu keluarga kita lakukan tracking dan mendapatkan sembilan terkonfirmasi positif, sembilan terkonfirmasi negatif dan dari rekan kerja enam kasus terkonfirmasi negatif,” pungkasnya.

Rilis pers itu, disampaikan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Balikpapan sekaligus Walikota Balikpapan Rizal Effendi, didampingi Dandim 0905 Balikpapan Kolonel Arm I Gusti Putu Agung Sujarnawa, Wakapolresta Balikpapan AKBP Sebril Sesa dan Kepala Dinas Kesehatan Andi Sri Juliarty, di Media Center COVID-19, Pemkot Balikpapan.

BONTANG – Masa belajar di rumah kala pandemi Covid-19 menyisakan masalah tersendiri. Yakni, bagi pelajar yang tak memiliki gawai alias ponsel kesulitan mengikuti pelajaran.

Keluhan para orangtua murid ini pun sampai di telinga Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni. Ada tugas-tugas via daring, para murid mengeluhkan tak bisa mengerjakan soal karena kendala gawai. Kesulitan ekonomi membuat banyak murid tidak memiliki ponsel pintar untuk proses belajar mengajar online.

“Banyak ngeluh ke saya, para guru bilang banyak orangtua harus ke sekolah untuk belajar langsung karena tak punya gadget,” kata Neni.

Dia pun berencana mengangarkan pembagian gawai tipe android kepada pelajar di Bontang. Gawai ini diperuntukkan bagi pelajar kurang mampu agar bisa mengikuti pembelajaran secara daring akibat pandemi Covid-19.

Namun, rencana gawai itu tak bisa dibagikan dalam waktu dekat ini. Sebab, Neni khawatir akan menjadi bias. Aapalagi mendekati momentum Pilkada Bontang. Jangan sampai dia dianggap melanggar aturan pilkada, kampanye terselubung.

“Pemberian gawainya enggak mungkin sekarang. Apalagi mau Pilkada, jangan sampai dianggap kampanye terselubung. Nantilah, selesai Pilkada aja,” katanya.

Dia pun memprediksi, pandemi Covid-19 belum berakhir. Pembelajaran melalui daring diprediksi bisa berlanjut lama. Untuk waktu dekat ini pihaknya bakal mendata lebih dulu para pelajar yang belum memiliki ponsel android. Bersamaan dengan itu, pihaknya bakal menyusun mekanisme penyaluran bantuan ini sesuai regulasi.

Memang adanya pandemi Covid-19 ini kesenjangan anntara pelajar terjadi. Kesenjangan sosio ekonomi malah lebih terpisah lagi, kesenjangan itu menjadi besar dengan adanya digital gap saat ini. “Kita harus saling bahu membahu,” kata Neni. (*)