Tana Paser – Seluruh pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Panglima Sebaya Kabupaten Paser saat ini dinyatakan sembuh. Sebelumnya tersisa tiga (3) pasien yang dirawat di rumah sakit tersebut.

Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Kabupaten Paser, Amir Faisol membenarkan informasi tersebut.

“Saat ini pasien positif corona di RSUD (Panglima Sebaya) sudah tidak ada,” kata Amir, saat dikonfirnasi Rabu (17/06/2020) malam setelah mengumumkan hasil tiga pasien COVID-19 yang dinyatakan sembuh.

Amir mengatakan ketiga pasien sembuh yakni PSR 3, laki-laki (55), warga Kecamatan Long Kali, memiliki riwayat perjalanan dari klaster Gowa.

Kemudian, PSR 8, perempuan (44 ), istri dari PSR 3. Dan, PSR 10, laki-laki (18), yang tak lain adalah anak dari kedua pasien tersebut.

Dengan demikian kata Amir tidak ada lagi pasien terkonfirmasi positif COVID-19 di RSUD Panglima Sebaya, namun masih ada dua (2) Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan Gugus Tugas masih menunggu hasil sampel sweb kedua pasien tersebut.

Diketahui bahwa total kasus terkonfirmasi COVID-19 di Kabupaten Paser hingga hari ini, 17 Juni 2020, yakni sebanyak 20 pasien, di mana lima belas (15) diantaranya sebagian besar berasal dari klaster Gowa, kecuali PSR 2 yang memiliki riwayat perjalanan dari Samarinda dan Balikpapan.

Sisanya, lima (5) pasien lain, mulai dari PSR 16 hingga PSR 20, merupakan karyawan perusahaan. Tiga (3) diantaranya warga luar daerah, yang bekerja di salah satu perusahaan di Kabupaten Paser dan dua (2) lainnya warga Paser yang bekerja di sebuah perusahaan di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Kelimanya telah menjalani isolasi mandiri di luar Kabupaten Paser dan terjaring uji sweb di Balikpapan. Saat ini mereka dirawat di Rumah Sakit Pertamina Balikpapan.

Samarinda – Karantina Pertanian Kelas I Samarinda menjamin benih padi yang masuk ke Kalimantan Timur telah melalui proses pemeriksaan dan karantina, sehingga aman dan bebas hama ketika sampai ke petani.

Seperti benih padi yang tiba di Pelabuhan Peti Kemas Palaran Samarinda, Karantina Pertanian Samarinda sigap dengan kedatangan benih padi dari Lombok Barat yang diangkut menggunakan Kapal Laut Lumoso Bahagia Voy 344 dan Tanto Luas Voy 708 sebanyak 52.880 Kg benih.

“Sesuai instruksi Menteri Pertanian dan arahan Kepala Badan Karantina Pertanian tentang 11 bahan pangan pokok termasuk beras kita akan kawal sampai ke petani,” ungkap Kepala Karantina Pertanian Kelas I Samarinda, drh. Agus Sugiyono, Rabu (17/6/2020).

Dijelaskannya, benih padi ini merupakan bantuan pemerintah sehingga pejabat karantina Pertanian Samarinda mengawal benih ini sebelum didistribusikan ke Kabupaten Penajam Paser Utara.

“Pemeriksaan dilakukan terhadap kelengkapan dokumen dan fisik terhadap benih tersebut. Kita harus pastikan bahwa benih ini aman saat diserahkan ke petani,” ujarnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik Provinsi Kaltim yang diakses melalui website didapat bahwa luas lahan sawah di Provinsi Kaltim irigasi dan non irigasi adalah 62.062 hektar. Sementara khusus di Penajam Paser Utara adalah 10.061 hektar untuk lahan sawah.

“Dengan luas lahan yang cukup diharapkan sektor pertanian terutama produksi Padi dapat ditingkatkan sehingga Kaltim dapat memenuhi kebutuhan beras tanpa mengharap daerah lain,” harap Agus.

Sementara itu, ujar Agus, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, menginstruksikan jajarannya yang bertugas di batas penjuru negeri atau border melakukan pengawasan dan pengendalian keamanan dan mutu pangan serta pakan asal produk pertanian.

“Khusus untuk 11 jenis bahan pangan pokok, kelancaran distribusinya mendapat pengawalan ketat dari pihaknya. Jadi seperti beras, cabe merah, bawang merah dan jagung yang termasuk didalam kelompok ini distribusi antar area kami fasilitasi,” terangnya

Samarinda – Masih adanya sejumlah masyarakat yang membuang sampah di sungai khususnya sampah plastik tentu berdampak besar bagi sungai yang akan menjadi kotor dan mencemari daerah sekitarnya. Sampah plastik juga akan mengakibatkan pendangkalan sungai dan penyumbatan aliran sungai yang dapat menyebabkan banjir.

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Kaltim pun tak ingin tinggal diam. Aksi nyata dengan turun langsung ke lapangan menjadi pilihan utama yang dilakukan di area restorasi ekosistem, Sekolah Sungai Karang Mumus (Sesukamu) di Muang Ilir, Kelurahan Lempake, kecamatan Samarinda Utara, Samarinda.

Di tempat ini, puluhan pemuda dari berbagai organisasi serta komunitas kepemudaan bahu membahu dengan Dispora Kaltim melakukan penanamn pohon di sekitar bantaran sungai serta melakukan pembersihan sampah plastik yang banyak terdapat di aliran sungai tersebut.

Kadispora Kaltim, Muhammad Syirajudin mengatakan kegiatan ini merupakan bentuk dari kepedulian pemuda terhadap lingkungan sekaligus memperingati Hari Lingkungan Hidup Se Dunia 5 Juni serta Hari Penanggulangan Degradasi Lahan dan Kekeringan Se Dunia yang jatuh setiap tanggal 17 Juni.

“Jadi kita berharap Pemuda Kaltim memahami pentingnya menjaga lingkungan, bagaimana dampaknya sampah plastik dan sampah lainnya terhadap aliran sungai yang menjadi sumber kehidupan sejumlah mahkluk hidup didalamnya dan manusia yang berada di sekitarnya. Beberapa waktu lalu mereka sudah terjun langsung membantu warga yang terdampak banjir kemudian melakukan bakti sosial pasca banjir, ini terus berkesinambungan, sehingga akan memperkaya pemahaman mereka atas bencana yang selama ini mereka turut merasakan,”ujar pria yang akrab disapa Iyat tersebut.

Lebih lanjut Iyat pun mengatakan Dispora akan terus merangkul Pemuda untuk terlibat dalam pembanggunan Kalimantan Timur dan mewujudkan visi Gubernur Isran Noor dan Wakil Gubernur Hadi Mulyadi yakni Kaltim Berdaulat.

“Kita ketahui bersama bahwa misi pertama Gubernur yakni berdaulat Dalam Pembangunan Sumber Daya Manusia yang Berakhlak Mulia dan Berdaya Saing, terutama Perempuan, Pemuda dan Penyandang Disabilitas, tentu kami akan bergerak dan merangkul Pemuda untuk mewujudkannya. Cranya, ya mereka harus dilibatkan secara aktif dan diajak terjun langsung dalam setiap program kegiatan pembangunan yang ada di Dispora Kaltim,”jelasnya.

Kepada para Pemuda yang terlibat, Iyat pun berharap agar semangat mereka tidak kendur untuk terus aktif mengikuti program demi program kegiatan. Dirinya memahami bahwa latar belakang mereka berbeda-beda namun demikian tentunya semangat mereka satu untuk turut serta membangun Kalimantan Timur dan Indonesia.

Sementara itu, Koordinator Gerakan Memungut Sehelai Sampah Sungai Karang Mumus (GMSS SKM) Misman, yang mengelola SeSuKaMu menyampaikan GMSS SKM memulai upaya restorasi sungai dengan kekuatan sendiri, bersama masyarakat tanpa harus menunggu dukungan atau pendanaan dari pihak lainnya.

“Jadi kalau Samarinda banjir yang dipelototi hanya sungai, itu tunggu saja Samarinda tenggelam. Sungai itu punya ruang air yang terdiri dari bukit, lembah dan rawa. Ruang ini harus dijaga dan dirawat, tidak boleh rawa disudet atau diuruk, tenggelam Samarinda. Sehingga rawa harus tetap terjaga karena dia berfungsi menampung debit air yang ada,”katanya.

Dirinya menambahkan bahwa Sungai Karang Mumus (SKM) merupakan aset vital bagi Samarinda dimana SKM menjadi sumber air bersih bagi warga disekitarnya, di samping itu juga sebagai salah satu kekayaan alamiah Kota berjuluk Kota Tepian ini dengan keragaman flora, fauna dan biota air yang ada di dalamnya.

Selanjutnya peserta pun dibagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama melakukan penanaman pohon pohon di bantaran sungai yang telah ditetentukan, di tempat ini pohon-pohon yang ditanam adalah jenis yang dulu hidup di Daerah Aliran Sungai (DAS) atau disebut rivarian yang memiliki fungsi ekologis menahan tebing sungai serta terapan karbondioksida yang bagus diantaranya  Bungur, Bengalon, Singkuang, dan Rengas.

Kelompok kedua dengan dipimpin langsung Kadispora melakukan pungut sampah plastik yang banyak tersebar dan menyangkut di pinggir sungai tersebut.
“Ini kita lihat dan saksikan sendiri, banyak sekali sambah plastik yang ada, kita baru jalan sekitar seratusan meter sampah plastik yang kita kumpulkan sudah 3 karung, perlu tindakan nyata dari kita semua untuk tidak lagi membuang sampah ke sungai. Saya yakin itu semua bisa terwujud kalau semua bergerak berasma dan sama-sama bergerak,”pungkas Kadispora sambil mengangkat sendiri karung sampah plastik ke titik kumpul.

Diantara organisasi dan komunitas kepemudaan yang mengikuti kegiatan kaili ini adalah Teman Tuli Forum Pemuda Disabilitas Kreatif, Petani Milenial, Korps Alumni Kapal Pemuda Nusantara, Gekraf, Forum Pemuda Fardhu Kifayah, Forum Kewirausahaan Pemuda, Korps PMII Putri Kaltimra, Juru Bahasa Isyarat, Wimnus Kaltim dan Sahabat sehati. (rdi)

 

Sumber : Dispora Kaltim