Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda pada 1 Juni 2020 lalu secara resmi memberlakukan fase relaksasi tahap satu. Kini fase relaksasi tersebut meningkat pada tahap dua yaitu mulai tanggal 15 juni 2020. Dalam relaksasi tahap dua ini, Pemkot Samarinda mengizinkan tempat wisata untuk dapat dibuka kembali.

Kepala Bidang Pencegahan dan Penularan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Samarinda, dr Osa Rafshodia menjelaskan fase relaksasi ini memang bukan berarti tidak ada sama sekali penambahan kasus, justru dimasa relaksasi ini kasus masih saja terjadi.

“Ini merupakan hal yang wajar, artinya mengindikasikan bahwa tim surveilans terus mencegah penyebaran virus itu terjadi. Justru menjadi pertanyaan apabila kemudian tidak ada ditemukan penambahan kasus di masa relaksasi,” jelasnya saat jumpa pers pada Rabu (17/6/2020).

Dijelaskan pemberlakuan fase relaksasi tahap dua berdasarkan evaluasi fase relaksasi tahap satu yang dianggap berhasil dikendalikan. Diakui terdapat penambahan pasien terkonfirmasi positif selama fase relaksasi, namun hal itu dianggap merupakan wajar.

Menurut dr Osa, berdasarkan data yang dirilis oleh Dinkes Samarinda, tercatat setidaknya terdapat penambahan 16 kasus terkonfirmasi positif selama masa relaksasi satu.

Dijelaskan dr Osa, penambahan kasus ini juga dari hasil dari swab massal yang dilakukan oleh Dinkes Kota Samarinda di beberapa tempat publik, seperti pasar tradisional.

“Dalam rentan waktu dari 1 Juni hingga 15 Juni, ada 16 kasus terkonfirmasi positif. Hal ini lantas menjadi sorotan dan pertanyaan dimasyarakat, terkait dengan kebijakan relaksasi ini. Dinkes Kota Samarinda menyatakan bahwa angka reproduksi penyebaran kasus (RT) di Samarinda sudah di bawah 1, yaitu pada skala 0,8,” jelasnya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *