Samarinda – Selama vaksin dan obat virus Covid-19 belum ditemukan, maka virus berbahaya ini akan terus saja mengancam jiwa manusia di seluruh dunia, termasuk Indonesia.

“Kita ingin berdamai dan hidup berdampingan dengan virus ini, tetapi virus ini terus mengancam dan siap menulari setiap orang untuk mencari inang baru pada tubuh manusia,” ujar Juru Bicara Percepatan Penanganan Covid-19, Andi Muhammad Ishak, Minggu (21/6/2020).

Menurutnya, selama vaksin belum ditemukan, setiap orang hanya bisa melakukan antisipasi dengan cara menerapkan protokol kesehatan yaitu memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumunan banyak orang dan rajin mencuci tangan di air mengalir.

“Inilah kebiasaan baru yang harus kita terapkan secara bersama-sama untuk memutus rantai penyebaran Covid-19. Penyebaran virus melalui droplet (orang yang sakit dan telah terpapar) hanya dapat dihindari secara kolektif,” jelasnya.

Andi menjelaskan  update terbaru pada Minggu, 21 Juni 2020, tidak terjadi penambahan Orang Dalam Pemantauan (ODP) sehingga totalnya kini berjumlah 11.852 orang. Dari jumlah ini terbagi dalam 11.253 orang selesai pemantauan dan 599 masih dalam proses.

Sementara Pasien Dalam Pengawasan (PDP) juga tidak terjadi penambahan kasus sehingga sehingga berjumlah 827 kasus. Sedangkan Orang Tanpa Gejala bertambah sebanyak 23 orang sehingga berjumlah 1.541 orang.

Pada pasien yang terkonfirmasi Positif Covid-19 bertambah sebanyak 11 orang sehingga berjumlah 434 orang. Kasus Negatif bertambah 32 orang dengan total 1.630 orang.

“Saat ini yang masih menunggu hasil laboratorium sebanyak 179, probable masih satu orang dan yang telah meninggal dunia masih lima orang. Dari total 434 yang terkonfirmasi Positif, yang berhasil sembuh sebanyak 322 orang,” jelas Andi.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *