“Siapa pun dia, perokok atau bukan perokok. Sepanjang dia memenuhi syarat dan kriteria penerima bantuan. Maka, akan mendapat bantuan,” kata Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kaltim HM Sa’bani dalam program siar Dialog Interaktif RRI Samarinda, Selasa (23/6/2020).

Jawaban ini dilontarkan Sa’bani menanggapi pendengar Dialog Interaktif yang mempertanyakan layakkah seorang perokok memperoleh bantuan pemerintah. Sementara biaya hidup untuk membeli rokoknya saja sudah melebihi nilai bantuan yang diberikan pemerintah.

Walaupun diakui Sa’bani, ada kegetiran bahwa bantuan pemerintah ini habis hanya untuk membeli rokok si penerima bantuan, bukan untuk membeli kebutuhan pokok hidupnya. Sebab, bantuan Pemprov berupa uang tunai melalui transfer perbankan, bukan berupa sembako.

Sa’bani menjelaskan pemerintah khususnya Pemerintah Provinsi Kaltim dalam memberikan bantuan tidak sejauh itu mengkategorikan penerima bantuan. Pada dasarnya, lanjutnya, pemerintah tidak memandang siapa saja orang yang berhak menerima bantuan.

“Pemerintah hanya memandang masyarakat yang terdampak dan mengalami kesulitas ekonomi di masa pendemi virus corona (Covid-19) yang sudah berlangsung sejak Maret lalu,” jelasnya lagi.

Terlebih lagi ungkap Sa’bani, data penerima bantuan bersumber dari tingkat desa/kelurahan (RT-RT) naik ke kecamatan hingga kabupaten/kota disampaikan ke provinsi bahkan pusat. Karena itu, ujarnya, selama kabupaten/kota mampu memilah data dengan baik, maka bantuan bisa tersalur dengan baik dan tepat sasaran pula.

“Intinya, kabupaten dan kota harus mampu memilah datanya. Khususnya, DTKS (data terpadu kesejahteraan sosial) ataupun non DTKS. Nah, kita bisa berbagi data itu. Mana yang belum di cover oleh semua bantuan yang ada. Maka, kita masuk diantaranya supaya tidak ada kecemburuan,” harap Sa’bani.

Termasuk bantuan dari swasta (perusahaan) dan Pemprov sudah memilah serta mengalokasikan kemana bantuan-bantuan itu disalurkan terlebih bantuan sembako.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *