Kutai Timur – Hari ini, Kamis (25/6), Kabupaten Kutai Timur (Kutim), kembali mencatatakan satu kasus penambahan pasien terkonfirmasi positif Corona Virus Disease 2019 (COVID-19), yakni KTM-46, seorang remaja berumur 13 tahun yang kasusnya masuk wilayah kerja Puskesmas Kelurahan Teluk Lingga, Kecamatan Sangatta Utara.

Kepala Dinas Kesehatan Kutim, Bahrani Hasanal kepada wartawan menuturkan jika RD atau KTM-46 ini merupakan seorang pelajar yang sedang berlibur ke Sangatta bersama kedua orang tuanya. “Aslinya warga Mamasa, Sulbar (Sulawesi Barat, red). Satang ke Sangatta bersama kedua orang tuanya untuk liburan. Ada riwayat demam satu hari, setelah minum obat tidak demam lagi. Namun karena ingin pulang ke kampung lewat kapal laut, maka wajib mengantongi hasil pemeriksaan Rapid Test. Ternyata saat di Rapid Test, hasilnya reaktif,” ujar Bahrani, Kamis (25/6).

Lanjutnya, pada tanggal 18 Juni 2020, dilakukan Swab pertama dengan hasil negatif. Namun dari pengambilan swab kedua, pada tanggal 22 Juni 2020, hasilnya positif dan hari ini, dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19. “Dilakukan Swab pertama, hasilnya negatif. Saat dilakukan Swab kedua pada 22 Juni 2020 kemarin, hasilnya positif. Jadi hari ini (Kamis, 25 Juni 2020, red) dinyatakan terkonfirmasi positif COVID-19. Saat ini pasien sudah menjalani perawatan di instalasi khusus COVID-19 RSUD Kudungga,” jelas Bahrani.

Meski mencatatkan penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19, Bahrani juga menyebutkan jika hari ini, Kutim juga mencatatkan kasus pasien yang dinyatakan sembuh COVID-19, yakni KTM-45. “Hari ini, KTM-45 dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang. Jadi jumlah pasien sembuh kita sudah 31 orang. Sementara yang dirawat (pasien COVID-19, red) di RSUD Kudungga, ada 13 orang,” ujarnya.

Dijelaskan Bahrani, KTM-45 adalah seorang manager di salah satu perusahaan pertambangan yang beroperasi di Kecamatan Bengalon, Kutim. Saat akan berangkat ke luar daerah kemudian menjalani tes swab sebagai persyaratan terbang. Namun dari hasil tes swab dinyatakan positif dan menjalani perawatan di RS Pertamina Balikpapan.

“Karena mau berangkat ke luar daerah mengunakan pesawat, maka wajib tes swab, ternyata dinyatakan positif. Jadi langsung dikarantina di Balikpapan. Dari hasil tracing kontak dengan anggota keluarga (KTM-45, red) terdekat, semua (anggota keluarga dekat, red) dinyatakan negatif,” jelasnya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *