Samarinda—- OJOL BERLIAN (Ojek Online Bersama Lindungi Anak) merupakan mekanisme yang dibangun untuk membantu menanggulangi permasalahan kekerasan terhadap anak, perempuan dan penyandang disabilitas yang terjadi di Kota Samarinda khususnya pada layanan Jasa transportasi online yang melibatkan rider maupun driver.

OJOL BERLIAN hadir didasari pada temuan di masyarakat bahwa perempuan dan anak- anak adalah kelompok masyarakat yang paling rentan terhadap sistem transportasi kota saat ini, juga kekerasan seksual. Hal ini terbukti dari data kecelakaan yang menelan korban jiwa 65% diantara korban tewas dari kelompok pejalan kaki adalah perempuan dan anak-anak.

Untuk itu, Dinas Kependudukan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Kalimantan Timur mengembangkan mekanisme Pencegahan Kekerasan pada Jasa Layanan Transportasi Online di Kota Samarinda dengan konsep Aku Tahu (mengetahui informasi yang benar tentang kekerasan terhadap anak), Aku Mau (termotivasi untuk mengambil peran dalam mencegah dan merespon kekerasan terhadap anak), Aku Melakukan (melakukan aksi nyata untuk mencegah dan merespon kekerasan terhadap anak) dan menjadikan rider/driver sebagai agen 2 P (Pelopor dan Pelapor) pencegahan tindak kekerasan terhadap anak, perempuan dan disabilitas yang ada disekitarnya.

Inovasi ini juga didukung oleh 24 stakeholder, diawali dengan melakukan edukasi sekaligus kampanye terkait perlindungan dan pemenuhan hak anak, perempuan dan penyandang disabilitas kepada komunitas lima  manajemen aplikator (Grab, Gojek, Go SMT, Kirim Kanai, Pesan Bungkus) dan pengetahuan terkait tata tertib berlalu lintas dan berkendara.

Seiring berjalannya waktu bertambah menjadi delapan manajemen aplikator (maxim, oke jack dan move), mereka sepakat dan berkomitmen untuk bersama-sama menjadi agen pelopor dan pelapor pencegahan tindak kekerasan terhadap anak, perempuan dan disabilitas melalui 11 komitmen OJOL BERLIAN.

Saat ini sudah mencapai 250 rider/driver yang teredukasi dari 8 (delapan) manajemen aplikator, yang ditandai dengan penyematan Pin dan Sticker OJOL BERLIAN. Kemudian kampanye dilanjutkan ke sekolah-sekolah bekerjasama dengan Dinas Perhubungan. Saat ini brand ojol berlian mulai dikenal masyarakat, koordinasi lebih cepat dan sering terlibat pada aksi kemanusiaan (solidaritas) dan setiap ada keluhan dari pelanggan dapat langsung diadukan melalui call center yang telah disiapkan.

Sementara itu, OJOL BERLIAN juga mampu menjembatani komunikasi antar manajemen aplikator dengan pemerintah, beberapa koordinator komunitas dari delapan manajemen aplikator masih melakukan komunikasi aktif baik untuk koordinasi maupun untuk pelaporan jika ada hal urgent yang harus segera diselesaikan, serta aktif dalam aksi nyata pencegahan dan penanganan tindak kekerasan yang terjadi disekitar. Masyarakat mengapresiasi inovasi ini dan berharap bisa dikembangkan lebih luas.

Inovasi OJOL BERLIAN selaras dengan program prioritas pembangunan Nasional pada point pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, sebagaimana amanah Presiden Joko Widodo dalam rapat terbatas dengan para menteri dan kepala lembaga yang membahas penanganan kasus kekerasan terhadap anak. Presiden Jokowi meminta jajarannya memprioritaskan sejumlah hal untuk menangani kasus kekerasan terhadap anak. Terutama point 1, memprioritaskan aksi pencegahan kekerasan terhadap anak yang melibatkan keluarga, sekolah, dan masyarakat. Aksi pencegahan dilakukan dengan berbagai model kampanye, model-model sosialisasi dan edukasi publik yang bukan hanya menarik, tapi juga memunculkan kepedulian sosial pada persoalan kekerasan pada anak”. Selain juga mendukung terwujudnya Kota Layak Anak di Samarinda.

Adapun tujuan kerja OJOL BERLIAN, pertama Tujuan Jangka Pendek yaitu meningkatnya kepedulian dan kesadaran lingkungan (komunitas ojol, sekolah dan masyarakat) dalam pencegahan tindak kekerasan terhadap anak, melalui pilot project OJOL BERLIAN. Dengan adanya OJOL BERLIAN dilayanan jasa transportasi di wilayah Kota Samarinda akan terdapat mekanisme pencegahan kekerasan terhadap anak berbasis masyarakat dengan menjadikan mereka sebagai agen 2P (Pelopor dan Pelapor) sekaligus terjalinnya komunikasi efektif antara manajemen aplikator dengan dinas perhubungan selaku pembina mereka saat beroperasi di jalanan.

Berikutnya kedua Tujuan Jangka Menengah, tertuangnya kegiatan OJOL BERLIAN dalam anggaran kegiatan rutin DKP3A Prov. Kaltim pada Seksi Tumbuh Kembang Anak dan Perlindungan Anak, sekaligus adanya draft perjanjian kerjasama dalam pembinaan angkutan jalan di mana dalam proses pembinaan hendaknya melibatkan DKP3A Prov. Kaltim sebagai salah satu pemateri terkait perlindungan perempuan dan anak.

Ketiga Tujuan Jangka Panjang, bertambahnya jumlah agen pelopor dan pelapor yang melibatkan peran serta mereka (bertambahnya manajemen aplikator yang bergabung), masyarakat dan saling bersinergi dalam melakukan aksi sosial kemasyarakatan sekaligus mendukung pelaksanaan mekanisme pencegahan tindak kekerasan terhadap anak di layanan jasa transportasi online maupun sekolah yang ramah anak, sehingga mendukung terwujudnya Kota Samarinda Sebagai Kota Layak Anak sekaligus mendukung Provinsi Kalimantan Timur sebagai Provinsi Layak Anak (Provila).

Inovasi ini akan terus berjalan dan berkelanjutan, mengingat belum lama juga dilakukan survei bahwa program ini sangat bermanfaat khususnya bagi rekan-rekan ojol dan masyarakat sebagai pengguna jasa mereka dan yang paling penting adalah tujuan awal menciptakan agen 2P (Pelopor dan Pelapor) sebagai upaya pencegahan terjadinya tindak kekerasan terhadap anak, perempuan dan disabilitas bisa terwujud dan mampu menarik rekan rider/ driver dari manajemen lain yang belum teredukasi untuk melakukan aksi yang sama.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *