Penajam, (6/7)- Ideks Desa Membangun (IDM) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, pada 2020 mengalami peningkatan ketimbang 2019, yakni dari sebelumnya hanya ada satu desa dengan status mandiri, namun kini naik menjadi tiga desa mandiri.

“Selain itu, tahun lalu masih ada enam desa maju, namun tahun ini sudah naik menjadi sembilan desa berstatus maju,” ujar Ramang, Tenaga Ahli Bidang Pembangunan Partisipatif pada Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten PPU.

Adanya penambahan desa mandiri dan maju ini, lanjutnya, tentu berdampak pula pada kurangnya desa dengan status berkembang, yakni dari tahun 2019 terdapat 23 desa berkembang, namun tahun ini menyisakan 18 desa berstatus berkembang.

Status desa berdasarkan IDM yang dikeluarkan oleh Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terdapat lima tingkatan, yakni sangat tertinggal, tertinggal, berkembang, maju, dan mandiri.

Sedangkan di Kabupaten PPU dari 30 desa yang ada, sejak tahun lalu tidak memiliki desa dengan status sangat tertinggal maupun tertinggal, sehingga status paling rendah yang disandang desa di PPU adalah desa berkembang.

Menurutnya, secara garis besar terdapat tiga indeks ketahanan yang pihaknya nilai untuk menentukan status desa, yakni Indeks Ketahanan Ekologi/Lingkungan (IKL), Indeks Ketahanan Ekonomi (IKE), dan indeks Ketahanan Sosial (IKS) di masing-masing desa.

Ditanya mengenai keinginan Pemkab PPU untuk mencetak lima desa mandiri dengan menggandeng kerja sama antara P3MD, dinas terkait, dan program daerah di PPU yakni Program Pembangunan, Pemberdayaan Kelurahan dan Perdesaan Mandiri (Pro-P2KPM), ia sangat mendukung hal itu.

“Kalau ada kerja sama justru sangat bagus, karena masing-masing pihak bisa menjalankan tugas dari sisi tertentu yang masih lemah dan jangkauannya pun lebih luas, melalui kerja sama tentu akan mempercepat keinginan membentuk desa mandiri terwujud,” ucap Ramang.

Sementara Muhammad Faried, Tenaga Teknis Pro-P2KPM Kabupaten PPU, ditanya mengenai jenis kerja sama apa saja yang bisa dilakukan untuk mendongkrak nilai IDM, ia mengatakan bahwa banyak ruang kosong yang bisa digarap dalam mendukung kepentingan pemerintah kabupaten.

Untuk mendongkrak IDM, lanjutnya, harus diperhatikan nilai per komponen, jika masih ada desa yang lemah di jalur evakuasi tanggap bencana, tentu item ini yang harus diperhatikan dan dikawal mulai proses perencanaan hingga realisasinya.

“Kemudian kita bisa mendorong bersama dalam pengembangan pasar desa, produk unggulan, unit usaha desa, komunitas, mengaktifkan rumah sehat, pondok bersalin desa (Polindes), dan lainnya. Pokoknya banyak ruang kosong yang bisa kita lakukan dalam membangun desa,” ucap Faried.(mg)

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *