Senin, 27 Juli 2020

BALIKPAPAN–Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Andi Sri Juliarty, mengatakan terdapat 15 hasil swab PCR (Polymerase Chain Reaction) sembilan pasien terkonfirmasi positif dan enam pasien terkonfirmasi negatif, Minggu (26/7/2020).
Sementara terdapat satu pasien terkonfirmasi positif COVID-19, meninggal dunia di RSKD Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan, BPN 370 laki-laki (60) Minggu (26/7/2020) Pukul 00:05 Wita dan telah dimakamkan secara protokol COVID-19.

Kemudian sembilan pasien terkonfirmasi positif, BPN 392 perempuan (39) KTP Balikpapan merupakan seorang karyawati swasta, dengan riwayat mengikuti pemeriksaan swab PCR sebagai tidak lanjut hasil rapid reaktif, didapatkan hasil positif dari LAB. RS. Pertamina Balikpapan.

Selanjutnya BPN 393 laki-laki (46) KTP Balikpapan merupakan seorang wiraswasta, dengan riwayat tracking kontak erat BPN 392, didapatkan hasil positif dari LAB. PCR RS. Pertamina Balikpapan.

“BPN 394 perempuan (40) KTP Balikpapan merupakan seorang Ibu Rumah Tangga (IRT), dengan riwayat melakukan tes swab PCR mandiri, didapatkan hasil positif dari LAB. PCR RS. Pertamina Balikpapan,” ungkapnya.

“BPN 395 perempuan (59) KTP Balikpapan merupakan seorang Pasien Dalam Pengawasan (PDP), dengan keluhan demam, mual dan nyeri hulu hati, sehingga dilakukan pemeriksaan PCR sebagai syarat tindakan medis, didapatkan hasil positif dari LAB. TCM (Tes Cepat Molekuler)-PCR RSKD Kanudjoso Djatiwibowo Balikpapan,” ucapnya.

“BPN 396 perempuan (36) KTP Balikpapan merupakan seorang PDP, dengan keluhan nyeri ditubuh dan pegal-pegal, sehingga dilakukan pemeriksaan PCR sebagai syarat tindakan medis, didapatkan hasil positif dari LAB. TCM-PCR RSKD Kanudjoso Djatiwibowo,” jelasnya.

“BPN 397 laki-laki (19) KTP Balikpapan merupakan seorang PDP, masuk rumah sakit dengan gejala demam, batuk dan sesak nafas, sehingga dilakukan pemerikasaan PCR sebagai syarat tindakan medis, didapatkan hasil positif dari LAB. PCR Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD),” katanya.

“BPN 398 perempuan (46) KTP Balikpapan merupakan seorang karyawati swasta, dengan riwayat mengikuti pemeriksaan PCR sebagai tracking kontak erat BPN 345, didapatkan hasil positif dari LAB. PCR RS. Pertamina Balikpapan,” ujar dia.

“BPN 399 laki-laki (44) KTP Balikpapan merupakan seorang PDP, masuk rumah sakit dengan keluhan demam, batuk, sesak nafas dan nyeri tubuh, sehingga dilakukan pemeriksaan PCR sebagai syarat tindakan medis, didapatkan hasil swab positif dari LAB. TCM-PCR RSKD Kanudjoso Djatiwibowo,” tuturnya.

“BPN 400 laki-laki (12) Domisili Balikpapan, dengan riwayat tracking kontak erat BPN 296 didapatkan hasil positif dari LABKESDA Provinsi Kaltim,” urainya.

“Enam pasien terkonfirmasi negatif, setelah dilakukan swab PCR dua kali berturut-turut, sehingga dapat meninggalkan rumah sakit, BPN 280 laki-laki (49) KTP Luar daerah dinyatakan sembuh setelah dirawat selama 12 hari di RS. Pertamina Balikpapan,” kata dia.

“BPN 319 laki-laki (25) KTP Balikpapan, dinyatakan sembuh setelah dirawat selama delapan hari di RS. Pertamina Balikpapan. BPN 327 laki-laki (35) KTP Balikpapan, dinyatakan sembuh setelah dirawat selama lima hari dari RS. Pertamina Balikpapan,” ucapnya.

“BPN 334 laki-laki (35) KTP Balikpapan, dinyatakan sembuh setelah dirawat selama lima hari dari RS. Pertamina Balikpapan, BPN 337 laki-laki (49) KTP Balikpapan, dinyatakan sembuh setelah dirawat selama lima hari di RS. Pertamina Balikpapan,” ujarnya.

“BPN 366 laki-laki (56) KTP Balikpapan, dinyatakan sembuh setelah dirawat selama empat hari dari RS. Pertamina Balikpapan,” bebernya.

“Total pasien positif COVID-19 400 orang, pasien dalam perawatan 58 orang, pasien sembuh 272 dan pasien meninggal dunia 12 orang,” pungkasnya.(ay)

SAMARINDA – Masyarakat diingatkan untuk menghentikan semua kegiatan dan mengambil sikap sempurna pada pukul 10.17 WiB atau 11.17 Wita Senin Tanggal 17 Agustus 2020 mendatang, guna bersama –sama mengikuti peringatan HUT Kemerdekaan RI ke 75.

Harapan itu, disampaikan Sekjen Kemendagri  Muhammad Hudori saat memimpin rapat koordinasi nasional (Rakornas) persiapan perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 Republik Indonesia. Rakornas yang digelar secara virtual ini, diikuti Pj Sekretaris Daerah Kaltim M Sa’bani, bersama Asisten I M Jauhar Effendy, Plt Kepala Dinas Kesehatan M Andi Ishak, Kasrem 091 Triyono.

“Sekjen Kemendagri Muhammad Hudori menyampaikan pada saat menjelang detik-detik proklamasi masyarakat diharapkan menghentikan segala kegiatan kurang lebih selama 3 menit kemudian mengambil sikap sempurna. Yakni berdiri tegap dengan tangan mengepal di samping badan. Tepatnya pada 17 Agustus pukul 10.17 WIB untuk menghormati detik-detik proklamasi ke 75 secara nasional,” terang Pj Sekda M Sa’bani.

Ditambahkan, momentum perayaan HUT ke-75 RI adalah waktu yang tepat untuk menunjukkan semangat, rasa cinta dan bangga sebagai anak bangsa di tengah suasana pandemi melalui gerakan menata, memperindah lingkungan serta tetap menjaga protokol kesehatan.

Kepada daerah, diminta segera berkoordinasi dengan TNI, Polri secara teknis untuk reminder kepada masyarakat umum untuk melakukan sikap sempurna menjelang detik-detik proklamasi ke 75.

“Aksi Pemerintah Daerah dilakukan dengan cara pemanfaatan fasilitas media informasi Pemda, antara lain videotron, website, sosial media untuk mengampanyekan dan menyiarkan rangkaian kegiatan HUT ke-75 RI,” ungkap Sa’bani.

Aksi selanjutnya dilakukan dengan cara penggunaan sirine pada kendaraan pemadam, ambulance, perhubungan, Satpol PP saat detik-detik proklamasi di tempat umum. “Nanti akan ditempatkan petugas-petugas pada tempat-tempat tertentu seperti pasar, lampu merah, atau pusat kegiatan lainnya yang akan memandu masyarakat,” kata Sekda Sa’bani.

Humasprovkaltim

Penajam – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, menggelar pelatihan bagi pengelola laman milik organisasi perangkat daerah (OPD) setempat agar bisa mengatasi secara mandiri dengan cepat jika terjadi kendala, Selasa (28/7).

Kepala Diskominfo Kabupaten PPU, Budi Santoso mengatakan pelatihan ini digelar selama dua hari mulai kemarin hingga hari ini yang dilakukan secara bergantian. Kemarin ada 11 perwakilan OPD yang dilatih, kemudian hari ini ada 15 perwakilan OPD.

Pelatihan dilakukan bagi operator atau pengelola laman OPD yang telah mendapat bandwidth (kapasitas pada ethernet untuk trafik paket data) dari Diskominfo PPU.

Sebelumnya, kata dia, pengelolaan laman (website) masih terpencar di masing-masing OPD yang bekerja sama dengan pihak ketiga, namun sekarang sudah terfokus ke Diskminfo sehingga pihaknya melakukan pelatihan.

Ia menjelaskan bahwa di awal-awal peralihan pengelolaan laman ke Diskominfo PPU, ada sejumlah masalah yang berkaitan dengan jaringan. Dari masalah yang muncul itu, kemudian ditindaklanjuti oleh pihaknya untuk mencari sumber masalah.

Masalah yang muncul, kata Budi lagi, memang bervariasi, namun umumnya adalah karena kabel power putus, tercabut, ada yang konektornya tercabut, lantas mereka mengeluh bahwa kapasitas internet rendah atau turun, padahal jaringan yang dipakai oleh Diskominfo kuat dan terpelihara.

“Pelatihan yang dilakukan selama dua hari ini mulai dari pengenalan mengatasi masalah pada bandwidth dan routernya, pokoknya semua yang berkaitan dengan jaringan agar bisa mereka atasi secara mandiri, sedangkan jika terjadi penurunan total, baru Diskominfo yang turun tangan,” ucap Budi.

Ia juga mengatakan, laman di setiap OPD merupakan salah satu cara dalam menerapkan e-Government, sehingga pihaknya perlu mengakomodasi fungsi-fungsi pengembangan teknologi informasi (TIK).

“Dalam hal ini, TIK sebagai pendukung kegiatan penyelenggaraan pemerintahan dan layanan publik, termasuk TIK sebagai transformer untuk penentu arah kebijakan pemerintahan,” ucap Budi. (mg)

 

Kutai Timur – Pengelolaan dan menjaga kelestarian hutan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, namun keterlibatan seluruh masyarakat yang berada di sekitar kawasan hutan tersebut juga menjadi sangat penting untuk bersama terlibat dalam upaya menjaga kelestarian hutan. Tidak terkecuali dalam upaya penganggulangan kebakaran hutan dan lahan yang memang kerap menjadi permasalahan dn menghantui masyarakat, yang secara kultural terbiasa hidup dan bercocok tanam dengan menggunakan pola bakar ladang.

Untuk mengajak masyarakat agar peduli dan ikut dalam upaya pengelolaan dan pelindungan kelestarian hutan, termasuk dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan, maka Dinas Kehutanan Provinsi Kaltim melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Kelinjau dengan menggandeng Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Timur (Kutim), Senin (27/7), menggelar Pelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), bagi Masyarakat Peduli Api (MPA). Pelatihan penanggulangan Karhutla yang dilaksanakan selama tiga hari kedepan dan dipusatkan di Kota Sangatta ini, melibatkan lebih kurang 60 peserta MPA yang berasal dari tiga desa yang berada di Kecamatan Muara Wahau dan Kongbeng, serta anggota BPBD Kutim.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Kutim, Kasmidi Bulang yang berkesempatan membuka rangkaian acara pelatihan, menyampaikan dukungan penuh terhadap program KPHP Kelinjau dan BPBD Kutim dalam upaya melatih masyarakat untuk sama-sama peduli dan mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Kutim secara umum dan khususnya di Kecamatan Muara Wahau serta Kecamatan Kongbeng.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan (pelatihan pencegahan kebakaran hutan dan lahan, red) ini. Melalui pelatihan ini, maka akan menciptakan masyarakat kita yang siap pakai dan menghadapi saat terjadi kebakaran hutan dan lahan, khususnya di wilayah mereka sendiri. Makanya tidak hanya diberikan pembekalan pengetahuan secara teori, namun juga langsung praktek melakukan pemadaman kebakaran hutan dan lahan, ada simulasinya nanti,” sebut Kasmidi kepada awak media, usai membuka kegiatan.

Sementara, Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Kutim, Syafruddin Syam menyebutkan jika pelatihan penanggulangan Karhutla yang dilaksanakan KPHP Kelinjau saat ini memang dikhususkan kepada MPA yang berada di tiga desa di Kecamatan Muara Wahau dan Kongbeng, yakni Desa Nehes Liah Bing (Selabing), Benhes dan Miau Baru di Kecamatan Kongbeng, karena desa-desa tersebut memang berbatasan langsung dengan beberapa hutan lindung, baik itu Hutan Gunung Gajah dan Hutan Wehea.

“Pelatihan (penanggulangan kebakaran hutan dan lahan, red) yang dilaksanakan oleh KPHP (Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi, red) Kelinjau ini, memang dikonsentrasikan untuk MPA (Masyarakat peduli Api, red) yang berada di Desa Selabing (Nehes Liah Bing, red), Desa Benhes dan Miau Baru. Karena memang di tiga desa tersebut ada hutannya. Baik itu hutan Gunung Gajah maupun hutan Wehea yang dilindungi. Sehingga MPA yang dibentuk di tiga desa tersebut, dikonsentrasikan sementara untuk mengamankan hutan yang ada disana,” ujar Syafruddin kepada awak media, usai acara pembukaan pelatihan penanggulangan Karhutla, Senin (27/7), bertempat di Aula Serbaguna Hotel Mesfa Mulia, Sangatta Utara.

Ditambahkan Syafruddin, terkait keberadaan Masyarakat Peduli Api (MPA), bahwa BPBD Kutim juga ikut serta melakukan pembentukan kelompok komunitas masyarakat tersebut pada 18 kecamatan di Kutim. Bahkan BPBD Kutim juga turut melakukan sosialisasi rutin di semua kecamatan, terkait penanggulangan Karhutla. Hal ini sesuai dengan tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) BPBD Kutim yang turut bertanggung jawaban dalam upaya penanggulangan Karhutla.

“Untuk MPA (Masyarakat Peduli Api, red), BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah, red) Kutim juga membentuk, jadi tidak tanggung jawab KPHP saja. Bahkan kita (BPBD Kutim, red) juga melakukan sosialisasi akan bahaya dan penanganan Karhutla (Kebakaran Hutan dan Lahan, red) di 18 kecamatan. Sebab sesuai dengan tupoksi (tugas pokok dan fungsi, red) BPBD,” jelasnya.

Ditambahkan Kepala UPT KPHP Kelinjau, Shahar Al-Haqq bahwa fungsi KPHP tidak hanya sebagai perpanjangan tangan dan administrasi dari Dinas Kehutanan Provinsi Kaltim saja, namun juga turut bertanggung jawab dalam melakukan pembinaan sosial dan kemasyarakatan, terutama bagi masyarakat yang hidup berdampingan atau dalam kawasan hutan.

“Sejak terbitnya Undang-undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, maka sebagian kewenangan yang sebelumnya dimiliki oleh pemerintah kabupaten dan kota ditarik oleh provinsi, termasuk Dinas Kehutanan. Sehingga yang tersisa di kabupaten hanya UPT (Unit Pelaksana Teknis, red) KPH (Kesatuan Pengelolaan Hutan, red) saja. Namun tugas kami (KPH, red) tidak hanya sekedar urusan administasi saja, tetapi ikut melakukan pembinaan sosial dan kemasyarakat, terutama bagi masyarakat yang hidup berdampingan dengan hutan atau masyarakat yang selama ini tinggal di dalam kawasan hutan,” sebut Shahar.

Lanjut Shahar, bentuk pembinaan yang dilakukan KPHP adalah dengan mengajak masyarakat peduli akan kelestarian dan keberlangsungan ekosistem hutan yang ada di wilayah mereka. Sebab, selama ini masyarakat khususnya yang hidup di pedalaman Kalimantan, memang dikenal sebagai masyarakat yang menggantungkan penghidupan sehari-harinya dari hasil hutan. Termasuk dengan kebiasaan bercocok tanam di kawasan hutan. Sehingga dengan dibentuknya komunitas Masyarakat Peduli Api (MPA) ini, masyarakat yang hidup dan tinggal di kawasan hutan tidak hanya sekedar memanfaatkan hasil hutan tetapi juga ikut menjaga kelestarian dan ekosistem hutan, terutama dalam upaya mencegah terjadinya kebakaran hutan, saat bercocok tanam.

“Kita akan lakukan pembinaan kepada masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan. Klo masyarakat mau berkebun, maka harus sesuai dengan koridor aturan kehutanan. Maun usaha sapi atau ternak ikan di kawasan hutan, boleh saja selama ikut aturan kehutanan. Jadi intinya, kita mau mengangkat ekonomi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan. Karena jika ekomoni masyarakat tersebut sudah mapan dan maju, maka tidak bakalan mereka akan membakar hutan. Mereka pasti akan menjaganya. Kan tidak mungkin mereka menanam aren atau komoditas perkebunan lainya, tetapi saat kebakaran hutan, mereka biarkan saja kebun mereka ikut terbakar. Pastinya mereka akan ikut memadamkan kebakaran hutan,” terang Shahar.

Ditambahkan Shahar, melalui komunitas Masyarakat Peduli Api (MPA), maka akan menjadi perpanjangan tangan Dinas Kehutanan Provinsi di tingkat desa. Tentunya, keberadaan MPA di tingkat desa juga akan meringankan beban dari KPH dalam melakukan pengawasan dan pengelolaan hutan. Sehingga tidak perlu memperbanyak anggota KPH di Kecamatan, tetapi cukup memberdayakan komunitas MPA yang ada. Tinggal pemerintah memberikan stimulus dan membantu memenuhi kebutuhan dari MPA tersebut.

“Jadi tidak perlu banyak-banyak anggota KPH, cukup dengan mendukung apa saja program dan kegiatan dari setiap MPA yang dibentuk di tingkat desa. Seolah-olah komunitas MPA ini adalah karyawan Dinas Kehutanan atau KPHP di lapangan. Tinggal kemampuan dari pemerintah saja memberikan stimulus, untuk mendukung program MPA yang ada tersebut. Maka hutan akan tetap aman dan terjaga kelestariannya,” ucap Shahar.

Samarinda— Kembali meninggi penambahan kasus terinfeksi Virus Covid-19 di Kaltim, setelah sehari turun 18 kasus, kini kembali naik menjadi 66 kasus.

“Kasua terkonfirmasi Covid-19 sebagian besar adalah kontak erat ataupun juga hasil dari transmisi lokal di wilayah masing-masing,” Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kaltim,  Andi Muhammad Ishak dalam rilisnya hariannya melalui aplikasi zoom cloud video meeting, Selasa (28/7/2020).

Berikut sebaran kasus positif Covid-19 hari ini di Kaltim :

Kabupaten Kutai Kartanegara 16 Kasus

  1. 15 Kasus, merupakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 asimtomatis hasil pemeriksaan mandiri perusahaan, kasus dirawat di RS Karantina Wisma Atlit Tenggarong yaitu KKR 181 Laki-laki 30 tahun, KKR 182 Laki-laki 37 tahun, KKR 183 Laki-laki 44 tahun, KKR 184 Laki-laki 27 tahun, KKR 185 Laki-laki 23 tahun, KKR 186 Laki-laki 22 tahun, KKR 187 Laki-laki 36 tahun,KKR 188 Laki-laki 50 tahun, KKR 189 Laki-laki 37 tahun, KKR 190 Laki-laki 35 tahun, KKR 191 Laki-laki 46 tahun, KKR 192 Laki-laki 41 tahun, KKR 193 Laki-laki 39 tahun, KKR 194 Laki-laki 24 tahun, KKR 195 Laki-laki 31 tahun.
  2. KKR 196 Laki-laki 43 tahun warga Kutai Kartanegara, merupakan kasus konfirmasi positif Covid-19 asimtomatis yang mempunyai Riwayat perjalanan dari Kalimantan Selatan.

Kabupaten Kutai Timur Enam Kasus

  1. 6 Kasus merupakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 asimtomatis hasil pemeriksaan mandiri dari perusahaan, kasus dirawat di RSUD Kudungga Sangatta yaitu KTM 94 Laki-laki 46 tahun, KTM 95 Wanita 36 tahun, KTM 96 Laki-laki 50 tahun, KTM 97 Laki-laki 21 tahun, KTM 98 Laki-laki 30 tahun, KTM 99 Laki-laki 33 tahun.

Kabupaten Kutai Barat Satu Kasus

  1. KBR 44 Wanita 44 tahun warga Kutai Barat, merupakan kasus konfirmasi positif Covid-19 dengan gejala Infeksi Saluran Pernafasan Akut, kasus dirawat di RSUD Harapan Insan Sendawar Kutai Barat.

Kabupaten Paser 16 Kasus

  1. PSR 92 Laki-laki 51 tahun warga Paser, merupakan kasus konfirmasi positif Covid-19 dengan gejala Infeksi Saluran Pernafasan Akut, kasus dirawat di RSUD Panglima Sebaya Paser.
  2. PSR 93 Laki-laki 8 tahun, PSR 96 Wanita 43 tahun dan PSR 97 Wanita 68 tahun warga Paser, merupakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 asimtomatis yang mempunyai Riwayat kontak dengan PSR 62, kasus dirawat di Rumah Isolasi.
  3. PSR 94 Laki-laki 2 tahun dan PSR 95 Wanita 36 tahun warga Paser, merupakan kasus konfirmasi positif Covid-19 asimtomatis yang mempunyai Riwayat kontak dengan kasus PSR 59, kasus dirawat di Rumah Isolasi.
  4. PSR 98 Laki-laki 5 tahun, PSR 99 Wanita 22 tahun, PSR 100 Laki-laki 49 tahun, PSR 103 Wanita 61 tahun, PSR 104 Laki-laki 62 tahun, PSR 105 Laki-laki 28 tahun, PSR 106 Laki-laki 36 tahun, PSR 107 Laki-laki 23 tahun warga Paser, merupakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 asimtomatis hasil tracing, kasus dirawat di Rumah Isolasi.
  5. PSR 101 Wanita 28 tahun warga Paser, merupakan kasus konfirmasi positif Covid-19 asimtomatis yang mempunyai Riwayat kontak dengan kasus PSR 60, kasus dirawat di Rumah Isolasi.
  6. PSR 102 Laki-laki 61 tahun warga Paser, merupakan kasus konfirmasi positif Covid-19 asimtomatis yang mempunyai Riwayat kontak dengan kasus PSR 61, kasus dirawat di Rumah Isolasi.

Kota Balikpapan 16 Kasus

  1. BPN 413 Wanita 39 tahun, BPN 421 Laki-laki 32 tahun, BPN 422 Wanita 31 tahun, BPN 423 Laki-laki 27 tahun dan BPN 424 Wanita 58 tahun wargaBalikpapan, merupakan kasus konfirmasi positif Covid-19 asimtomatisdengan kontak kasus BPN 285, kasus melakukan isolasi mandiri.
  2. BPN 414 Laki-laki 30 tahun, BPN 415 Laki-laki 38 tahun, BPN 416 Laki-laki 29 tahun, BPN 417 Laki-laki 42 tahun, BPN 418 Laki-laki 26 tahun, BPN 419 Laki-laki 38 tahun dan BPN 420 Laki-laki 46 tahun, merupakan kasus konfirmasi positif Covid-19 asimtomatik hasil pemeriksaan mandiri dari perusahaan, kasus melakukan isolasi mandiri.
  3. BPN 425 Wanita 31 tahun, BPN 426 Laki-laki 52 tahun, BPN 427 Wanita 39 tahun dan BPN 428 Laki-laki 2 tahun warga Balikpapan, merupakan kasus konfirmasi positif Covid-19 dengan gejala Infeksi Saluran Pernafasan Atas, kasus dirawat di RSUD Beriman Balikpapan.

Kota Samarinda 11 Kasus

  1. SMD 245 Laki-laki 58 tahun, SMD 246 Wanita 21 tahun, SMD 254 Wanita 30 tahun, SMD 255 Laki-laki 28 tahun warga Samarinda, merupakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 asimtomatis yang melakukan pemeriksaan mandiri, kasus melakukan isolasi mandiri
  2. SMD 247 Wanita 39 tahun dan SMD 248 Laki-laki 48 tahun warga Samarinda, merupakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 asimtomatis yang mempunyai riwayat kontak dengan kasus SMD 172.
  3. SMD 249 Wanita 17 tahun dan SMD 250 Wanita 49 tahun warga Samarinda, merupakan kasus konfirmasi Positif Covid-19 asimtomatis yang mempunyai Riwayat kontak dengan SMD 136, kasus melakukan isolasi mandiri.
  4. SMD 251 Laki-laki 61 tahun warga Samarinda, merupakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 asimtomatis yang mempunyai Riwayat kontak dengan kasus SMD 214, kasus melakukan isolasi mandiri.
  5. SMD 252 Laki-laki 25 tahun dan SMD 253 Laki-laki 37 tahun warga Samarinda, merupakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 asimtomatis hasil pemeriksaan mandiri dari perusahaan, kasus melakukan isolasi mandiri.

Gugus tugas juga melaporkan 34 kasus yang dinyatakan sembuh berasal dari Kabupaten Paser Lima kasus, Kota Balikpapan 18 kasus, Kabupaten Kutim satu kasus dan Kota Samarinda 10 kasus.

Kasus tersebut dinyatakan SEMBUH karena telah melalui masa isolasi 10 hari dan hasil pemeriksaan klinis dari dokter penanggung jawab pelayanan yang merawat kasus konfirmasi Covid-19 tersebut menyatakan bahwa secara klinis memiliki kondisi sudah sangat baik, tidak ada gejala.

Dengan begitu perkembangan kasus hingga hari ini untuk kasus terkonfirmasi positif di Kaltim menjadi 1.250 kasus, sembuh 808 kasus, meninggal dunia 28 kasus dan pasien yang dirawat 414 kasus.

Andi juga mengimbau masyarakat untuk menjaga diri supaya tidak tertular dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat serta menerapkan protokol kesehatan dengan kesungguhan, kepedulian, komitmen dan juga kedisiplinan yang tinggi.

“Mari bersama-sama saling peduli, menjaga diri kita sendiri, keluarga dan lingkungan agar tidak tertular dari Covid-19,”ajaknya.

Samarinda — Tetap patuhi protokol kesehatan Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim melaksanakan Bimtek Peningkatan Cakupan Kepemilikan Akta Kematian Provinsi dan Kabupaten/Kota Se Kaltim, secara virtual atau melalui Zoom Meeting, Selasa (28/7/2020).

Kepala Dinas KP3A Kaltim, Halda Arsyad mengatakan, peristiwa kematian sebagai salah satu peristiwa penting yang dialami seseorang, wajib dilaporkan kepada instansi pelaksana, selambat-lambatnya 30 (tiga puluh hari) sejak tanggal kematian. Namun berdasarkan laporan terakhir dari Kabupaten/Kota per tanggal 28 Juni 2020 bahwa Akta Kematian yang diterbitkan baru berjumlah 248.482 lembar.

Hal ini menunjukkan kesadaran warga masyarakat untuk mengurus akta kematian bagi anggota keluarganya yang meninggal dunia, relatif masih rendah sehingga jumlah pemohon akta kematian setiap bulannya belum meliputi seluruh peristiwa kematian yang terjadi di Kaltim. Ini tentu saja berdampak pada tidak maksimalnya tingkat akurasi data penduduk, yaitu jumlah penduduk di dalam database tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.

“Mengapa orang meninggal perlu diurus akta kematiannya? Akta kematian merupakan bukti sah mengenai status kematian seseorang yang diperlukan sebagai dasar pembagian hak waris, penetapan status janda atau duda pasangan yang ditinggalkan, pengurusan asuransi, pensiun, perbankan. Pada saat ini penduduk yang melaporkan peristiwa kematian masih sangat rendah sehingga perlu upaya yang lebih sistematis dan terfokus agar data kependudukan bisa ditingkatkan akurasinya,” ujarnya.

Halda berharap agar pentingnya kepemilikan akta kematian ini secara terus menerus disosialisasikan kepada masyarakat dan dilakukan terobosan agar kepemilikan akta kematian di daerah bisa meningkat sehingga keakuratan dan kualitas database kependudukan menjadi lebih baik.

“Dengan tertib dan meningkatknya kepemilikan akta kematian berdampak sangat besar dan luas untuk kepentingan perencanaan pembangunan melalui keakurasian data dan pembangunan demokrasi khususnya dalam rangka menetapkan Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilu (DP4), sehingga tidak ditemukan lagi penduduk yang sudah meninggal tetapi namanya masih ada dalam data pemilih,” imbuh Halda.

Sebagai informasi, Pemprov Kaltim tahun ini memberikan bantuan Mobil Pelayanan keliling. Semula untuk semua kabupaten/kota tetapi terkait dengan pandemi Covid-19, anggaran mengalami rasionalisasi sebesar 50% sehingga yang semula mobil pelayanan sebanyak 10 unit menjadi Lima unit.

“Tetapi tetap kami upayakan untuk pengadaan mobil pelayanan keliling sebanyak lima unit pada tahun 2021 semoga bisa disetujui oleh Bapak Gubernur Kaltim,” terang Halda.

Diperkirakan bulan September Mobil Pelayanan Keliling untuk Lima Kabupaten yaitu Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Kutai Barat, kabupaten Paser dan Kabupaten Penajam Paser Utara siap diserahkan.

Diharapkan dengan adanya mobil pelayanan keliling akan meningkatkan jangkauan pelayanan administrasi kependudukan sampai ke pelosok-pelosok desa yang jauh dari pusat pemerintahan sehingga semua penduduk dapat terlayani dokumen kependudukannya dengan baik dan sebagai bukti bahwa Dukcapil hadir memberikan pelayanan terbaik tanpa diskriminasi dan membahagiakan masyarakat.

Tak lupa Halda mengucapkan selamat kepada Tiga kabupaten/kota yaitu Kota Balikpapan, Kota Bontang dan Kabupaten Berau yang mendapat reward dari Menteri Dalam Negeri berupa Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM),bebernya.

SAMARINDA – Korem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) menginisiasi terselenggaranya webinar tingkat provinsi dalam rangka optimalisasi pendisiplinan protokol kesehatan, Media Center Korem 091/ASN Samarinda Provinsi Kalimantan Timur, Selasa (28/7/2020).

Webinar (Web Seminar), yang diadakan di Media Center Korem 091/ASN ini diikuti oleh Danrem 091/ASN Brigjen TNI Cahyo Suryo Putro, S.I.P., M.Si., Kapolres Samarinda Kombes Pol Arif Budiman, S.I.K. M.Si., Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Prov Kaltim Setyo Budi Basuki, SKM. M. Kes, Kabid. Kedaruratan dan Logistik BPBD Prov. Kaltim Ir. Kresnayana, MT.

Dalam webinar ini, Kepala Bidang Pencegahan Dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, Setyo Budi Basuki, Skm. M.Kes menjelaskan tentang Optimalisasi Pelaksanaan Penerapan Protokol Kesehatan Penanganan Covid-19. Peningkatan kasus terkonfirmasi Covid-19 pada minggu-minggu terakhir ini cukup tinggi, kondisi ini menunjukan masih terjadianya penularan di antara masyarakat dan kepatuhan masyatakat terhadap protokol kesehatan yang belum optimal.

Ditambah Kapolres Samarinda, Kombes Pol Arif Budiman, S.I.K. M.Si., menerangkan tentang Optimalisasi Kedisiplinaan Protokol Kesehatan. Adaptasi kebiasaan baru merupakan proses bertahap pada saat pandemi covid-19 yang tergantung pada situasi di daerah masing-masing. Adanya Mall, Café dan Pasar yang dibuka harus tetap memperhatikan protokol kesehatan. TNI-Polri Setiap malam mengadakan razia untuk menjaga agar tidak ada berkerumunan.

Dalam sambutan Kabid. Kedaruratan dan Logistik BPBD Prov. Kaltim Ir. Kresnayana, MT. menerangkan Pembangunan system penangulangan bencana serta covid-19.

Dalam sambutannya, Danrem 091/ASN Brigjen TNI Cahyo Suryo Putro, S.I.P., M.Si. menjelaskan melalui rapat secara daring ini Pendisiplinan protokol kesehatan oleh masyarakat harus ditingkatkan karena masih banyak yang belum sepenuhnya menyadari bahaya penyebaran covid-19, oleh karenanya TNI Polri dan Pemerintah mengadakan razia gabungan untuk menghindari penyebaran covid-19 serta mengadakan pembagian masker gratis kepada masyarakat.

Penrem 091/ASN

Tana Paser – Menjelang Hari Ulang Tahun ke-75 Republik Indonesia, sudut jalan di Kecamatan Tanah Grogot Kabupaten Paser mulai dipadati penjual bendera. Momen ini menjadi kesempatan para pedagang bendera musiman untuk menjajakan barang dagangannya. Pekerjaan utamanya adalah petambang batu dan kayu.

Pantauan pada 28 Juli 2020, atau 20 hari menjelang HUT ke-75 RI, para pedagang mulai terlihat di berbagai sudut jalan. Para penjual bendera mulai terlihat di jalan Yos Sudarso atau yang lebih dikenal dengan kawasan siring Kandilo.

Ian, salah satu pedagang bendera, mengakui sudah satu minggu ini dia mulai berjualan. “Sudah satu minggu dari sekarang namun masih sepi pembeli,” katanya, Selasa (28/07/2020).

Sudah setahun Ian bekerja sebagai pedagang bendera. Ia merasa masa pandemi membuat dagangannya sepi pembeli. “Biasanya sudah banyak pembeli, akan tetapi baru 1-5 orang sejak saya berjualan,” ungkap Ian.

Diakuinya, bendera yang ia jual bukan miliknya. Ia berbagai penghasilan dengan orang lain yang memberikannya modal. “Biasanya penjual dapat persenann dari penjualan, tapi karean bos ini teman jadimnya saya enak saja,” kata Ian.

Lanjut Ian, kebanyakan pembeli mencari bendera merah putih dan umbul-umbul. “Jenis bendera yang paling laku yaitu bendera merah putih ukuran semeter 30 dan umbul-umbul,” katanya.

Terdapat 10 jenis bendera yang dijual dengan harga beragam mulai dari harga Rp30 ribu hingga Rp500 ribu/bendera.

Ian membrandol bendera umbul-umbul dengan harga Rp30 ribu, bendera bandir Rp50 ribu, bendera background berukuran kecil Rp250 ribu dan bendera background berukuran besar Rp500 ribu.

 

Haloberau.com , TANJUNG REDEB – Terjadi penambahan kasus positif Covid-19 di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Selain adanya penambahan pasien positif, ada juga pasien yang menyusul sembuh dari Covid-19 dan telah usai menjalani rawat isolaso di RSUD dr Abdul Rivai.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas (Kadinkes) Berau, Iswahyudi. Dikatakannya, laporan perkembangan kasus Covid-19 rencananya ingin disampaikan melalui video conference. Namun adanya kendala internet, laporan perkembangan kasus Covid-19 hanya dilakukan dengan menyebarkan surat laporan releasenya melalui sosial media dan grup whatsapp.

“Informasi tadi ingin disampaikan melalui via aplikasi zoom bersama awak media. Namun ada kendala gangguan internet terpaksa laporan releasnya kita bagikan saja hari ini, Senin (27/7),” kata Iswahyudi.

Lebih lanjut, untuk pasien baru positif Covid-19 bertambah empat, dan disusul ada sebanyak tujuh pasien dinyatakan telah sembuh dari virus mematikan tersebut.

“Pasien baru positif corona berdasarkan hasil screening terhadap pelaku perjalanan dengan hasil PCR positif,” katanya.

“Sementara pasien yang telah dinyatakan sembuh berdasarkan swab kontrol yang telah dilakukan,”sebutnya.

Empat pasien penambahan kasus positif Covid-19 kini telah menjalani rawat isolasi di RSUD dr Abdul Rivai, Tanjung Redeb dan tujuh pasien yang sembuh telah selesai menjalani rawat isolasi segingga diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.

“Yang baru positif ini telah menjalani rawat isolasi di rumah sakit untuk proses penyembuhan dan yang telah sembuh telah diperbolahkan pulang,” terangnya.

“Tetap kami imbau, tolong patuhi protokol kesehatan karena kita masih menghadapi wabah pandemi virus corona,” tandasnya.

Dengan demikian sampai hari ini tanggal 27 Juli 2020 total kasus konfirmasi sebanyak 74 kasus dan pasien yang masih menjalani perawatan sebanyak 14 kasus.

Berikut identitas 4 pasien baru yang positif dan yang sembuh Covid-19:

Penambahan pasien Positif Covid-19:

1. Tn.TAF (42 tahun) dengan alamat Kelurahan Tanjung Redeb Kecamatan Tanjung Redeb merupakan pelaku perjalanan dari Kota Samarinda dengan hasil PCR Positif (Berau 71).

2. Tn.ZD (36 tahun) dengan alamat Kelurahan Karang Ambon Kecamatan Tanjung Redeb merupakan pelaku perjalanan dari Kota Samarinda dengan hasil PCR Positif (Berau 72).

3. Tn.MK (30 tahun) dengan alamat Kelurahan Tanjung Redeb Kecamatan Tanjung Redeb merupakan pelaku perjalanan dari Kota Yogyakarta dengan hasil PCR Positif (Berau 73).

4. Tn.ES (30 tahun) dengan alamat Kelurahan Tanjung Redeb Kecamatan Tanjung Redeb merupakan kontak erat satu lingkungan kerja Berau 68 dengan hasil PCR Positif (Berau 74).

Pasien yang Sembuh :

1. Tn.Sisko Yudi Susanto (31 tahun) dengan alamat Kelurahan Karang Ambun Kecamatan Tanjung Redeb merupakan Pelaku Perjalanan dari Kota Banjarmasin (Berau 44).

2. Nn.Febriona Cerry Setiawan (18 tahun) dengan alamat Kelurahan Bedungun Kecamatan Tanjung Redeb merupakan Pelaku Perjalanan dari Kota Manado (Berau 47).

3. Tn.Saut Siregar (48 tahun) dengan alamat KeluKampung Tumbit Dayat Kecamatan Tanjung Redeb merupakan Pelaku Perjalanan dari Kota Medan (Berau 52).

4. Tn.Itok Putro Prasetyo (29 tahun) dengan alamat Kelurahan Bugis Kecamatan Tanjung Redeb merupakan Pelaku Perjalanan dari Sukoharjo (Berau 57).

5. Tn.Eko Fernando (34 tahun) dengan alamat Kelurahan Bugis Kecamatan Tanjung Redeb merupakan Pelaku Perjalanan dari Kota Padang (Berau 58).

6. Tn.Deni Setiansyah (31 tahun) dengan alamat Kelurahan Bugis Kecamatan Tanjung Redeb merupakan Pelaku Perjalanan dari Kota Banjarmasin (Berau 59).

7. Tn.Ilham (31 tahun) dengan alamat Kelurahan Bugis Kecamatan Tanjung Redeb merupakan Pelaku Perjalanan dari Kota Makassar (Berau 60).

Penajam—  Tenaga Teknis Program Pembangunan, Pemberdayaan Kelurahan dan Perdesaan Mandiri (Pro-P2KPM) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, menargetkan terdapat lima Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) meningkat menjadi maju tahun 2023.

“Tahun ini belum ada BUMDes maju di PPU, namun sudah ada dua BUMDes berstatus berkembang, sehingga yang berkembang akan didongkrak menjadi maju, ditambah tiga BUMDes lainnya,” ujar Tenaga Teknis Bidang Pengembangan Ekonomi Pro-P2KPM Kabupaten PPU Muhammad Faried di Penajam, Senin.

Dua BUMDes berstatus berkembang yang akan didongkrak statusnya menjadi maju itu adalah BUMDes Mekar Abadi di Desa Sumber Sari, Kecamatan Babulu, kemudian BUMDes Maju Jaya di Desa Telemow, Kecamatan Sepaku.

Sedangkan tiga BUMDes lain yang dimungkinkan bisa maju meski saat ini statusnya masih tumbuh adalah BUMDes Badar Jaya di Desa Babulu Darat, BUMDes Rawa Mukti di Desa Labangka Barat, Kecamatan Babulu, dan BUMDes Mandiri Sejahtera, Desa Giri Mukti di Kecamatan Penajam.

Ia juga mengatakan bahwa lima BUMDes yang berpotensi menjadi maju tersebut sudah menyumbangkan Pendapatan Asli Desa (PADes) yang diserahkan ke desa di akhir tahun 2019, sepert BUMDes Mekar Abadi sebesar Rp83 juta dengan unit usaha penyewaan mesin perontok padi, pengelolaan pasar desa, dan penjualan alat tulis kantor (ATK).

Kemudian BUMDes Maju Jaya dengan unit usaha perkreditan dan pengelolaan air bersih yang langsung dialirkan ke rumah penduduk dengan total PADes yang disumbangkan senilai Rp25 juta, selanjutnya BUMDes Rawa Mukti dengan usaha perkreditan rakyat.

Selanjutnya BUMDes Badar Jaya dengan unit usaha pengelolaan pasar desa, perkebunan sawit yang bekerjasama dengan pihak ketiga, dan penyewaan perlengkapan acara/tenda dengan sumbangan PADes Rp34 juta, BUMDes Mandiri Sejahtera telah menyumbangkan PADes Rp22 juta dengan unit usaha perkreditan rakyat.

Faried juga mengatakan, dari 30 desa di PPU, semuanya telah memiliki BUMDes, namun memang ada empat yang belum aktif atau masih berstatus dasar, yakni Bumdes di Desa Binuang, Tengin Baru, Bukit Raya, dan BUMDes di Desa Suka Raja yang semuanya ada di Kecamatan Sepaku.

“Untuk menentukan BUMDes berstatus dasar, tumbuh, berkembang, dan maju, terdapat enam aspek yang dinilai, yakni aspek kelembagaan, legalitas, kelancaran usaha, administrasi, permodalan dan aset, serta dampak ekonomi terhadap warga desa,” ucap Faried.