SAMARINDA—–Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim yang dirilis Senin, 3 Agustus 2020 menyebutkan, pada bulan Juni 2020 terjadi inflansi sebesar 0,07 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,04.

Sedangkan tingkat Inflasi tahun kalender pada bulan Juli 2020 sebesar 0,92 persen dan Inflasi tahun ke tahun sebesar 0,80 persen. Hal tersebut diungkapkan Kepala BPS Kaltim, Anggoro Dwithjahyono saat rilis bulanan melalui aplikasi Youtube, Senin (3/8/2020).

Menurutnya, Inflasi terjadi karena adanya peningkatan harga yang ditunjukkan oleh naiknya beberapa indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok kesehatan sebesar 0,38 persen; kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,36 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,28 persen; kelompok transportasi sebesar 0,22 persen; kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,21 persen; kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,11 persen; kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,10 persen dan kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,07 persen.

Sedangkan Tiga kelompok lainnya mengalami penurunan indeks yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar -1,16 persen diikuti kelompok pendidikan sebesar -0,66 persen dan kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar -0,02 persen.

Sementara ada 11 kelompok pengeluaran diantaranya tujuh kelompok memberikan andil/sumbangan inflasi, tiga kelompok memberikan andil/sumbangan deflasi dan satu kelompok lainnya cenderung stabil. Kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau; kelompok transportasi; dan kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran masing-masing dengan andil sebesar 0,03 persen; diikuti kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga; dan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan dengan andil sebesar 0,02 persen serta kelompok kesehatan; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya masing-masing sebesar 0,01 persen. Kelompok yang memberi andil negatif yaitu: kelompok pakaian dan alas kaki sebesar -0,05 persen; dan kelompok pendidikan sebesar -0,02 persen. Kelompok dengan andil cenderung stabil adalah kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar -0,00 persen; dan kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,00 persen.

Lebih lanjut, jika dirinci menurut kota, Samarinda pada Bulan Juli 2020 mengalami inflasi sebesar 0,36 persen dan Kota Balikpapan bulan Juli 2020 mengalami deflasi -0,30 persen.

Anggoro juga membandingkan dengan perekambangan inflansi dari 90 kota pantauan IHK Nasional yakni 29 kota mengalami inflasi dan 61 kota lainnya mengalami deflasi.

“Inflasi tertinggi terjadi di Timika sebesar 1,45 persen dan terendah terjadi di Jember dan Banyuwangi masing-masing sebesar 0,01 persen. Sedangkan deflasi tertinggi terjadi di Manokwari sebesar -1,09 persen dan terendah sebesar -0,01 persen terjadi di Gunung
Sitoli, Bogor, Bekasi, Luwuk dan Bulukumba,”jelasnya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *