SAMARINDA—– Pasien Positif Covid-19 Provinsi Kalimantan Timur naik tajam sebanyak 98 kasus, penambahan kasus hari ini hampir mencapai angka 100 kasus.

Menurut Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak penambahan kasus hari tersebar di Balikpapan, Mahakam Ulu, Penajam Paser Utara, Samarinda dan Kutai Kartanegara

Penambahan kasus pada Jum’at 7 Agustus 2020 sebut Andi terbanyak dari Balikpapan sebanyak 81 kasus yang merupakan hasil dari 2 hari terakhir, karena kemaren ada keterlambatan pelaporan dan baru merilisnya serta menggabungkan dengan kasus hari ini.

Berikut sebaran 98 kasus positif:

Kota Balikpapan 81 Kasus

  1.  39 Kasus warga Balikapan, merupakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 asimtomatis hasil pemeriksaan massal DKK Balikpapan yaitu BPN 614 Wanita 56 tahun, BPN 615 Laki-laki 52 tahun, BPN 616 Wanita 56 tahun, BPN 617 Wanita 58 tahun, BPN 618 Laki-laki 56 tahun, BPN 619 Wanita 48 tahun, BPN 620 Laki-laki 57 tahun, BPN 621 Wanita 50 tahun, BPN 622 Wanita 55 tahun, BPN 623 Wanita 54 tahun, BPN 624 Laki-laki 28 tahun, BPN 625 Wanita 35 tahun, BPN 626 Wanita 43 tahun, BPN 627 Wanita 53 tahun, BPN 628 Wanita 37 tahun, BPN 629 Wanita 39 tahun, BPN 630 Wanita 19 tahun, BPN 631 Wanita 56 tahun, BPN 632 Wanita 37 tahun, BPN 633 Wanita 55 tahun, BPN 634 Wanita 2 tahun, BPN 635 Wanita 42 tahun, BPN 636 Wanita 39 tahun, BPN 637 Laki-laki 51 tahun, BPN 638 Wanita 59 tahun, BPN 639 Wanita 34 tahun, BPN 640 Wanita 55 tahun, BPN 641 Wanita 23 tahun, BPN 644 Laki-laki 27 tahun, BPN 663 Laki-laki 53 tahun, BPN 667 Laki-laki 47 tahun, BPN 679 Wanita 56 tahun, BPN 680 Wanita 40 tahun, BPN 681 Wanita 49 tahun, BPN 682 Laki-laki 57 tahun, BPN 683 Laki-laki 20 tahun, BPN 684 Laki-laki 30 tahun, BPN 686 Wanita 29 tahun dan BPN 687 Laki-laki 22 tahun, seluruh kasus melakukan isolasi mandiri.
  2. 10 kasus merupakan kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 asimtomatis hasil pemeriksaan mandiri dari perusahaan yaitu BPN 642 Laki-laki 41 tahun, BPN 643 Laki-laki 27 tahun, BPN 668 Laki-laki 26 tahun, BPN 669 Laki-laki 38 tahun, BPN 670 Laki-laki 23 tahun, BPN 671 Laki-laki 39 tahun, BPN 672 Laki-laki 27 tahun, BPN 673 Laki-laki 28 tahun, BPN 674 Laki-laki 29 tahun dan BPN 675 Laki-laki 40 tahun, kasus dirawat di RS Pertamina (BPN 642) dan melakukan isolasi mandiri.
  3.  12 kasus warga Balikpapan, merupakan kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 dengan gejala Infeksi Saluran Pernafasan Akut, BPN 645 Wanita 36 tahun,  BPN 646 Laki-laki 59 tahun, BPN 647 Wanita 45 tahun warga Balikpapan, BPN 685 Wanita 50 tahun, BPN 688 Laki-laki 45 tahun, BPN 689 Wanita 55 tahun, BPN 690 Wanita 62 tahun, BPN 691 Laki-laki 53 tahun, BPN 692 Wanita 24 tahun, BPN 693 Laki-laki 53, BPN 694 Laki-laki 54 dan BPN 695 Wanita 47 tahun, kasus di rawat di RSUD Kanudjoso Balikapapan.
  4. BPN 648 Laki-laki 4 tahun dan BPN 649 Laki-laki 9 bulan warga Balikpapan, merupakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 asimtomatis yang mempunyai Riwayat kontak dengan kasus BPN 389, kasus melakukan isolasi mandiri.
  5. BPN 651 Wanita 8 tahun warga Balikpapan, merupakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 asimtomatis yang mempunyai Riwayat kontak dengan kasus BPN 351, kasus melakukan isolasi mandiri.
  6. BPN 652 Laki-laki 49 tahun, BPN 653 Wanita 57 tahun dan BPN 655 Laki-laki 55 tahun warga Balikpapan, merupakan kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 dengan gejala Infeksi Saluran Pernafasan Akut, kasus di rawat di RS Bhayangkara Balikpapan.
  7. BPN 654 Wanita 56 tahun dan BPN 656 Wanita 60 tahun warga Balikpapan, merupakan kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 dengan gejala Infeksi Saluran Pernafasan Akut, kasus di rawat di RST Hardjanto Balikpapan dan dilaporkan meninggal pada tanggal 6 Agustus serta dimakamkan sesuai protocol Covid-19.
  8. BPN 657 Laki-laki 36 tahun warga Balikpapan, merupakan kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 dengan gejala Infeksi Saluran Pernafasan Akut, kasus di rawat di RST Hardjanto Balikpapan.
  9. 6 kasus warga Balikpapan, merupakan kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 dengan gejala Infeksi Saluran Pernafasan Akut yaitu BPN 658 Laki-laki 44  tahun, BPN 659 Wanita 29 tahun, BPN 660 Laki-laki 38 tahun, BPN 661 Laki-laki 41 tahun, BPN 662 Laki-laki 60 tahun dan BPN 665 Laki-laki 53 tahun, kasus di rawat di RS Siloam Balikpapan.
  10. BPN 664 Laki-laki 61 tahun warga Balikpapan, merupakan kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 dengan gejala Infeksi Saluran Pernafasan Akut, kasus di rawat di RSUD Beriman Balikpapan dan dilaporkan meninggal pada tanggal 6 Agustus serta dimakamkan sesuai protocol Covid-19.
  11. BPN 666 Laki-laki 38 tahun warga Balikpapan, merupakan kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 dengan gejala Infeksi Saluran Pernafasan Akut, kasus di rawat di RS Restu Ibu Balikpapan.
  12. BPN 676 Wanita 37 tahun, BPN 677 Laki-laki 16 tahun dan BPN 678 Wanita 10 tahun warga Balikpapan, merupakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 asimtomatis yang mempunyai Riwayat kontak dengan kasus suspeck, kasus melakukan isolasi mandiri

Kabupaten Penajam Paser Utara Satu kasus

  1. PPU 34 Laki-laki 33 tahun warga PPU, merupakan kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 asimtomatis hasil pemeriksaan mandiri perusahaan, kasus dirawat di RSUD Panglima Sebaya Paser

Kota Samarinda Delapan Kasus

  1.  5 Kasus warga Samarinda, merupakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 asimtomatis hasil pemeriksaan DKK Samarinda yaitu SMD 360 Laki-laki 32 tahun, SMD 362 Wanita 63 tahun, SMD 364 Wanita 46 tahun, SMD 365 Laki-laki 44 tahun dan SMD 366 Laki-laki 32 tahun, kasus dirawat di RS SMC (SMD 360), RSUD AW Syahranie (SMD 366) dan melakukan isolasi mandiri (SMD 362, SMD 364 dan SMD 365).
  2. 2).  SMD 361 Laki-laki 58 tahun warga Samarinda, merupakan kasus terkonfirmasi Positif asimtomatis yang mempunyai Riwayat kontak dengan kasus SMD 355, kasus melakukan isolasi mandiri
  3. SMD 363 Laki-laki 60 tahun, merupakan kasus terkonfirmasi Positif asimtomatis yang   mempunyai Riwayat kontak dengan kasus SMD 170, kasus melakukan isolasi mandiri.
  4. SMD 367 Wanita 28 tahun, merupakan kasus terkonfirmasi Positif asimtomatis yang mempunyai Riwayat kontak dengan kasus SMD 323, kasus melakukan isolasi mandiri.

Kabupaten Kutai Kartanegara Tujuh kasus

  1. 3 kasus warga Kutai Kartanegara, merupakan kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 asimtomatis yang mempunyai Riwayat kontak dengan kasus KKR 249 yaitu KKR 262 Wanita 45 tahun, KKR 263 Laki-laki 52 tahun dan KKR 264 Wanita 28 tahun, kasus dirawat di RS Karantina Wisma Atlit Tenggarong (KKR 263 dan KKR 264) dan isolasi mandiri (KKR 262).

Kabupaten Mahulu Satu kasus

  1. MHU 1 Laki-laki 29 tahun warga Jawa Tengah yang berdomisili di Mahakam Ulu, merupakan kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 asimtomatis hasil pemeriksaan mandiri yang mempunyai Riwayat perjalanan dari Jawa Tengah, kasus melakukan isolasi mandiri.

“Untuk kasus ini yang bersangkutan belum sempat masuk ke wilayah Mahakam Ulu dan sekarang dirawat di Kutai Barat, mudah-mudahan kasus ini tidak menyebar ke Mahakam Ulu, kita berharap Mahakam Ulu bisa mempertahankan agar tidak terjadi transmisi di wilayahnya,”sebut Gugus Tugas saat rilis harian melalui aplikasi zoom cloud video meeting, Jum’at (7/8/2020).

Kemudian Penambahan Empat Kasus terkonfirmasi Covid 19 yang dilaporkan Meninggal dari Balikpapan (BPN 654 Wanita 56 tahun, BPN 656 Wanita 60 tahun, BPN 664 Laki-laki 61 tahun dan BPN 578 Wanita 61 tahun merupakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 pada 5 Agustus 2020 dan dirawat di RSUD Kanudjoso Djatiwibowo dengan gejala Infeksi Saluran Pernafasan Akut. Pada tanggal 6 Agustus kondisi pasien memburuk dan terpasang Ventilator. Kasus dilaporkan meninggal dunia.

Lanjutnya untuk penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 yang dilaporkan sembuh sebanyak 57 kasus dengan rincian, Kabupaten Paser lima kasus, Kota Balikpapan 31 kasus dan Kota Samarinda 21 kasus.

Kasus tersebut dinyatakan sembuh karena telah melalui masa isolasi 10 hari dan hasil pemeriksaan klinis dari dokter penanggung jawab pelayanan yang merawat kasus konfirmasi Covid-19 tersebut.

Sementara untuk kasus suspek bertambah 245 kasus, sehingga total kasus suspek 11.485 kasus. Sementara Discarded 6.786 kasus, Probable 5 kasus dan dalam Proses Pemeriksaan 2.695 kasus.

Dengan begitu kondisi terkini untuk pasien positif di Kaltim meningkat menjadi 1.799 kasus, sembuh 1.137 kasus, meninggal dunia 46 kasus dan pasien dirawat 616 kasus.

 

 

 

 

 

SAMARINDA— Bermain adalah hak anak. Di ruang bermain, harusnya anak-anak bisa bermain dengan gembira, bukan justru mengalami cerita sedih, seperti mengalami kekerasan dan eksploitasi seksual. Oleh karenanya, standardisasi dan sertifikasi Ruang Bermain Anak (RBA) menjadi penting dilakukan untuk menjamin proses pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak benar-benar terwujud di dalam ruang bermain. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah dan seluruh lapisan masyarakat juga sangat dibutuhkan untuk mewujudkan Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA).

“RBRA merupakan salah satu indikator Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) dan Provinsi Layak Anak (PROVILA). Namun, cerita-cerita sedih terkait kekerasan terhadap anak yang terjadi di ruang bermain juga masih menghiasi pemberitaan di media kita. Padahal, tujuan akhir dari ruang bermain adalah untuk membuat mereka bahagia dan mewujudkan terjadinya proses perlindungan anak saat mereka bermain. Oleh karenanya, semua ruang bermain anak harus terstandardisasi dan tersertifikasi.,” ujar Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Lenny N Rosalin pada Rapat Koordinasi Awal (Rakorwal) I Standardisasi RBRA di Provinsi Kalimantan Timur dan Provinsi Kalimantan Utara yang dilakukan secara virtual, belum lama ini

Lenny menjelaskan, prinsip RBRA adalah gratis, non diskriminasi, kepentingan terbaik untuk anak, partisipasi anak, aman dan selamat, nyaman dan sehat, serta kreatif dan inovatif.

Ketua Tim RBRA, Rino Wicaksono mengatakan unsur utama RBRA ada empat, yakni ruang terbuka hijau publik, perabot bermain, perabot lingkungan, serta sarana dan prasarana pendukung, seperti pos keamanan, puskesmas, kantin dan lapangan parkir.

Selain itu, alangkah baiknya jika ruang bermain dilengkapi dengan pagar transparan pada perabot permainan untuk menghindarkan anak dari kekerasan dan papan pengumuman. Bermain merupakan hal yang penting bagi anak. Kami siap mendukung standardisasi dan sertifikasi RBA menjadi RBRA.

Kepala Dinas Kependudukan, PPPA Kaltim, Halda Arsyad mengatakan hingga 2020, Kaltim telah memiliki 18 Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang dimodifikasi menjadi RBA. Kaltim sendiri mengusulkan 11 RTH. Pihaknya berharap agar RBRA tersebut terstandardisasi dan tersertifikasi menjadi RBRA.

“Selain itu, Kaltim meiliki 21 tempat ibadah ramah anak, 241 sekolah ramah anak (SRA), 55 pelayanan ramah anak di puskesmas (PRAP), 98 aktivis PATBM dan 8 Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga) yang tetap melayani keluarga baik online maupun offline dalam masa pandemi Covid-19,” ujar Halda.

Halda menambahkan, delapan kabupaten/kota telah mendapatkan penghargaan KLA. Sementara dua kabupaten yaitu Kubar dan Mahulu sedang diupayakan dengan melakukan advokasi dan pembinaan secara intens agar Kaltim menjadi Provinsi Layak Anak.

“Yang terbaru, Ojek Online Bersama Lindungi Anak (Ojol Berlian) masuk dalam TOP 45 Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) tahun 2020 sebagai mekanisme pencegahan tindak kekerasan terhadap anak, perempuan dan penyandang disabilitas pada layanan transportasi Online,” imbuhnya.

Kepala Sub Bidang Kesejahteraan Sosial Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kaltim, Andrie Asdi mengatakan bahwa program perlindungan perempuan dan anak memang sudah masuk ke RPJMD 2019-2023 dan RKPD 2021. Hal ini termasuk penyediaan sarana dan prasarana untuk anak. Program dan kegiatan pembangunan daerah yang dilakukan juga mengacu pada pengarusutamaan hak anak. Hal ini tentu harus didukung oleh seluruh masyarakat dan perangkat daerah.

Sementara itu, aspek keselamatan dan keamanan masih menjadi permasalahan bagi pembangunan RBRA di Kaltara. Plt. Kepala Bidang Sosial Budaya dan Pemerintahan Bappeda Litbang Kaltara, Syamsaimun berharap agar Kaltara bisa mewujudkan RBRA, termasuk memfasilitasi taman yang dibangun oleh masyarakat agar menjadi RBRA.

Kaltara sedang mengupayakan terwujudnya RBRA. Dari beberapa ruang bermain yang dibangun, keselamatan dan keamanan masih menjadi permasalahan karena beberapa ruang bermain yang ada di wilayah Kaltarai berada di sekitar jalan raya atau alun-alun kota, sungai, dan danau.

 

 

Tana Paser – Jubir Satgas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Amir Faisol mengatakan sebanyak 13 orang warga Kabupaten Paser dinyatakan sembuh dari Covid-19 setelah menjalani perawatan dan isolasi mandiri.

“Ada 13 pasien yang sembuh,” kata Amir, Jumat (07/08/2020).

Dari ketiga belas pasien sembuh tersebut kata Amir, 11 diantaranya dirawat di ruang isolasi eks RSUD Panglima Sebaya.

“Selebihnya isolasi mandiri,” kata Amir.

Pasien di ruang isolasi eks RSUD yang dinyatakan sembuh yakni pasien dengan inisial PSR 84 hingga PSR 90, PSR 96, PSR 101 dan PSR 102.

Adapun pasien sembuh yang melakukan isolasi mandiri yaitu PSR 94 dan PSR 95.

Amir mengatakan selain pasien yang dirawat di RSUD maupun ruang isolasi eks RSUD, terdapat beberapa pasien yang melakukan isolasi mandiri.

Diantaranya PSR 69, PSR 78 dan PSR 76. Dan beberapa pasien lain seperti PSR 81, PSR 82 dan PSR 83.

Amir mengatakan hingga saat ini tercatat ada 120 warga Paser yang telah terkonfirmasi positif, 74 orang diantaranya telah dinyatakan sembuh dan 3 orang meninggal dunia.

SAMARINDA— Para lulusan Institut Praja Dalam Negeri (IPDN) angkatan XXVII tahun 2020 asal Kaltim dipersilahkan untuk berjuang dan mengabdi dengan sebaik-baiknya ketika suatu saat nanti ditempatkan dimanapun berada.

Pesan tersebut disampaikan oleh Kepala BKD Provinsi Kaltim, Diddy Rusdiansyah didampingi Kabid Mutasi, Hj Kustiningsih, saat acara serah terima 13 orang lulusan IPDN angkatan XXVII tahun 2020 asal Kaltim di Ruang Rapat I Kantor BKD Kaltim, Kamis (6/8). 13 lulusan IPDN asal Kaltim tersebut baru mengikuti wisuda secara virtual tanggal 29 Juli 2020 lalu di Jatinangor, Jawa Barat.

Terkait teknis penempatan para lulusan IPDN tersebut Diddy mengatakan BKD akan melakukan rumusan terdahulu secara profesional,

“Sambil menunggu keputusan Pak Pj Sekda, sementara semuanya kumpul saja dulu di BKD, turun setiap hari seperti biasa, kita mengharapkan (lulusanIPDN-red) nantinya ditempatkan di tempat yang pas,” ujar Diddy.

Diddy menekankan idealnya seorang abdi negara itu harus mampu bekerja dengan cepat, “Bekerja itu harus cepat, rezeki (digaji) itu pasti, tapi yang terpenting adalah beramal jariyah, melayani, menyenangkan hati orang termasuk pahala, itu yang kami lakukan di BKD”.

Sementara Kabid Mutasi Kustiningsih mengemukakan lulusan Praja IPDN tersebut sesuai surat Kemendagri sudah harus mulai bekerja mulai TMT 1 Agustus 2020 di Provinsi Kaltim.

“Sambil kalian menunggu proses dari CPNS menjadi PNS, selama ditempatkan di OPD kita akan melihat dan menilai kinerja kalian.Selanjutnya baru dilaporkan ke Kemendagri, baru diputuskan ditempatkan dimana, “tuturnya.

Humas BKD

SAMARINDA — Dalam rangka meningkatan pemahaman mengenai pemanfataan waktu luang bagi anak di rumah ibadah dalam bentuk Masjid Ramah Anak (MRA), Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melaksanakan Sosialisasi Masjid Ramah Anak Batch 1 secara virtual, Kamis (6/8/2020).

Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A)  Kaltim, Halda Arsyad dalam sambutannya mewakili Tujuh Provinsi mengatakan, MRA merupakan implementasi Konvensi Hak Anak (KHA) dalam area publik yaitu tempat ibadah. MRA didesain untuk pemanfataan waktu luang anak dengan kegiatan positif, inovatif, kreatif bagi anak-anak selepas pulang sekolah sekaligus sebagai sarana edukasi terkait segala macam hal untuk melindungi anak.

“Masjid sebagai pusat pendidikan anak sebagai titik utama pembentukan karakter anak menjadi anak yang berakhlaqul karimah,” ujarnya.

Halda menambahkan, di Kaltim sendiri, Kota Bontang sebagai percontohan yang telah mengembangkan 21 masjid ramah anak. “Nanti akan disampaikan bagaimana praktik baik MRA oleh Takmir Masjid Asyuhada Kota Bontang. Kedepan tentunya kami berharap semoga bisa diikuti oleh 9 kabupaten/kota lainnya se Kaltim bahkan kabupaten/kota di Indonesia untuk mengembangkan MRA,” imbuh Halda.

Membangun MRA, lanjut Halda, membutuhkan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan, perlu SDM dan infrastruktur yang memadai dan harus dibekali dengan KHA tentang hak-hak anak yang harus menjadi komitmen bersama.

Infrastruktur harus didesain secara terintegrasi untuk menjadi ruang yang terbaik bagi anak seperti fasilitas toilet yang tidak digabung dengan orang dewasa, ada ruang baca, ruang bermain baik indoor maupun outdoor.

“Dengan harapan anak-anak tertarik dan memberikan kesan yang baik sehingga anak dapat memanfaatkan waktu luang yang ada. Sehingga nantinya akan bermunculan generasi penerus bangsa yang sholeh dan sholehah,” terang Halda.

Kegiatan ini diikuti bersama Tujuh Provinsi terdiri dari Dinas PPPA, Dewan Masjid Indonesia, Kanwil Kementerian Agama Provinsi dan Kabupaten/Kota dari Sumatera Barat, Riau, Bangka Belitung, Jambi, Bengkulu, Sumatera Selatan dan Kaltim.

Tana Paser – Kabupaten Paser menerima bantuan 1430 paket dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, diperuntukkan pekerja pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) yang terdampak Covid-19 di daerah itu.

Bantuan secara simbolis diserahkan Direktur Pemasaran Pariwisata Regional II Kementerian Pariwiasta dan Ekonomi Kreatif pada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Raden Sigit Witjaksono, kepada Wakil Bupati Paser Kaharuddin di Tanah Grogot, Rabu (05/08/2020).

Wabup Paser Kaharuddin mengapresiasi bantuan kepada para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang juga terkena dampak Covid-19. “Kami atas nama Pemkab Paser berterima kasih atas bantuan yang secara spesifik diberikan kepada para pelaku pariwisara dan ekonomi kreatif,” kata Kaharuddin.

Meski dalam kondisi Covid-19 kata Kaharuddin masyarakat Paser terutama parekraf, tetap bisa produktif dengan menerapkan protokol kesehatan.

Direktur Pemasaran Pariwisata Regional II Kementerian Pariwiasta dan Ekonomi Kreatif Raden Sigit Witjaksono mengatakan bantuan ini merupakan bentuk kepedulian pemerintah terhadap para pelaku sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Ini bentuk kepedulian kami harapannya semoga Covid-19 ini dapat segera berakhir dan kita dapat beraktivitas seperti semula kala,” katanya.

Selain Kaltim, kata Sigit, pemerintah sebelumnya pada Juni lalu telah menyalurkan bantuan serupa kepada pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah lain.

Pemberian bantuan disaksikan secara virtual oleh Wakil ketua komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian.

Turut menyaksikan juga secara langsung Tenaga Ahli Wakil Ketua Komisi X DPR RI Rina Simanjuntak, Kepala Disporapar Paser Yusuf Sumako, Kapolres Paser AKBP Murwoto, unsur Forkopimda lain dan beberapa legislator DPRD Paser.