SAMARINDA—-Masyarakat diminta disiplin menjalankan protokol kesehatan, hal ini mengingat masih terus bertambahnya jumlah kasus positif Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di Kaltim.

Disiplin menjalankan protokol kesehatan menurut Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak tidak hanya masyarakat tapi juga seluruh pelaku usaha, pemilik usaha dan semua pihak yang beraktifitas untuk senantiasa menerapkan protokol kesehatan.

Andi juga menyampaikan data terbaru penambahan kasus positif sebanyak 35 kasus baru di Kaltim, berikut rinciannya :

Kabupaten Paser Tujuh kasus

  1. 6 kasus warga, merupakan kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 asimtomatis yaitu PSR 121 Laki-laki 48 tahun, PSR 123 Laki-laki 46 tahun, PSR 124 Laki-
    laki 45 tahun, PSR 125 Laki-laki 38 tahun, PSR 126 Laki-laki 55 tahun, dan PSR 127 Wanita 68 tahun, kasus dirawat di RSUD Panglima Sebaya Paser.
  2.  PSR 125 Laki-laki 53 tahun warga Paser, merupakan kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 dengan gejala Infeksi Saluran Pernafasan Akut yang dirawat di RSUD Panglima Sebaya dan dilaporkan meninggal dunia pada tanggal 3 Agustus 2020 pk. 20.00 WITA serta telah dilakukan pemakaman sesuai protocol Covid-19.

Kabupaten Kutai Timur Delapan kasus

  1. 8 kasus, merupakan kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 asimtomatis hasil pemeriksaan mandiri perusahaan yaitu KTM 119 Laki-laki 33 tahun, KTM 120 Laki-laki 37 tahun, KTM 121 Laki-laki 29 tahun, KTM 122 Laki-laki 24 tahun, KTM 123 Laki-laki 23 tahun, KTM 124 Laki-laki 21 tahun, KTM 125 Laki-laki 30 tahun, dan KTM 126 Laki-laki 32 tahun, kasus dirawat di RSUD Kudungga dan melakukan isolasi mandiri (KTM 120 & KTM 125).

Kota Samarinda Delapan Kasus

  1. 2 Kasus warga Samarinda, merupakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 asimtomatis yang mempunyai Riwayat kontak dengan kasus SMD 355 yaitu SMD 368 Wanita 53 tahun dan SMD 369 Laki-laki 68 tahun, kasus dan melakukan isolasi mandiri.
  2.  6 kasus warga Samarinda, merupakan kasus terkonfirmasi Positif asimtomatis hasil pemeriksaan DKK Samarinda dan masih dalam proses tracing yaitu SMD 370 Wanita 3 tahun, SMD 371 Laki-laki 49 tahun, SMD 372 Wanita 31 tahun, SMD 373 Wanita 48 tahun, SMD 374 Laki-laki 48 tahun, dan SMD 375 Laki-laki 38 tahun, kasus melakukan isolasi mandiri

Kabupaten Kutai Kartanegara 12 kasus

  1. 3 kasus warga Kutai Kartanegara, merupakan kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 yang mempunyai Riwayat kontak dengan kasus KKR 246 yaitu KKR 269 Wanita 29 tahun, KKR 279 Wanita 45 tahun, dan KKR 280 Laki-laki 45 tahun, kasus dirawat di RSUD AM Parikesit (KKR 280) dan isolasi mandiri.
  2. KKR 270 Wanita 39 tahun warga Kutai Kartanegara, merupakan kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 yang mempunyai Riwayat kontak dengan kasus SMD 353, kasus melakukan isolasi mandiri.
  3. 2 kasus warga Kutai Kartanegara, merupakan kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 yang mempunyai Riwayat kontak dengan kasus KKR 249 yaitu KKR 271 Wanita 24 tahun dan KKR 272 Wanita 39 tahun, kasus melakukan isolasi mandiri.
  4. KKR 273 laki-laki 14 tahun warga Kutai Kartanegara, merupakan kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 yang mempunyai Riwayat kontak dengan kasus KKR 262, kasus melakukan isolasi mandiri.
  5.  5 kasus warga Kutai Kartanegara, merupakan kasus terkonfirmasi Positif Covid-19 yang mempunyai Riwayat kontak dengan kasus KKR 263 yaitu KKR 274 Wanita 42 tahun, KKR 275 Laki-laki 21 tahun, KKR 276 Wanita 19 tahun, KKR 277 Laki-laki 6 tahun, dan KKR 278 Wanita 37 tahun, kasus melakukan isolasi mandiri.

Lebih lanjut, kasus terkonfirmasi Covid-19 yang dinyatakan sembuh turut mengalami peningkatan. Andi membeberkan terdapat 28 kasus yang dilaporkan sembuh setelah menjalani isolasi isolasi 10 hari dan hasil pemeriksaan klinis dari dokter penanggung jawab pelayanan.

“Adapun kasus yang dilaporkan sembuh berada di Kabupaten Paser enam kasus, Kabupaten Berau tiga kasus dan Kota Samarinda 19 kasus,”sebutnya saat rilis harian melalui aplikasi zoom cloud video meeting, Sabtu (8/8/2020).

Sedangkan kasus suspek bertambah 284 kasus, sehingga total kasus suspek 11.769 kasus. Sementara Discarded 7.180 kasus, Probable 5 kasus dan dalam Proses Pemeriksaan 2.750 kasus.

Perkembangan terakhir kasus positif di Kaltim saat ini berjumlah 1.834 kasus, sembuh 1.165 kasus, meninggal dunia 47 kasus dan pasien dirawat 622 kasus.

“Mudah-mudahan kita terus diberikan kemudahan dan kekuatan serta kelancaran bagaimana kita bisa menekan laju penularan covid-19,”harapnya.

PENAJAM– Jabatan Komandan Kodim 0913/PPU secara resmi dijabat oleh Letkol Inf Dharmawan Setyo Nugroho.SIP menggantikan Letkol Inf Mahmud pada 4 Agustus 2020 di lantik oleh Danrem 091/ASN Danrem 091/ASN Brigjen TNI Cahyo Suryo Putro, S.I.P, M.S.i, gebrakan pertama sebagai Dandim 0913/PPU adalah dengan mengunjungi lokasi Ibu Kota Negara Republik Indonesia (IKN) di Kecamatan Sepaku Kabupaten Penjam Paser Utara (PPU) Kaltim. Sabtu (08/08/2020).

Letkol Inf Dharmawan Setyo Nugroho.SIP selaku Dandim 0913 yang baru mengatakan, diketahui besama Kabupaten Penajam Paser Utara ini di persiapkan untuk menjadi lokasi calon Ibu Kota Negara (IKN) RI yang baru, untuk itu dirinya harus mengetahui dimana titik-titik nantinya yang akan di jadikan pusat untuk pembangunan pemerintah maupun penyangganya.

“Kita cukup berbangga hati karena Kabupaten yang notabene baru berusia 18 Tahun ini sudah di percaya oleh pemerintah pusat untuk di jadikan Ibu Kota Negara,”tegas Letkol Inf Dharmawan Akmil 2001.

Untuk itu, mari siapkan SDM, infrastruktur, budaya dan pariwisata sebagai penunjang Ibu Kota Negara (IKN) nantinya dan diperlukan persiapan yang matang dari jauh-jauh hari supaya apa yang menjadi kekurangan PPU bisa tertutupi, Aparat TNI siap membantu kapan saja di perlukan guna mendukung program dari pemerintah pusat.

Lanjutnya, setidaknya 80 persen wilayah calon IKN merupakan wilayah PPU dan harus di-upgrade, karena ini akan menjadi zona IKN, baik itu zona pangannya, wisata, pendidikan, budaya dan lain sebagainya,”tuturnya.

Penrem 091/ASN

TENGGARONG— Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim menyerahkan 101 paket Bantuan Kebutuhan Spesifik Perempuan dan Anak Korban/Terdampak Covid-19 di Kabupaten Kutai Kertanegara, Jumat (7/8/2020).

Kepala Dinas KP3A Kaltim, Halda Arsyad mengatakan, pada masa pandemi ini, perempuan dan anak merupakan kelompok rentan. Dalam upaya mempercepat penanganan Covid-19, khususnya bagi perempuan dan anak, Kemen PPPA menginisiasi program Gerakan Bersama Jaga Keluarga Kita (#Berjarak). Salah satunya dengan memberikan paket pemenuhan kebutuhan spesifik perempuan dan anak dilakukan secara komperhensif dan terintegrasi melalui koordinasi dengan Kementerian terkait dan Dinas PPPA se Indonesia.

“ Program Gerakan Berjarak bertujuan untuk melindungi perempuan, anak, lansia dan penyandang disabilitas yang merupakan kelompok rentan terdampak paparan Covid-19,” ujarnya.

Halda menambahkan, Gerakan Berjarak memiliki sepuluh aksi yang mencakup aksi pencegahan dan penanganan. Selain itu, paket bantuan ini bersifat melengkapi Bansos lainnya seperti BLT, BSM dan sebagainya, yang selama ini sudah banyak dibagikan untuk masyarakat.

“Jadi bantuan ini bersifat spesifik seperti vitamin, biskuit, paket mandi lengkap, diapers (popok), pembalut, masker, hand sanitizer dan minyak kayu putih. sasaran utama pemberian paket kebutuhan spesifik ditujukan bagi kelompok rentan yang terdapat dalam satu keluarga dan terdampak pandemi, terutama pada keluarga pra-sejahtera,” imbuh Halda.

Halda menjelaskan, ada sembilan jenis paket bantuan yang dibagikan terdiri dari, paket balita 0-2 tahun, paket balita usia 3-4 tahun, paket anak penyandang disabilitas, paket anak perempuan usia 10-17 tahun, paket anak laki-laki usia 5-17 tahun, paket perempuan hamil dan menyusui, paket perempuan dewasa, paket perempuan disabilitas, dan paket perempuan lansia.

Bantuan Kebutuhan Spesifik Perempuan dan Anak Korban/Terdampak Covid-19 di distribusikan ke 9 kabupaten/kota di Kaltim kecuali Mahakam Ulu sebanyak 770 paket.

Humas DKP3AKaltim