BERAU – Dinas Perhubungan Berau berencana merevisi surat edaran tentang penggunaan fasilitas jalan umum dan jembatan bagi kendaraan peti kemas alat berat dan angkutan barang lainnya.

Revisi ini bertujuan untuk meminimalisir akan terjadinya kerusakan ruas jalan yang ada di wilayah Kabupaten Berau.

Kepala Dinas Perhubungan Berau Abdurrahman mengatakan, melalui revisi surat edaran itu, pihaknya ingin para pemilik barang bisa menggunakan truk kecil untuk membawa barangnya apabila harus melintasi ruas jalan dalam kota dan jembatan.

Sebab, hal ini didasari dengan kondisi ruas jalan di Berau yang masih kelas 3 dan hanya bisa menahan beban kendaraan 8 ton.

“Jembatan yang ada saat ini bisa dibilang kondisinya kritis dan hanya bisa menahan beban 5 ton,” katanya.

“Jadi kami ingin hal ini harus menjadi perhatian pemilik kendaraan, agar tidak melintasi dengan melebihi bobot kapasitas jalan yang ada,” sambungnya.

Ia juga menyampaikan, Jembatan Sambaliung, Gunung Tabur dan Kelay ini ada yang berstatus milik Pemerintah Pusat dan provinsi.

Melalui revisi surat edaran itu nantinya, ia meminta barang yang biasanya diangkut menggunakan kontainer bisa dipindahkan ke truk sesui kapasitas untuk disalurkan ke gudang atau tempat penampungan lainnya.

“Truk dan kontainer yang bermuatan melebihi kapasitas tidak diperkenankan melintas di jalan dalam kota maupun jembatan,” tegasnya.

Meski begitu Abdurrahman menyebutkan ada pengecualian untuk kontainer yang membawa barang pecah belah dan obat-obatan. Karena dikhawatirkan bisa rusak apabila dibongkar dua kali.

“Mereka tetap harus izin ke kami dulu Dishub, kemudian akan kami pertimbangkan dengan bobot kontainer yang ada. Jadi harus diseleksi dulu,” tuturnya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *