Tana Paser – Anggaran Pendapatan Belanja Daerah Perubahan (APBD-P) Kabupaten Paser tahun 2020 mengalami penurunan sebesar Rp800 Miliar.

Asisten Ekonomi Setda Paser Ina Rosana mengatakan pada APBD-P tahun 2020 dialokasikan sebesar Rp1,9 Triliun, dari yang diproyeksikan sebelumnya sebesar Rp2,7 Triliun.

“Kita APBD-P 2020 hanya menganggarkan Rp1,9 Triliun dari APBD murni Rp2,7 Triliun. Jelas ini berpengaruh dari kondisi keuangan kita di tahun 2020,” kata Ina usai peringatan detik-detik proklamasi yang dilaksanakan secara virtual di Pendopo Kabupaten, Senin (17/08/2020).

Ina menilai pengurangan kucuran anggaran itu dikarenakan adanya refocusing atau pengalokasian anggaran untuk penanganan Covid-19.

“Berdasarkan hasil rekocusing dan realokasi anggaran, ada sekitar Rp500 Miliar lebih yang bergeser dan juga terpending atau tercut (terpotong) dari pusat. Jadi APBD kita itu berkurang sebesar Rp500 Miliar lebih,” jelasnya.

Pergeseran anggaran untuk penanganan Covid-19 kata Ina berdampak pada kegiatan pembangunan fisik.

Namun ia menegaskan bahwa untuk kegiatan yang bersifat pemberdayaan masyarakat, pemerintah daerah masih tetap melaksanakannya.

“Harapannya gairah atau roda perekonomian masyarakat yang bersifat pemberdayaan itu tetap kita laksanakan,” ujar Ina.

Ina tidak mengetahui perihal APBD Paser untuk tahun depan yang memungkinkan juga mengalami pengurangan anggaran.

“Sampai saat ini belum ada informasi dari pusat, apakah ada refocusing tahun depan. Namun untuk perubahan ini APBD kita sudah berkurang, akibat dana transfer dari pusat berkurang, karena adanya rekofusing pusat,” kata Ina.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *