SAMARINDA— Personel gabungan dari Kodim 0901/Samarinda, Polresta, serta unsur relawan kembali turun ke jalan melakukan imbauan dan membagikan masker ke warga. Jum’at (21/8)

Kali ini personel gabungan menyambangi Pasar Rahmat, Jalan Lambung Mangkurat. Satu per satu warga maupun pedagang yang kedapatan tidak menggunakan masker langsung diberi teguran.

Bahkan, guna memberikan edukasi kepada warga, petugas tidak canggung memakaikan masker yang baik dan benar kepada warga.

Dalam kegiatan tersebut, terdapat sekitar 200 masker yang dibagikan ke masyarakat, terutama terhadap warga yang kedapatan tidak menggunakan masker.

Upaya tersebut gencar dilakukan petugas sebagai upaya memutus mata rantai penyebaran Virus Corona ( covid-19 ) di Samarinda, terlebih dari hari ke hari angka penyebaran covid-19 terus mengalami peningkatan, termasuk angka kematian akibat terpapar virus asal China tersebut.

Mendisiplinkan warga. Jika beraktivitas di luar rumah, sekarang harus menggunakan masker. Guna mendorong warga patuh menerapkan protokol kesehatan, terutama penggunaan masker, dalam sehari pihaknya melaksanakan kegiatan serupa sebanyak tiga kali dengan lokasi yang berbeda-beda.

Dalam kegiatan tersebut, selain unsur TNI dan Polri, sejumlah pihak lainnya juga ikut serta, di antaranya Info Taruna Samarinda (ITS), FKPM Pelita, Kelurahan Pelita, PLN UP 3 Samarinda, dan Garda Samarinda.

Penrem 091/ASN

SAMARINDA— Kasus Covid-19 di Kaltim hingga Sabtu 21 Aguatus 2020 terus bertambah akibat masih adanya penularan di masyarakat.

Berdasarkan data yang dilaporkan Pemerintah melalui Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak, kasus baru bertambah sebanyak 195 kasus.

Penambahan kasus menurutnya, menunjukkan peningkatan yang besar karena ada akumulasi kasus kemaren yang terlambat diterima dan baru dirilis hari ini, kasus tersebut berasal dari Kota Balikpapan.

Hal ini menggambarkan bahwa kasus-kasus masih sangat tinggi di Kaltim, sehingga perlu kewaspadaan semua masyatakat. Akibat yang ditimbulkan dari penyakit ini juga semakin berat yang ditandai dengan jumlah kasus kematian karena Covid-19 setiap hari di laporkan.

Andi menjelaskan kasus-kasus tersebut terdistribusi dari Kota Balikpapan 132 kasus, Kabupaten Kabupaten Kutai Timur enam kasus, Kabupaten Paser tiga kasus, Kabupaten Berau dua kasus, Kota Bontang 20 kasus dan Kota Samarinda 32 kasus.

Kemudian kasus meninggal bertambah Lima kasus dari Kota Samarinda Satu Kasus (SMD 464 Wanita 50 tahun) dan empat Kota Balikpapan, Balikpapan 4 Kasus (BPN 1149 Laki-laki 46 tahun, BPN 1158 Laki-laki 44 tahun, BPN 1159 Wanita 61 tahun, dan BPN 1160 Wanita 53 tahun.

Selain itu, jumlah pasien sembuh dari Covid-19 kini angkanya mencapai 1.774 kasus setelah ada tambahan pasien sembuh sebanyak 53 kasus.

“Mereka dinyatakan sembuh karena telah melalui masa isolasi 10 hari dan hasil pemeriksaan klinis dari dokter penanggung jawab pelayanan yang merawat kasus konfirmasi Covid-19 tersebut,”jelasnya saat rilis harian melalui aplikasi zoom cloud video meeting, Jum’at (21/8/2020).

Lebih lanjut dirinya juga menyebutkan penambahan 443 kasus suspek, sehingga total kasus suspek 16.086 kasus. Sementara Discarded 11.104 kasus, Probable 16 kasus dan dalam Proses Pemeriksaan 2.074 kasus.

Maka jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 Kaltim saat ini berjumlah 2.892 kasus, sembuh 1.774 kasus, meninggal dunia 105 kasus dan pasien dirawat 1.013 kasus.

Andi menambahkan jumlah positif terus mengalami peningkatan dan yang dirawat juga semakin bertambah hal ini menunjukkan semakin berat pula daya tampung dari rumah sakit yang ada, sehingga dituntut kesadaran masyarakat untuk tidak menambah kasus-kasus baru dengan menerapkan protokol kesehatan secara maksimal.

“Mudah-mudahan kita semua tetap terlindungi, tetap terjaga kesehatannya agar bisa tetap produktif dalam beraktivitas dan juga aman dari Covid-19,”imbuhnya.

SAMARINDA — Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim mendorong peningkatan pemenuhan hak anak atas pendidikan, pemanfaatan waktu luang dan kegiatan budaya selama masa pandemi Covid-19.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim, Anwar Sanusi mengatakan, permasalahan pendidikan di masa pandemi antara lain sinyal gawai dibeberapa daerah yang belum stabil, perangkat yang tidak dimiliki semua siswa dan guru, mahalnya pulsa atau paket data di daerah tertentu semakin membuat siswa dan guru kesulitan dalam melaksanakan pembelajaran daring, dan kesiapan tenaga ajar.

“Karena tidak semua tenaga ajar paham terkait teknolgi pembelajaran jarak jauh. Sehingga pemerintah membuat kebijakan terkait metode pembelajaran di masa pandemi Covid-19 yaitu pembelajaran dan pemberian tugas melalui daring, tatap muka di sekolah sebanyak 50% dari jumlah rombongan belajar, dan guru mengunjungi siswa,” ujarnya belum lama ini di Samarinda.

Sebagai informasi, selama masa pandemi Covid-19, Disdikbud Kaltim memiliki program Boarding School + Vokasi, Distance Learning, Rumah Belajar, One Student One Andriod, One Teacher One Laptop dan Birdge Training & Course.

Sementara Psikolog Klinis Divisi Rujukan Puspaga Kaltim Ruhui Rahayu, Wahyu Nhira Utami mengatakan, dampak ditutupnya sekolah yaitu hilangnya “struktur” dan stimulasi yang dihasilkan dari lingkungan sekolah, kecilnya kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan teman dan lebih terpapar dengan permasalahan di rumah.

Menurutnya permasalahan yang timbul selama Belajar dari Rumah (BDR) antara lain fasilitas belajar terbatas dan kebutuhan untuk mendapatkan perhatian tidak terfasilitasi.

“Kemudian orang tua tidak mampu meregulasi emosi dan anak-anak terkena imbasnya. merasa kesulitan memahami materi, kelelahan menyelesaikan berbagai tugas dan khawatir dengan nilainya dan masa depannya. Hal ini dapat menimbulkan stress pada anak,” terang Nhira.

Sehingga sangat penting menjaga kesehatan mental selama belajar di rumah. Nhira melanjutkan, anak dengan dibantu orang tua perlu merancang struktur hari seperti konsisten melakukan jadwal harian, membuat batasan ruang antar tempat belajar dan istirahat, tetap aktif bergerak serta siapkan waktu khusus untuk kegiatan yang menyenangkan hati anak.

Selain itu, anak terkoneksi dengan orang lain, orang tua menetapkan batasan untuk mengakses email dan sosial media, menetapkan batasan untuk mengakses berita dan mengelola pikiran serta perasan negatif.

“Karena terdapat hubungan antara kesehatan mental dan pencapaian akademik. Stress kronis mengubah struktur fisik dan kimiawi otak, yang berakibat pada terganggunya keterampilan kognitif seperti fokus, perhatian, memori, juga kreativitas,” imbuh Nhira.

BONTANG – Angka tekonfirmasi positif Covid-19 di Bontang kembali bertambah. Per hari ini (21/8/2020), tercatat penambahan 19 kasus baru. Hal ini disampaikan Juru Bicara (Jubir) Satgas Covid-19 Bontang, Adi Permana. Dalam konferensi pers daring, Jumat (21/8/2020) siang.

Adi merinci, dari 19 kasus tersebut, 15 di antaranya merupakan hasil tracing contact yang dilakukan Satgas Covid-19 Bontang. Kontak erat dengan klaster HOP, kemudian tambahan dari klaster Berbas, dan dari Klaster PKT. Tambahan kasus hari ini dikodefikasi mulai BTG-159 hingga BTG-177.

“Untuk klaster Berbas kami masih validasi kembali tepatnya Berbas mana, karena informasinya baru kami terima last minute (sebelum konferensi pers, Red.),” ujarnya menjawab pertanyaan awak media.

Adapun dari penambahan kasus hari ini, seorang di antaranya seorang tenaga kesehatan (nakes) di Puskesmas Bontang Barat. Sehingga puskesmas yang terletak di Jalan Damai itu bakal diswakarantina hingga waktu yang belum ditentukan.

Lanjut Adi, nakes yang dikodefikasi dengan BTG-161 tersebut dipastikan tidak melakukan kontak atau pelayanan langsung dengan masyarakat. Hal ini ditegaskan Adi guna meredakan kekhawatiran publik. Kalau-kalau merasa pernah melakukan kontak langsung dengan BTG-161 dalam waktu dekat ini.

Dijelaskannya bila BTG-161 memang seorang nakes. Namun di Puskesmas Bontang Barat dia menjabat posisi struktural. Tidak bersinggungan atau melayani publik langsung. Sehingga tanggungjawab utamanya ialah memantau jalannya pelayanan puskesmas secara utuh.

“Dia tidak pelayanan langsung kepada masyarakat,” tegasnya.

Lebih lanjut, beberapa waktu sebelum terkonfirmasi positif, BTG-161 sudah melakukan isolasi mandiri. Tidak lagi masuk kerja. Kemudian pun, Puskesmas Bontang Barat telah melakukan langkah antisipatif sebelum hasil swab BTG-161 keluar. Yakni menutup seluruh pelayanan. Ini sudah dilakukan beberapa hari belakangan. Sebabnya Adi mengimbau publik tak perlu khawatir.

“Dia sudah isolasi mandiri jauh sebelum dinyatakan positif,” ujarnya

BALIKPAPAN-Komisi Pemilihan Umum (KPU) Balikpapan mengusulkan anggaran tambahan untuk tahapan Pilkada Walikota dan Wakil Walikota 2020 sebesar Rp 13,5 miliar.
Anggaran tersebut diusulkan ke pemerintah Pusat melalui KPU RI, KPU mengajukan anggaran tambahan untuk kebutuhan Alat Pelindung Diri (APD), dalam pelaksanaan Pilkada pada 9 Desember 2020 mendatang.

Ketua KPU Balikpapan Noor Thoha mengatakan, anggaran Alat Pelindung Diri (APD) sudah diajukan sebesar Rp13,5 Miliar, Itu, menjadi acuan, harga pada saat itu, karena saat itu nggak ada yang murah.

“Anggaran tersebut, berdasarkan hitungan KPU, namun dari KPU RI juga mempunyai hitungan sendiri, karena melihat harga sekarang. Sehingga, ketika KPU tidak ada verifikasi calon perseorangan, maka kebutuhannya tidak sebesar dengan yang ada calon perseorangan,” jelas Thoha.

“Sebelumnya KPU telah mencairkan Rp1,7 miliar, maka berapapun nanti, besaran anggaran turun dari KPU RI akan dimanfaatkan, karena hitungannya bukan Rp13,5 Miliar dikurangi Rp1,7 Miliar, tapi sesuai dengan kebutuhan KPU saat ini,” kata Noor Thoha.

“Tinggal harga rapid tes itu, komponen termahal nanti, untuk kebutuhan masker, hand sanitizer, sarung tangan, sudah tidak terlalu besar,” bebernya.

“Saat itu, untuk Rapid tes masih di kisaran harga Rp150 Ribu, sehingga dapat dihitung dengan harga tersebut bisa dikalikan 13.500 anggota Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) hasilnya kurang lebih Rp 2 Miliar,” ujar Ketua KPU Balikpapan.

“Nanti untuk daftar pencalonan ada lagi anggarannya, mestinya begitu, Pencalonan dengan penyerahan dukungan, itu perlu protokol COVID-19,” ucapnya.

“Selain itu, masih ada masa kampanye dan Bimtek Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS), kegiatan seperti itu memerlukan pencairan secara bertahap,” urainya.

“Dengan 1.500 Tempat Pemungutan Suara (TPS), kebutuhan dana untuk penerapan protokol kesehatan dalam penyelenggaraan Pilkada Balikpapan kurang lebih Rp. 7 miliar,” tandasnya. (ay)