Samarinda – Pemerintah Kota Samarinda telah mengeluarkan Peraturan Wali Kota Samarinda yang akan memberikan denda berupa uang, jika ada masyarakat yang tidak menggunakan masker di tempat umum.

Perwali Nomor 38 Tahun 2020 tentang Pengenaan Sanksi Terhadap Pelanggaran Pelaksanaan Penanggulangan Bencana Covid-19. Tujuan dari penetapan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap jarak fisik dan jarak sosial serta penerapan protokol pencegahan Covid-19. Selain itu, untuk kepastian hukum pelaksanaan sanksi terhadap penanggulangan bencana.

Perwali ini akan mengatur tentang pembatasan aktivitas luar rumah, pembatasan aktivitas di rumah ibadah, pembatasan kegiatan di tempat umum dan fasilitas umum, pembatasan kegiatan sosial dan budaya, serta pembatasan penggunaan moda transportasi untuk pergerakan orang dan barang.

Perwali yang dikeluarkan tanggal 3 Agustus 2020 ini masih dalam tahap sosialisasi kepada masyarakat yang dilakukan oleh Satuan Polisi Pamong Praja Kota Samarinda di berbagai tempat, khususnya pusat perbelanjaan.

Dalam Pasal 5 huruf C dijelaskan,  jika sanksi denda paling sedikit Rp100.000 dan paling besar Rp250.000. Pengenaan sanksi denda nantinya akan dilakukan baik oleh Satpol PP maupun Dinas Perhubungan Kota, untuk bidang transportasi.

Kepala Satpol PP Kota Samarinda, Muhammad Darham mengatakan untuk menegakan Perwali Nomor 38 Tahun 2020  tersebut, pihaknya akan gencar melakukan penyisiran dan razia terkait penggunaan masker dan jaga jarak ini.

“Eksekusinya tentu dengan cara-cara persuasif, seperti teguran dan pendataan. Jika terjaring dua kali melanggar baru akan kita kenakan sanksi denda,” jelasnya,  pada Selasa (18/8/2020).

Sementara itu, seorang warga bernama Mahruddin, warga jalan Pahlawan mengatakan setuju dengan sanksi denda jika ada masyarakat yang melanggar ketentuan jaga jarak dan pemakaian masker ini.

“Setuju saja. Sekarang kita susah. Mau bekerja dan berusaha terbatas karena korona ini. Jika tegas, mungkin pandeminya cepat berlalu,” ujarnya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *