BALIKPAPAN-Kasus Covid-19 di Kota Balikpapan kembali didominasi dari kasus terkonfirmasi tanpa gejala.

Pada hari ini, Sabtu (29/8/2020) dari 61 kasus terkonfirmasi positif, 44 di antaranya berasal dari tanpa gejala.

Diikuti suspek 16 orang, dan tracking 1 kasus.

Sebelumnya pada Jumat (28/8/2020) kemarin, kasus terkonfirmasi positif juga banyak disumbang dari terkonfirmasi tanpa gejala.

Kasus terkonfirmasi tanpa gejala atau yang sebelumnya dikenal dengan istilah orang tanpa gejala (OTG) ini selain dari pemeriksaan mandiri, juga berasal dari karyawan perusahaan.

Sebagian merupakan perusahaan supporting untuk pertambangan.

Dengan kembali naiknya tren kasus terkonfirmasi tanpa gejala, Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Balikpapan sekaligus Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi mengingatkan setiap perusahaan untuk mendisiplinkan protokol kesehatan di lingkungan masing-masing.

Selain untuk mencegah penularan di kantor atau lokasi, juga jangan sampai terbawa sampai di lingkungan rumah.

Wali Kota Rizal Effendi juga telah meminta kepada Dinas Kesehatan Kota Balikpapan untuk membentuk tim yang memonitoring kasus tanpa gejala dari perusahaan-perusahaan.

Sementara itu, Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kota Balikpapan melaporkan, selain penambahan 61 kasus terkonfirmasi positif pada hari ini, juga terdapat 20 selesai isolasi mandiri, dan 7 meninggal dunia.

Tujuh kasus meninggal, dua di antaranya terkonfirmasi positif, dan lima masih menunggu hasil pemeriksaan swab test atau probable.

SAMARINDA—- Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak mengungkapkan tingkat risiko wilayah penularan Covid-19 di Kaltim semakin meningkat.

“Kita ketahui tidak satupun daerah dengan zona hijau saat ini, bahkan sebagian besar wilayah kita sudah masuk ke dalam kategori tingkat sedang dan sebagian tinggi,”ungkapnya saat rilis harian melalui aplikasi zoom cloud video meeting, Miiga nggu (30/8/2020)

Tentunya menjadi perhatian dan kewaspadaan semua masyarakat agar tidak boleh lengah serta tidak boleh menganggap enteng, karena dengan meningkatnya risiko wilayah Kaltim tidak menuntut kemungkinan apabila masyarakat tidak berupaya untuk secara maksimal melakukan upaya pencegahan dengan menerapkan kesehatan maka Kalimantan Timur bisa saja nanti akan masuk zona merah.

“Apabila kita tidak sikapi dengan sebaik-baiknya oleh semua pihak untuk sama-sama saling membantu bagaimana memastikan diri menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin dan komitmen tinggi dalam rangka untuk pencegahan dan mengendalikan penularan covid 19,”ajaknya

Dalam rilis ini melaporkan penambahan Kasus Covid-19 di Kaltim sebesar 197 kasus. Dimana Kota Balikpapan masih penyumbang kasus tinggi dengan 75 kasus.

Kemudian diposisi kedua yaitu Kabupaten Kutai Kartanegara 50 kasus, disusul Kota Samarinda 45 kasus, Kabupaten Paser delapan kasus, Kabupaten Berau tujuh kasus, Kota Bontang enam kasus, Kabupaten Kutai Timur tiga kasus, Kabupaten Penajam Paser Utara dua kasus dan Kabupaten Kubar satu kasus.

Dengan begitu total kasus positif di Kaltim menjadi 4.120 kasus, probable 18 kasus dan dalam proses 926 kasus.

Selain penambahan kasus positif, juga terjadi penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 yang meninggal dunia bertambah lima kasus, sehingga total pasien meninggal berjumlah 160 kasus. Penambahan tersebut dari Kota Balikapapan tiga kasus (BPN 1690 Wanita 59 tahun, BPN 1699 laki-laki 61 tahun, BPN 1725 (Wanita 29 tahun) dan dua kasus dari Kota Samarinda (SMD 861 laki-laki 55 tahun dan SMD 862 wanita 49 tahun).

Namun demikian di sisi lain, kasus sembuh dsri Covid-19 juga bertambah 18 kasus dengan rincian sebagai berikut dari Kabupaten Berau dua kasus, Kabupaten Kutai Barat satu kasus, Kabupaten Kutai Timur tiga kasus, Kabupaten Paser satu kasus dan Kota Samarinda 11 kasus.

Sedangkan kasus suspek suspek bertambah 449 kasus, sehingga total suspek 19.035 kasus. Kasus Discarded 13.971 kasus.

Samarinda – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah XII Balikpapan berencana akan membeli hasil karet rakyat di Provinsi Kaltim untuk dijadikan bahan baku aspal.

Kepala Dinas Perkebunan, Ujang Rachmad mengatakan Dinas Perkebunan melakukan koordinasi terkait kebijakan pembelian karet ini dengan menghadirkan BPJN, PT Multi Kusuma Cemerlang (MKC) dan Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) Lancar Jaya. Pertemuan dilaksanakan di Ruang Rapat Hevea, kantor Dinas Perkebunan, Samarinda, Jumat (28/8/2020).

Menurutnya, rencana pembelian karet  oleh BPJN sebanyak 800 ton lumb nantinya melalui UPPB. “Hal ini bertujuan untuk mengangkat harga karet yang langsung dirasakan oleh petani. Selain itu untuk menghidupkan peran UPPB sebagai unit pemasaran karet rakyat”, ungkapnya.

Selanjutnya, 800 ton lumb karet yang telah dibeli tersebut nantinya dikumpulkan dan diolah oleh PT Multi Kusuma Cemerlang (MKC) menjadi 400 ton SIR 20. SIR 20 inilah yang kemudian menjadi bahan baku untuk campuran aspal.

Ujang menambahkan, bahan karet yang dibeli dari petani tersebut nantinya akan digunakan sebagai campuran aspal untuk pembangunan di ruas jalan nasional di wilayah Kaltim.

Sumber : Disbun Kaltim

SAMARINDA– Sejumlah 160 ribu kartu perdana dengan benefit Kuota Belajar akan didistribusikan kepada pelajar yang membutuhkan di Kalimantan Timur. Melanjutkan komitmen dalam mendukung proses pembelajaran jarak jauh di masa yang penuh tantangan ini, Telkomsel kembali menghadirkan inovasi produk untuk mendukung hal tersebut.

Bersama Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur, Telkomsel meluncurkan Kartu Internet Merdeka Belajar, Jumat (28/8) sebagai salah satu solusi pemerataan akses pendidikan jarak jauh, terutama bagi masyarakat non-elit.

Secara simbolis kegiatan ini digelar di Kantor Gubernur Kalimantan Timur dihadiri oleh General Manager Mass Market Segment Sales Telkomsel Pamasuka, Thomas Anda Siaga dan General Manager Consumer Sales Telkomsel Regional Kalimantan, Ismu Widodo, Manager Branch Samarinda, M Norhansyah dan Manager Mass Market Segment Sales Operations Kalimantan, Asrianto Bakri Sitti. Diterima langsung oleh Gubernur Kalimantan Timur, H. Isran Noor didampingi Pj Sekdaprov Kaltim, HM Sa’bani beserta jajaran.

General Manager Mass Market Segment Sales Pamasuka, Thomas Anda Siaga mengatakan sejak awal penyesuaian masa pandemi COVID-19, Telkomsel telah berupaya untuk terus bergerak maju berinovasi menghadirkan ragam inisiatif produk dan layanan yang dapat mendukung adaptasi kebiasaan baru di berbagai aktivitas masyarakat, terutama dalam memberikan kenyamanan para pelajar dan pengajar menjalankan proses pembelajaran jarak jauh.

“Kami sangat mengapresiasi respons positif Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur untuk memastikan terjangkaunya akses Pendidikan Jarak Jauh bagi masyarakat Kalimantan Timur melalui Kartu Internet Merdeka Belajar yang kami hadirkan. Kartu Internet Merdeka Belajar ini melengkapi produk-produk yang sebelumnya telah kami hadirkan dalam memfasilitasi proses pembelajaran jarak jauh” jelas Thomas.

Sementara itu, Gubernur Kalimantan Timur, H. Isran Noor menyampaikan apresiasi kepada Telkomsel atas kepeduliannnya terhadap sektor Pendidikan di Kalimantan Timur khususnya dimasa adaptasi kebiasaan baru. Lebih lanjut beliau mengatakan dengan program Merdeka Belajar Jarak Jauh yang dipelopori dari Telkomsel ini diharapkan dapat mendukung siswa dalam proses pembelajaran jarak jauh selama masa pandemi COVID-19 melalui berbagai aplikasi belajar yang bisa di akses langsung oleh para siswa dengan menggunakan Kartu Perdana Kuota Belajar yang diberikan Telkomsel secara gratis.

“Alhamdulillah, kita memudahkan proses belajar mengajar para siswa dan mahasiswa di Kaltim memberikan kuota gratis,” kata Pj Sekdaprov Kaltim, HM Sa’bani usai mendampingi Gubernur Kaltim, Dr H Isran Noor menerima kunjungan tersebut.

Dengan Kartu Internet Merdeka Belajar, pelajar di Kalimantan Timur akan mendapat kartu perdana Telkomsel yang kemudian dapat dipergunakan untuk mengaktifkan Paket Kuota Belajar 10GB selama 30 hari melalui aplikasi MyTelkomsel atau UMB *363*844#. Kuota Belajar tersebut kemudian dapat dipergunakan untuk menikmati kemudahan akses ke sejumlah platform aplikasi belajar daring dan konferensi video yang ada di paket llmupedia dan Conference, seperti Rumah Belajar, Zenius, Quipper, Udemy, Duolingo, Sekolah.mu, Cakap, Bahaso, Cambridge, AyoBlajar, Zoom, CloudX, UMeetMe, Microsoft Teams, Cisco Webex, Google Meet, Google Classroom, dan ratusan situs belajar daring yang dikelola kampus dan sekolah hingga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI.

Benefit Kartu Internet Merdeka Belajar masih berlanjut pada bulan berikutnya dengan melakukan pengisian pulsa sejumlah Rp 5.000,- untuk mendapatkan tambahan Kuota Belajar 10GB selama 30 hari serta tambahan kuota 500 MB untuk internet dan 500 MB untuk aplikasi chatting.

“Bantuan tersebut merupakan program CSR Telkomsel yang kali ini dipersembahkan untuk para siswa di Indonesia. Kami berharap program CSR Telkomsel ini dapat membantu siswa yang belajar online selama pandemi. Komitmen dalam mendukung proses pembelajaran jarak jauh di masa pandemi COVID-19, Telkomsel juga menghadirkan inovasi produk untuk mendukung hal tersebut, dengan meluncurkan paket Kuota Belajar 10GB senilai 10 rupiah” tutup Thomas.

TENGGARONG—Latihan Posko II Tombak Sakti, Batalyon Infanteri 611/Awang Long yang berlangsung selama tiga hari di Tenggarong Seberang, Kutai Kartanegara berakhir pada Jum’at (28/8/2020).

Latihan skenario simulasi di lapangan daerah wilayah, dipimpin Danyon Mayor Inf Albert Franstesca. M. Han dibantu oleh Perwira Staf dan para Danki.

Dalam melaksanakan strategi dalam operasi yang diperintahkan menumpas sekelompok orang bersenjata yang menamakan diri sebagai Gerombolan Pengacau Keamanan (GPK). Sehingga demikian prosedur pimpinan dan Staf serta unsur pelayan lainnya bisa berjalan sesuai skenario latihan Yonif 611/Awang Long sesuai perintah operasi yang diberikan.

“Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan atas dedikasi serta semangat yang telah ditunjuk, sehingga latihan dapat terlaksana dengan aman dan lancar,”ungkap Danrem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) Brigjen TNI Cahyo Suryo Putro.

Melalui pelatihan ini Danrem berharap para peserta latihan mendapatkan pengetahuan dan pengalaman yang berguna dan bermanfaat untuk menunjang tugas ke depan, mengingat dalam latihan ini banyak pengetahuan atau materi teknis dan taktis yang ada dalam referensi TNI AD dilatihkan, diaplikasikan dan diolahyudhakan sesuai hakekat ancaman yang dipraanggapkan, serta dinamika operasi yang dihadapi dilapangan.

Dengan demikian, hasil latihan ini dapat meningkatkan kemampuan dan profesionalisme seluruh personel Yonif 611/Awang Long untuk mewujudkan kesiapsiagaan operasional satuan.

“Pelihara dan tingkatkan hal-hal positif yang telah dicapai dalam latihan ini, sebagai bekal kemampuan untuk menjalankan tugas-tugas di masa mendatang, tetaplah menjadi prajurit Awang Long yang memiliki disiplin tinggi dan semangat pantang menyerah dalam setiap pelaksanaan tugas yang di percayakan Pimpinan,”tutupnya

Sumber Penrem 091/ASN