SAMARINDA—- Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak mengungkapkan tingkat risiko wilayah penularan Covid-19 di Kaltim semakin meningkat.

“Kita ketahui tidak satupun daerah dengan zona hijau saat ini, bahkan sebagian besar wilayah kita sudah masuk ke dalam kategori tingkat sedang dan sebagian tinggi,”ungkapnya saat rilis harian melalui aplikasi zoom cloud video meeting, Miiga nggu (30/8/2020)

Tentunya menjadi perhatian dan kewaspadaan semua masyarakat agar tidak boleh lengah serta tidak boleh menganggap enteng, karena dengan meningkatnya risiko wilayah Kaltim tidak menuntut kemungkinan apabila masyarakat tidak berupaya untuk secara maksimal melakukan upaya pencegahan dengan menerapkan kesehatan maka Kalimantan Timur bisa saja nanti akan masuk zona merah.

“Apabila kita tidak sikapi dengan sebaik-baiknya oleh semua pihak untuk sama-sama saling membantu bagaimana memastikan diri menerapkan protokol kesehatan dengan disiplin dan komitmen tinggi dalam rangka untuk pencegahan dan mengendalikan penularan covid 19,”ajaknya

Dalam rilis ini melaporkan penambahan Kasus Covid-19 di Kaltim sebesar 197 kasus. Dimana Kota Balikpapan masih penyumbang kasus tinggi dengan 75 kasus.

Kemudian diposisi kedua yaitu Kabupaten Kutai Kartanegara 50 kasus, disusul Kota Samarinda 45 kasus, Kabupaten Paser delapan kasus, Kabupaten Berau tujuh kasus, Kota Bontang enam kasus, Kabupaten Kutai Timur tiga kasus, Kabupaten Penajam Paser Utara dua kasus dan Kabupaten Kubar satu kasus.

Dengan begitu total kasus positif di Kaltim menjadi 4.120 kasus, probable 18 kasus dan dalam proses 926 kasus.

Selain penambahan kasus positif, juga terjadi penambahan kasus terkonfirmasi Covid-19 yang meninggal dunia bertambah lima kasus, sehingga total pasien meninggal berjumlah 160 kasus. Penambahan tersebut dari Kota Balikapapan tiga kasus (BPN 1690 Wanita 59 tahun, BPN 1699 laki-laki 61 tahun, BPN 1725 (Wanita 29 tahun) dan dua kasus dari Kota Samarinda (SMD 861 laki-laki 55 tahun dan SMD 862 wanita 49 tahun).

Namun demikian di sisi lain, kasus sembuh dsri Covid-19 juga bertambah 18 kasus dengan rincian sebagai berikut dari Kabupaten Berau dua kasus, Kabupaten Kutai Barat satu kasus, Kabupaten Kutai Timur tiga kasus, Kabupaten Paser satu kasus dan Kota Samarinda 11 kasus.

Sedangkan kasus suspek suspek bertambah 449 kasus, sehingga total suspek 19.035 kasus. Kasus Discarded 13.971 kasus.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *