Penajam, (9/9)-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, kembali mendistribusikan bantuan bagi 195 jiwa warga terdampak banjir di dua kawasan, yakni Desa Sesulu dan Kelurahan Waru di hari ketiga ini.

“Bantuan yang kami salurkan mulai tadi pagi berupa kebutuhan pokok, gizi tambahan, dan air bersih. Rabu ini merupakan hari ketiga banjir di Desa Sesulu dan Kelurahan Waru, Kecamatan Waru,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten PPU Nurlaila di Waru, Rabu.

Untuk bantuan makanan dan minuman, lanjutnya, diprioritaskan bagi warga terdampak banjir yang benar-benar membutuhkan, seperti karena belum siapanya bahan pangan maupun yang tidak bisa memasak karena memang dapurnya tidak bisa difungsikan.

Sementara bagi warga yang masih mampu atau yang terendam air hanya sampai di halaman rumah maupun di bawah kolong rumah, maka hal itu tidak menjadi prioritas.

“Tapi untuk kebutuhan air bersih, rata-rata warga yang terdampak banjir memerlukannya. Tadi yang sudah kami distribusikan ke warga menggunakan tangka air, totalnya mencapai 8 ribu liter air bersih,” katanya.

Ia menuturkan bahwa warga yang terdampak banjir di Kecamatan Waru dalam tiga hari ini totalnya ada 195 jiwa dari 59 kepala keluarga (KK). Jumlah ini mengalami penambahan ketimbang Selasa kemarin yang terdata 151 jiwa pada 46 KK.

Mereka yang terdampak banjir tersebar di empat RT pada Kelurahan Waru dan dua RT di Desa Sesulu. Banjir yang melanda di Kelurahan Waru adalah di RT 11, 20, 22, dan RT 29. Sedangkan yang melanda di Desa Sesulu adalah di RT 02 dan RT 06.

Rincian penyebarannya adalah di Kelurahan Waru ada di RT 20 dengan jumlah 6 jiwa pada 1 KK, RT 22 ada 9 KK dengan 26 jiwa, RT 29 ada 20 KK dengan 69 jiwa, kemudian di RT 11 terdapat lahan pertanian atau persawahan yang terendam sekitar 20 hektare.

Sedangkan di Desa Sesulu yang terdapat dua RT terdampak banjir itu adalah di RT 02 dengan jumlah 63 jiwa dan tersebar pada 19 KK, kemudian di RT 06 ada 10 KK dengan 31 jiwa.

“Pemantauan di beberapa titik, secara visual tinggi muka air sudah turun dan sebagian warga mulai membersihkan rumah masing masing. Pemenuhan kebutuhan air bersih dan makanan siap saji, gizi tambahan, dan lauk pauk telah diberikan. Tim juga tetap melakukan pemantauan lapangan,” ucap Nurlaila. (MG)

BALIKPAPAN-Perkembangan penanggulangan COVID-19 di Balikpapan, Kamis (9/9/2020). Terdapat penambahan 30 kasus terkonfirmasi positif, 7 selesai isolasi.

Penambahan 30 kasus terkonfirmasi positif, sebanyak 15 kasus Orang Tanpa Gejala (OTG), dan suspek dengan keluhan sakit lainnya Sebanyak 10 kasus.

Sementara, hasil tracing kasus positif lainnya sebanyak 5 kasus, seperti, tracking kasus di tempat kerja dan kasus dari luar Balikpapan.

Kemudian, kasus isolasi, 7 berasal dari rumah sakit, dan 3 kasus hasil swab dinyatakan terkonfirmasi positif dari kasus meninggal pada (25 dan 24/8/2020) serta (7/9/2020).

Selanjut, total pasien positif 2268 orang, pasien dalam perawatan 267 orang, pasien kasus konfirmasi isolasi mandiri 494 orang, pasien sembuh 1356 orang dan pasien meninggal dunia 151 orang.

SAMARINDA—- Hingga Rabu 9 September 2020, Corona Virus Disease (Covid-19) di Kaltim tak juga turun, tercatat ada penambahan 79 kasus baru terkonfirmasi positif.

Dari 79 kasus tersebut Kota Samarinda kembali menyumbang kasus terbanyak sebesar 30 kasus, disusul Kota Balikpapan 29 kasus, Kabupaten Kutai Kartanegara tujuh kasus, Kabupaten Kutai Timur lima kasus, Kabupaten Kutai Barat tiga kasus, Penajam Paser Utara tiga kasus, Kabupaten Paser satu kasus dan Kota Bontang satu kasus.

Hal tersebut disampaikan Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kaltim, Andi Muhammad Ishak saat video conference Perkembangan Covid-19 Kaltim, melalui aplikasi zoom cloud video meeting, Rabu (9/9/2020)

Tentunya dari kasus-kasus yang ada sampai kemarin menurut Andi posisi Kaltim menunjukkan peningkatan, baik dari sisi jumlah kasus positif maupun jumlah kasus-kasus yang aktif masih dirawat serta kasus kematian yang tiap hari dilaporkan.

Hal ini menunjukkan bahwa penyakit ini benar-benar berbahaya tidak menutup kemungkinan semua kelompok umur bisa diserang dan dapat berakibat fatal terutama bagi kelompok-kelompok yang beresiko tinggi yaitu masyarakat dengan lanjut usia, masyarakat yang memiliki penyakit komorbid dan juga kelompok-kelompok balita. Kelompok-kelompok tersebut sangat rawan apabila terkena Covid-19,  paparnya.

Kemudian kasus positif yang meninggal dunia dilaporkan ada penambahan dua kasus yakni dari Kota Balikpapan satu kasus dan Kota Samarinda satu kasus.

Sedangkan kasus sembuh terjadi penambahan 96 kasus, terdistribusi dari Kabupaten Berau dua kasus, Kabupaten Kutai Kartanegara 20 kasus, Kabupaten Paser dua kasus, Kota Bontang 57 kasus dan Kota Samarinda 15 kasus.

Sebut Andi ada lima daerah tidak melaporkan kasus sembuh yakni dari Kabupaten Kutai Barat, Kabupaten Kutai Timur, Kabupaten Mahakam Ulu, Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kota Balikpapan.

Dengan begitu dikatakan Andi total kasus Covid-19 di Kaltim berjumlah 5.354 kasus, sembuh 3.115 kasus, meninggal 227, dirawat 2.012 kasus dan yang masih dalam proses 1.165 kasus.

Samarinda – Dinas Pemuda dan Olahraga (DISPORA) Provinsi Kalimantan Timur terus mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) di Kaltim, pada kesempatan ini DISPORA menyelenggarakan bimbingan teknis wirausaha muda di ballroom hotel Haris Samarinda, Rabu (9/9/2020).

Hal ini sejalan dengan visi dan misi Kalimantan Timur yang utama Berdaulat Dalam Pembangunan Sumber Daya Manusia yang Berakhlak Mulia dan Berdaya Saing.

Dalam sambutan Plt Kadis Pemuda dan Olah Raga Kaltim H.M Syirajudin “Pembangunan suatu negara hakikatnya bertujuan untuk meningkatkan kemakmuran masyarakat dan pertumbuhan ekonomi agar stabil, target utama yang menjadi landasan munculnya program nasional adalah pengentasan kemiskinan dan pengurangan pengangguran,” Harapnya.

Pada era globalisasi saat ini, kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi sangat berkembang pesat. Hampir setiap saat perubahan itu selalu terjadi setiap sektor kehidupan masyarakat sebagai akibat dari pesatnya kemajuan dan perkembangan IPTEK.

“Salah satu upaya yang dilakukan dalam rangka untuk menaggulangi pengangguran adalah melalui Bimtek Wisausaha Muda dengan upaya memberikan pemahaman kepada pemuda agar dapat menggunakan metode pemasaran yang efektif, ” Papar Syirajudin.

Pamasaran merupakan suatu produk dan jasa yang memiliki daya jangkau yang luas menjadi kunci keberhasilan dalam berwirausaha.

Digital marketing menjadi salah satu teori yang diberikan pada bimtek ini. Karena dapat membantu wirausaha muda dalam memasarkan produknya guna menghemat anggaran di bidang iklan.

Mengingat media yang digunakan dalam pemasaran digital memungkinkan terjadinya percakapan melalui dunia maya, maka batasan ruang dan waktu akan menjadi lebih dekat dan keakraban antara penjual dan pembeli semakin mudah terjalin.

 

 

 

 

 

 

 

 

SAMARINDA – Apel Dansat Tersebar Kodam VI/Mulawarman tahun 2020  wilayah Kalimantan Timur selain kegiatan pemaparan ketahanan dari Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kaltim dan Karhutla BPBD Kalsel secara virtual.

Juga ada display upaya Kodim 0906/Tenggarong (Tgr) dalam Penanganan covid-19, di Area Tenis Indoor Yonif 611/Awang Long Jalan Soekarno Hatta KM 2,5 pada Rabu (9/9/2020).

Komandan Kodim 0906/Tenggarong Letkol Inf. Charles Alling presentasi mulai dari Unit Komsos, Unit Deteksi, Unit Sterilisasi, Unit Komob Display Kiprah Satuan Kodim 0906/Tgr dalam penanganan covid-19.

Awal Covid masuk di Kaltim kami dan sejumlah masyarakat Tenggarong kesulitan mencari hand sanitizer. Maka ibu Persit Kartika Chandra Kirana berkreasi membuat hand sanitizer dari herbal alami ekstrak daun sirih setara dengan 80 persen etanol bisa mengantisipasi viris covid-19 sesuai penelitian Universitas Gajah Mada (UGM) masker buatan dari kain,” tuturnya.

Dandim 0906/Tenggarong  juga mengutarakan selain  itu juga ada sterilisas box. “Karena salah satu transaksi dipasar mayoritas menggunakan uang maka box atau kotak bisa mensterilkan uang, dompet bahkan perlengkapan lain termasuk handphone dengan suhu 80 derajat dengan waktu sterilisasi tidak lama menggunkan timer dam termostart. Paling tinggi Box Sterilisasi  pakai sinar UV, dikembangkan Serda Giono Serda M Nurdin,” lanjutnya.

Kemudian Sersan Munir menjadi pengajar di kawasan Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

“Kami  buka jadi jagoan tapi lebih peduli agar generasi penerus  kita tetap belajar demi masa depan. Dan sejumlah upaya kami di masa Pandemi covid-19 sudah mendapat apresiasi panglima TNI.

Kemudian kreatifitas menjaga suhu badan. Untuk bisa megembangkan imunitas didalam tubuh. Bisa menjadikan alternatif upaya menjaga kondusifitas di tubuh kita, juga mengkonsumsi herbal seperti teh serai  yang diupayakan Serma Eko.

Tugas lain jadi beban, dalam upaya penanganan covid-19 harus bisa memfungsikan manajemen logistik.

“TNI harus bisa mengkalkulasikan di wilayah satuan tugasnya untuk bisa menyuplai kebutuhan masyarakat. Jangan sampai panik untuk membeli atau belanja dalam jumlah banyak barang barang kebutuhan pokok untuk dimonopoli.

Selama 5 tahun observasi Babinsa kami membuat pupuk organik cair. Sangat membantu kelompok tani diwilayah Kodim 0906 /Tenggarong untuk mengembangkan produktifitas oleh Sertu Yuwono dari Koramil Kota Bangun,” jelasnya.

Selama Pandemi covid-19 dihadapkan peralihan musim ini hujan dan seharuanya kemarau, Dandim 0906/Tenggarong Letkol Inf Charles Alling berkaca pada pengalaman tahun 2019 saat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Tahun lalu kami mengupayakan meminimalisir titik api di Kecamatan Tabang Kabupaten Kutai Kartanegara. Kami suka  tidak suka harus mendirikan pos siaga di Tabang dan menggelar pos korelatif menangani kebakaran lahan guna mencegah kebakaran hutan emluas. Terbukti konsep berhasil dalam rentan waktu 2 minggu dan dilaporkan pada Pangdam VI Mulawarman dan membuat formula yang paten. Kami bukan menggurui para perwira dan senior, saya berbagi dengan senang hati siapa tahu bisa dikembangkan di masing masing sehingga ada unit karhutla juga. Kami juga Modifikasi motor guna upaya mematikan titik api yang bisa menjangkau secara langsung.

Ada perlengkapan kacamata, masker khusus, tali dan penyemprot perlengkapan Karhutla yang disiapkan setiap bergerak menangulangi api.

Serta ada upaya hidroponik diupayakan oleh Kopda Lukman dari Yonif 611 Awang Long. Setiap Kodim punya poskodal sebagai apresias memonitor perkembangan situasi di kawasan masing masing,” bebernya.

Sumber Penrem 091/ASN

SAMARINDA — Mengacu pada strategi nasional percepatan Pengarus Utamaan Gender (PUG) melalui perencanaan dan penganggaran responsif gender, maka salah satu pelaksanaannya adalah ketersediaan data terpilah menurut jenis kelamin.

Agar pengelolaan database lebih optimal perlu didukung suatu aplikasi yang dapat menyimpan, menambah, mengubah, menghapus maupun mengaksesnya. Menyadari pentingnya data terpilah maka perlu adanya pengembangan Aplikasi Sistem Informasi Gender dan Anak (SIGA) di Kaltim.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim, Halda Arsyad saat berlangsung secara virtual kegiatan Pengembangan Sistem Informasi Gender dan Anak (SIGA), di Princess Petung Room Hotel Grand Victoria Samarinda, Selasa (8/9/2020).

Halda mengatakan, dengan adanya aplikasi SIGA sehingga dapat mempermudah dalam penyusunan kebijakan, program dan kegiatan. Dimana data merupakan informasi penting yang dapat dimanfaatkan seluruh unit layanan sebagai bahan advokasi kepada instansi terkait berdasarkan bukti riil. Setelah data terkumpul diperlukan pengolahan, penyajian dan analisis lebih lanjut agar data menghasilkan informasi bagi pembuat keputusan.

Ia menambahkan, pengumpulan dan pengolahan data terpilah gender dan anak pada masing-masing OPD dapat terwujud dengan baik dengan didukung ketersediaan data dan informasi yang akurat. Dalam pengembangan aplikasi SIGA diperlukan 1 indikator komposit yang mencerminkan gender dan hak anak. Hal ini digunakan untuk mengukur keberhasilan pembangunan lintas bidang sektor terkait dengan perlindungan perempuan dan anak.

“Kegiatan ini dilaksanakan untuk membangun mekanisme koordinasi antar OPD dalam pelaksanaan pengembangan aplikasi SIGA serta meningkatkan ketersediaan dan pemanfaatan data yang responsif gender dan peduli anak,” imbuh Halda.

Halda melanjutkan, gender dan anak merupakan isu lintas sektor yang melibatkan stakeholder berbagai bidang pembangunan. Saat ini struktur pengelolaan data terkait gender dan anak belum terdata dengan baik serta kondisi SDM yang masih perlu ditingkatkan. Banyaknya sumber data yang tersedia dan tidak terpusat menjadi salah satu tantangan dalam menyediakan bahan penyusunan kebijakan program dan kegiatan.

“Karena data gender dan anak menjadi elemen pokok bagi terselenggaranya PUG dan Pengarusutamaan Hak Anak (PUHA),” terang Halda.

Data gender dan anak dapat membantu para pengambil keputusan antara lain, mengidentifikasi perbedaan (kondisi dan perkembangan) keadaan laki-laki dan perempuan termasuk anak. Mengevaluasi dampak dari intervensi pembangunan terhadap laki-laki dan perempuan. Mengidentifikasi masalah, membangun dan memilih opsi yang paling efektif untuk kemaslahatan laki-laki dan perempuan yang responsif terhadap masalah kebutuhan pengalaman laki-laki dan perempuan.

Untuk itu, guna memperkuat peraturan-peraturan yang ada ada di bidang PPPA maka dikeluarkan Peraturan Menteri Negara PPPA Nomor 6 Tahun 2009 tentang Penyelenggaraan Data Gender dan Anak dan Peraturan Nomor 5 tahun 2014 tentang Pedoman Penyelenggaraan Sistem Data Gender dan Anak.

Diharapkan peraturan ini dapat meningkatkan komitmen pemerintah provinsi dan kabupaten/kota dalam penggunaan data gender dan anak untuk perencanaan, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi kebijakan, program dan kegiatan pembangunan. Selain itu, meningkatkan efektivitas penyelenggaraan PUG dan PUHA di daerah secara sistematis, komprehensif dan berkesinambungan.

SAMARINDA– Pangdam VI Mulawarman, Mayjen TNI Heri Wiranto secara resmi membuka Apel Komandan Satuan (Dansat) Tersebar wilayah Kalimantan Timur TA. 2020 secara virtual Selasa (8/9/2020).

Dalam sambutannya Pangdam mengatakan dengan semangat tema Apel Komandan Satuan, Kita Wujudkan Satuan Yang Profesional, Berdisiplin Tinggi Solid, Sinergi Dengan Semua Elemen Bangsa, Tangguh, Berwawasan Kebangsaan dan Dicintai Rakyat di Wilayah Kodam VI Mulawarman.

“Semua personel TNI mulai para Dandim di Kaltim harus sinergi dan kordinasi dengan personel, “tegasnya.

Danrem 091/ASN, Brigjend TNI Cahyo Suryo Putro mengungkapkan kegiatan Apel Dansat sejak pagi, ada berdoa, olahraga bersama pengisian materi pelaksanaan apel komandan satuan, dalam rangka untuk meningkatkan kinerja saling bertukar pikiran saling mengisi, program ini rutin dilaksanakan setiap tahunnya. Karena kondisi covid-19 dilakukan melalui video conference dan menaati protokol kesehatan Covid-19.

Lanjut Danrem terangkan selesai kegiatan Apel Dansat se wilayah Kaltim diharapkan satuan TNI AD lebih baik dan para prajurit dapat meningkatkan disiplin solid sinergi dengan semua elemen bangsa sesuai harapan dari pimpinan semua bisa diwadahi dalam melaksankan tugas TNI AD.

“Keberhasilan Binsat (Pembinaan Satuan) menjadi kunci terciptanya kesiapan Satuan. Semakin banyak pengalaman, maka keinginan-keinginan organisasi bisa terwujud dengan baik”, tutup Danrem.

Selama kegiatan Apel Dansat para peserta tetap mengikuti protokol kesehatan seperti memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan.

Penrem 091/ASN

TENGGARONG —Dinas Kependudukan, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKP3A) Kaltim menggelar Kegiatan Peningkatan Kewirausahaan Perempuan.

Pelaksanaan kegiatan tersebut sebagai upaya melakukan kewirausahaan alternatif dimasa Pandemi berbasis rumahan di Desa Loa Kulu Kota dan Loa Sumber Kabupaten Kutai Kertanegara, Senin kemaren (7/9/2020).

Kepala Dinas KP3A Kaltim, Halda Arsyad menerangkan Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dipilih menjadi lokasi kegiatan, mengingat tingginya tingkat apresiasi Pemerintah Kukar dalam pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak. Sehingga kegiatan peningkatan kewirausahaan ini diharapkan dapat berkelanjutan dan memberi manfaat bagi upaya kesejahteraan keluarga.

“ Kewirausahaan alternatif dimasa Pandemi berbasis rumahan yaitu pembuatan konektor masker. Usaha ini memiliki pangsa pasar yang cukup baik dan murah sehingga cocok dilakukan oleh ibu rumah tangga,” ujar saat membuka Kegiatan Peningkatan Kewirausahaan Perempuan.

Halda melanjutkan, situasi pandemi Covid-19 semakin menunjukkan bahwa perempuan memiliki peran sangat besar di dalam keluarga, namun disisi lain perempuan beresiko mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Sebagai informasi, berdasarkan data Simfoni 2020 terjadi kasus kekerasan di Kalimantan Timur sampai bulan Agustus 2020 sebanyak 291 kasus sedangkan layanan kasus UPTD PPPA Kukar sebanyak 67 kasus. Angka perceraian pun cukup meningkat, menurut data Pengadilan Agama Kaltim terdapat 1.058 kasus cerai gugat dan 358 cerai talak, beber Halda.

Keadaan ini sangat memprihatinkan, sehingga perempuan sebagai Ibu rumah tangga perlu melakukan berbagai upaya mengadapi masa pandemi ini. Diperlukan adanya kemandirian dengan dukungan kemampuan ekonomi keluarga, melalui program-program yang diperuntukkan bagi pemberdayaan perempuan.

Samarinda – Wakil Gubernur Kaltim H Hadi Mulyadi sangat mendukung Provinsi Kaltim mengikuti pemeringkatan keterbukaan informasi publik yang digelar Komisi Informasi pusat tahun 2020.

“Kita sangat mendukung dan mendoakan Pemprov Kaltim bisa naik peringkatnya. Semula katagori menuju Informatif tahun lalu, bisa menjadi Informatif tahun ini,” kata Hadi Mulyadi usai taping pemeringkatan keterbukaan informasi tingkat nasional tahun 2020 diruang Kerja Wakil Gubernur Kaltim, Selasa (8/9/2020).

Hadi Mulyadi menambahkan, semangat keterbukaan informasi publik, harus terus digaungkan dan disosialisaikan.

“Apalagi dalam kondisi pandemi covid 19 saat ini. Masyarakat memerlukan informasi menyangkut hajat hidup orang banyak,” tandasnya.

Hadi mengakui segala upaya Pemprov Kaltim dalam mengembangkan pelayanan informasi yang tebaik untuk masyarakat Kaltim.

“Upaya dan ikhtiar tidak pernah mengkhianati hasil. Kami berharap tahun ini Pemprov Kaltim menjadi badan publik yang Informatif,” harapnya.

Hadi Mulyadi menambahkan berbagai upaya pengembangan Inovasi dibidang Keterbukaan Informasi tahun 2020 telah dilakukan pada 35 dari 38 perangkat daerah dengan membentuk PPID dan 10 Kabupaten Kota di Kaltim dan telah memiliki PPID Utama dengan pengukuhan SK Bupati dan Walikota.

“PPID Pembantu memiliki Daftar Informasi publik juga telah dilakasanakan. Dimana 80 persen PPID Pembantu telah memiliki Daftar Informasi Publik yang terintegrasi juga di Aplikasi Sistem Integrasi Daftar Informasi (SIDIK),” sebut Hadi Mulyadi.

Plt Kepala Diskominfo Kaltim HM Jauhar Efendi mengatakan dalam pemeringkatan keterbukaan informasi publik, Pemprov Kaltim sudah melakukan langkah-langkah perbaikan peringkat, guna menuju Provinsi Informatif.

Samarinda – Corona Virus Diseas 2019 atau yang dikenal dengan Covid-19 diyakini lebih mudah menular ketika suatu ruangan tidak memiliki ventilasi dan perputaran udara hanya berada di bagian dalam saja. Sebagai contoh, ruangan yang menggunakan Air Conditioning (AC).

Sehingga diusulkan untuk gelaran rapat dan pertemuan sebaiknya digunakan ruangan non AC yang memiliki sirkulasi udara sangat baik.

“Pemerintah Kota Samarinda sebaiknya menjadi pelopor ketika rapat atau pertemuan OPD (organisasi perangkat daerah) sebaiknya dilakukan di ruang terbuka yang tidak memiliki sistem pendingin ruangan,” ujar Direktur Rumah Sakit Umum Daerah IA Moeis Samarinda, dr Rahimah Alayidrus, Selasa (8/9/2020).

Menurutnya, salah satu cara untuk memutus mata rantai penyebaran virus korona ini adalah tidak berkumpul dalam satu ruangan ber-AC. Diketahui ruangan berpendingin udara semacam ini, jika ada yang orang terpapar Covid-19, maka virusnya akan lebih mudah menyebar kepada orang lain yang berada di satu ruangan tersebut.

Dijelaskannya, ketentuan agar menggunakan ruangan terbuka ini, ujarnya sudah ada surat edaran dari Kementerian Kesehatan dan edaran dari ahli kesehatan lainnya.

Dr Rahimah juga menyoroti keprihatinannya terhadap orang-orang yang melepas masker ketika berfoto atau makan bersama tanpa menjaga jarak aman satu dengan yang lainnya.

Menurutnya, disiplin menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan juga harus diterapkan secara ketat oleh siapapun dan dalam keadaan apapun. Karena virus yang tidak terlihat akan sulit diketahui penularannya hingga seseorang terinfeksi.

“Sekarang Covid-19 ini trendnya beda. Virusnya sangat tinggi virulensinya, jadi sebentar saja, sekitar 15 menit saja sudah dapat menularkan dan sangat tinggi kemampuannya menginfeksi,” jelasnya.

Sehingga dr Rahimah menyarankan apabila mengadakan rapat dan pertemuan sebaiknya menggunakan ruangan non AC, dan tetap menerapkan social distancing dan menggunakan masker yang menutupi hingga dagu.